Home / NTB

Jalan Penghubung di Gerung Amblas, Kades Sudirman: Padahal Baru Dua Bulan jadi!

- Wartawan

Jumat, 27 Februari 2026 - 10:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi ruas jalan penghubung Desa Tempos dan Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, yang amblas akibat derasnya arus Sungai Dodokan.(Foto: Dok. Taufik Natanagara)

Kondisi ruas jalan penghubung Desa Tempos dan Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, yang amblas akibat derasnya arus Sungai Dodokan.(Foto: Dok. Taufik Natanagara)

LOMBOK BARAT ,Halontb.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lombok Barat selama beberapa hari terakhir mengakibatkan infrastruktur jalan kabupaten penghubung Desa Tempos dan Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, amblas pada Selasa (24/2/2026).

Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam lantaran proyek jalan tersebut baru saja rampung dikerjakan pada akhir tahun 2025 lalu atau sekitar dua bulan lalu.

Kepala Desa Tempos, Sudirman, mengonfirmasi bahwa amblasnya jalan terjadi sekitar Selasa siang. Derasnya arus sungai akibat curah hujan tinggi menyebabkan tebing penyangga jalan longsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kejadiannya hari Selasa (24/2). Karena debit air Sungai Dodokan terlalu tinggi dan hantaman arus sangat deras berhari-hari, akhirnya tebingnya ambrol,” ujarnya, Kamis (26/2).

Sudirman merinci, kerusakan jalan tersebut tergolong cukup parah dan berdampak signifikan terhadap akses transportasi warga. Panjang ruas yang ambles diperkirakan mencapai sekitar 10 meter. Dari lebar awal jalan sekitar 3 meter, kini hanya tersisa separuhnya akibat longsor.

“Setengah badan jalan mencapai sekitar 10 meter amblas dan lebarnya sekitar 3 meter, dan sekarang tersisa hanya setengahnya,” tegasnya.

Untuk sementara waktu, kendaraan roda empat dilarang melintas secara total, sementara kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas dengan pengawasan ketat demi keselamatan pengguna jalan.

Kepala Desa Tempos Sudirman (kiri, mengenakan pakaian hitam) bersama Camat Gerung Fitriyati Wahyuni (tengah) meninjau langsung lokasi jalan amblas di Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, akibat terjangan banjir.(Foto: Dok. Taufik Natanagara)

Yang menjadi sorotan utama adalah usia jalan yang tergolong seumur jagung. Jalan ini baru saja selesai dikerjakan sekitar dua bulan lalu. Sudirman mengungkapkan bahwa sebelum ambruk total, sempat muncul retakan di permukaan jalan yang hanya diperbaiki dengan lapisan aspal tipis.

“Awalnya retak, sempat dilas (tambal) pakai aspal lagi. Tapi karena hantaman banjir lebih keras, akhirnya ambruk. Mengingat ini baru dibangun, belum tiga bulan, paling tidak masih ada masa pemeliharaan. kami mohon Balai Jalan untuk atensi pihak rekanan (kontraktor). Kok cepat sekali ini ambruk,” tegasnya.

Pihak Pemerintah Desa Tempos telah bergerak cepat dengan menghubungi Balai Jalan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat secara lisan. Saat ini, pihak desa sedang menyiapkan surat resmi kepada Bupati Lombok Barat dengan tembusan ke dinas terkait.

Amblasnya ruas jalan tersebut berdampak luas bagi masyarakat di dua desa dan wilayah sekitarnya. Setidaknya tiga sektor terdampak langsung akibat kerusakan ini.

Pada sektor pendidikan, para pelajar yang hendak menuju wilayah Gerung terpaksa mencari jalur alternatif. Di sektor ekonomi, distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok menuju pasar menjadi terganggu. Sementara itu, pada sektor pemerintahan, akses warga menuju kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat di Giri Menang ikut terhambat.

“Harapan masyarakat adalah segera diperbaiki. Minimal ditimbun dulu atau dilakukan langkah antisipasi agar akses tidak putus total. Ini jalur vital, kalau ambruk semua, warga harus memutar jauh ke arah Rincung,” tutup Sudirman.

Facebook Comments Box

Sumber Berita : Taufik Natanagara

Berita Terkait

HUT ke-20 Laskar NTB, Miq Tuan Dar Tegaskan Komitmen Setia Mendampingi Masyarakat
Kuta Jangan Hanya Dijual sebagai Surga Wisata, Sistem Perlindungan Wisatawan Harus Naik Kelas
Khairunnisa Qariah Asal Bima Juara 1 MTQ Nasional XXXI, NTB Naik ke Peringkat 9
PPK UIN Mataram Tegaskan Proyek Laboratorium Kedokteran Tetap Berjalan, “Tidak Ada Subkon”
Dari 6 Meter Menjadi 10,5 Meter, Wajah Baru Ruas Jereweh-Benete Usai Ditangani
FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers
Bulog NTB Terima Aspirasi Massa, Tegaskan Transparansi serta Dukung Penegakan Hukum Kasus Beras Oplosan
BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Polisi Tetapkan Pimpinan Ponpes di Lombok Barat sebagai Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:18 WITA

Dua Pria Diduga Pengedar Sabu Ditangkap di Gerung, 72,42 Gram Disita

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:22 WITA

Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Patroli Jalur Logistik di Pelabuhan Lembar

Rabu, 23 September 2026 - 06:47 WITA

LPA Mataram Ungkap Dugaan Modus Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, Korban Diduga Bertambah

Jumat, 18 September 2026 - 11:42 WITA

Polda NTB Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran PT Energi Selaparang ke Tahap Penyidikan

Kamis, 17 September 2026 - 12:26 WITA

Lapas Lombok Barat Gandeng TNI-Polri dan BNN, Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine

Rabu, 16 September 2026 - 08:53 WITA

Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Pembakaran Dapur MBG di Lombok Tengah

Senin, 14 September 2026 - 15:49 WITA

Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Jasad di Sekotong, Bara Divonis 20 Tahun Penjara

Berita Terbaru