Setahun Lebih Rusak Parah Tanpa Perbaikan, Warga Terpaksa Melintas di Jembatan Bakong

- Wartawan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak kondisi Jembatan Bakong yang menghubungkan Desa Kebon Ayu dan Desa Lembar Indah di Kecamatan Lembar dan Gerung, Lombok Barat, masih rusak parah lebih dari satu tahun pasca diterjang banjir bandang awal 2025.(Foto: Halo NTB)

Tampak kondisi Jembatan Bakong yang menghubungkan Desa Kebon Ayu dan Desa Lembar Indah di Kecamatan Lembar dan Gerung, Lombok Barat, masih rusak parah lebih dari satu tahun pasca diterjang banjir bandang awal 2025.(Foto: Halo NTB)

LOMBOK BARAT, Halontb.com — Jembatan Bakong, akses vital yang menghubungkan dua Kecamatan yaitu Kecamatan Lembar dan Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, hingga kini masih dalam kondisi rusak parah setelah dihantam banjir bandang pada awal tahun 2025 lalu.

Sudah lebih dari satu tahun jembatan yang menjadi satu-satunya akses bagi ribuan warga Desa Kebon Ayu dan Desa Lembar itu tak kunjung diperbaiki, meski sempat ditinjau langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala Dusun (Kadus) Kebon Ayu, Muhamad Yusuf, mengatakan kondisi jembatan yang berstatus jalan provinsi itu sebentar ya sudah tidak layak digunakan. Namun warga tetap terpaksa melintasinya karena tidak ada jalur alternatif lain yang memadai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak layak pakai. Tapi karena masyarakat ini tidak ada jalur alternatif yang lain, terutama yang dari dua desa, Kebon Ayu sama Desa Lembar Indah ini,” ujar Yusuf, Senin(10/8).

Baca juga: SK Tahunan Dipersoalkan, Ribuan Guru PPPK Lombok Barat Desak Kepastian Masa Kerja

Ia menjelaskan, pihaknya bersama warga sempat berinisiatif memasang pembatas di jembatan sebagai upaya antisipasi kecelakaan. Namun langkah itu dinilai belum cukup untuk menjamin keselamatan warga yang setiap hari melintas, termasuk para pemancing yang kerap beraktivitas hingga malam hari di sekitar jembatan.

Kerusakan pada bagian tengah jembatan, menurut Yusuf, terjadi karena pondasi tengah tidak mampu menahan debit air saat banjir bandang menerjang awal tahun lalu. Kondisi itu membuat warga semakin waswas, terutama menjelang musim hujan yang berpotensi kembali memicu banjir di lokasi tersebut.

“Sial itu enggak ada di kalender. Takutnya kita nanti terjadi apa-apa pas dia lewat, dia tiba-tiba ambruk, terutama menjelang musim hujan,” katanya.

Baca juga: Jalan Penghubung di Gerung Amblas, Kades Sudirman: Padahal Baru Dua Bulan jadi!

Yusuf mengungkapkan, sekitar satu tahun lalu Menteri PUPR sempat meninjau langsung kondisi Jembatan Bakong, bersamaan dengan kunjungan kerja peninjauan Sekolah Rakyat di Kuripan. Saat itu, kunjungan tersebut didampingi langsung oleh almarhum Kepala Desa Kebon Ayu dan Kepala Desa Lembar.

Perbaikan jembatan sempat dijadwalkan berlangsung sekitar Desember tahun lalu. Namun rencana itu urung terealisasi diduga karena kendala anggaran. Sekitar dua bulan terakhir, tim dari pemerintah pusat memang telah melakukan pengeboran untuk mengukur kedalaman tanah di lokasi jembatan sebagai bagian dari tahap perencanaan perbaikan.

“Harapan kami paling tidak tahun depan lah bisa diperbaiki terkait dengan jembatan Bakong ini,” ujar Yusuf.

Baca juga: Jembatan Sekotong Amblas: Akses Utama 4 Desa Terancam, Kades Desak Pemerintah Segera Bertindak

Menurut Yusuf, jembatan tersebut merupakan urat nadi perekonomian bagi warga dua desa. Setiap hari, diperkirakan lebih dari 500 orang melintasi jembatan itu untuk berbagai keperluan, mulai dari aktivitas jual beli ke pasar hingga dahulu digunakan sebagai jalur angkutan menuju Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Namun sejak jembatan ambruk, angkutan batu bara menuju dermaga PLTU tidak lagi melalui jalur tersebut.

Dampak kerusakan jembatan juga dirasakan di sektor pendidikan. Yusuf menyebut sejumlah orang tua kini enggan menyekolahkan anaknya di SMP 3 Gerung karena khawatir dengan risiko keselamatan saat melintasi jembatan yang rawan ambruk. Alternatif lain, yakni memutar lewat Jembatan Kembar, dinilai terlalu jauh sehingga banyak anak yang akhirnya memilih tidak melanjutkan sekolah di sana.

“Akses pendidikan terdampak sekali. Sempat kita cari murid itu, jadi perkataan orang tua mereka takut. Nanti jembatannya roboh, terlalu jauh mereka untuk ambil jalan alternatif karena dia harus lewat jembatan kembar. Itu penyebabnya sekarang muridnya berkurang,” jelasnya.

Baca juga: Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota

Di akhir keterangannya, Yusuf, mewakili warga Desa Kebon Ayu dan Desa Lembar, berharap pemerintah pusat maupun provinsi dapat segera merealisasikan perbaikan Jembatan Bakong. Ia menegaskan jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses warga untuk mencari nafkah maupun menempuh pendidikan antara dua wilayah kecamatan.

“Ya, terakhir harapan kami sebagai warga, jadi mewakili warga dua desa ini, Kebon Ayu sama Lembar ini, ya segeralah,” pungkasnya

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Asak Datu Desak Pemkab Lombok Barat Bekukan Aplikasi BANTU-IN, Soroti Serapan Anggaran dan Dasar Hukumnya
Duka SMKN 1 Gerung, Siswi Baru Meninggal Terseret Ombak di Pantai Semeti, Sekolah Gelar Doa Bersama dan Beri Santunan
Tragedi Selfie di Pantai Semeti: Empat Wisatawan Terjatuh dari Tebing, Satu Tewas Terseret Ombak
FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers
Usai KPK Tangkap Bupati LAZ, DPRD Soroti Kinerja Inspektorat: Kok Bisa Temuan Nihil Saat Dugaan Korupsi Besar Dibongkar?
Wakil Bupati Lombok Barat Tinjau MTs Nujumul Huda Terbakar, Pemda Siapkan Bantuan Rehabilitasi
Warga Gerung Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan, Keluarga Tolak Autopsi
Pasca OTT Bupati Lobar, Aktivis dan LSM Bentuk FBI: Desak Bersihkan Dinasti LAZ dan Evaluasi Total Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:49 WITA

Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Heboh Isu Penculikan Anak di Sekotong Ternyata Curas, Korban Dijebak Modus Bantuan Sembako

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:24 WITA

Tiga Anggota DPRD NTB Divonis Bebas dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Siluman

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:41 WITA

Polresta Mataram Gelar 44 Adegan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:44 WITA

Polresta Mataram Ringkus Terduga Pembunuh Mahasiswi Unram Saat Hendak Kabur ke Malaysia

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:24 WITA

Penyidik KPK Angkut Dua Mobil Mewah Bupati Non-Aktif Lombok Barat dari Rumah Dinas

Senin, 27 Juli 2026 - 14:55 WITA

KPK Periksa 13 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Lombok Barat Nonaktif

Berita Terbaru