Jembatan Sekotong Amblas: Akses Utama 4 Desa Terancam, Kades Desak Pemerintah Segera Bertindak

- Wartawan

Senin, 25 Mei 2026 - 23:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jembatan penghubung beberapa Desa yang amblas akibat banjir kiriman di Dusun Repok Gapuk, Desa Taman Baru, Sekotong Lombok Barat. (Foto: Istimewa).

Kondisi jembatan penghubung beberapa Desa yang amblas akibat banjir kiriman di Dusun Repok Gapuk, Desa Taman Baru, Sekotong Lombok Barat. (Foto: Istimewa).


LOMBOK BARAT, Halontb.com
– Kondisi jembatan penghubung di Desa Taman Baru, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, yang amblas akibat diterjang banjir kiriman, kini memicu kekhawatiran masyarakat. Infrastruktur yang menjadi akses utama menuju Desa Buwun Mas, Blongas, hingga Pengantap itu dinilai vital bagi aktivitas ekonomi warga dan mendesak untuk segera diperbaiki.

Kepala Desa Taman Baru, H. Padilah, mengatakan kerusakan jembatan terjadi sekitar dua pekan lalu setelah hujan deras mengguyur wilayah Buwun Mas dan menyebabkan banjir kiriman ke Taman Baru.

“Di Taman Baru sebenarnya tidak hujan, tetapi di wilayah Buwun Mas terjadi hujan lebat sehingga banjir datang dan mengikis bagian jembatan hingga amblas,” ujarnya saat ditemui di lokasi jembatan yang amblas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan sejumlah desa di wilayah selatan Kecamatan Sekotong. Jika jalur itu terganggu, maka mobilitas masyarakat dan distribusi hasil ekonomi warga ikut terdampak.

“Ini akses vital masyarakat. Warga menggunakan jalan ini untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mencari penghidupan dan mendukung roda perekonomian,” katanya.

Padilah mengungkapkan, pemerintah desa sebenarnya telah berulang kali mengusulkan penanganan infrastruktur tersebut melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sejak 2014. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut nyata.

“Dari dulu kami sudah usulkan karena tanda-tanda kerusakan sudah terlihat. Sisi jembatan terus tergerus banjir, tetapi belum ada perhatian serius,” ungkapnya.

Ia juga menyayangkan minimnya penerangan jalan di sekitar lokasi jembatan yang rusak. Kondisi tersebut dinilai berbahaya, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari.

“Kami khawatir terjadi kecelakaan, apalagi kalau ada warga atau anak muda melintas malam hari dalam kondisi gelap,” katanya.

Padilah berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Pemerintah Provinsi NTB, hingga pemerintah pusat segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Ia juga meminta anggota dewan dari daerah pemilihan Sekotong turut memperjuangkan percepatan penanganan jembatan.

“Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji atau atensi. Ini kebutuhan masyarakat luas,” tegasnya.

Tampak bagian jembatan penghubung di Desa Taman Baru yang amblas akibat banjir kiriman sangat membahayakan pengendara

Terpisah, Camat Sekotong, Andi Purnawan, S.Sos., memastikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah turun melakukan penanganan awal dan saat ini proses perbaikan sedang memasuki tahapan administrasi serta lelang proyek.

“Dinas PU sudah turun karena prosesnya sekarang masuk tahapan lelang. Nilainya cukup besar sehingga harus melalui prosedur administrasi dan sistem online,” jelasnya.

Ia menegaskan, Bupati Lombok Barat telah memberikan instruksi langsung agar penanganan kerusakan jembatan segera dipercepat mengingat jalur tersebut sangat penting bagi masyarakat.

“Jalan ini sangat vital untuk masyarakat dan jalur ekonomi. Kita khawatir kalau hujan kembali turun, kerusakan semakin parah dan bisa menimbulkan musibah,” ujarnya.

Di sisi lain, aparat kepolisian telah melakukan langkah pengamanan sementara di sekitar lokasi jembatan yang rusak. Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, mengatakan pihaknya memasang water barrier di dua sisi jalan untuk mencegah kecelakaan.

“Kami melakukan upaya preventif dengan memasang water barrier di ujung selatan dan utara jembatan agar terlihat jelas saat malam hari terkena sorot lampu kendaraan,” katanya.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama pada malam hari dan saat cuaca buruk.

Kerusakan jembatan di Desa Taman Baru menambah daftar persoalan infrastruktur di wilayah Sekotong selatan yang selama ini kerap terdampak banjir dan longsor.

Warga berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan permanen agar akses transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terganggu.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HUT ke-20 Laskar NTB, Miq Tuan Dar Tegaskan Komitmen Setia Mendampingi Masyarakat
Geger! Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Bukit Lendang Luar, Basarnas Evakuasi Korban
Khairunnisa Qariah Asal Bima Juara 1 MTQ Nasional XXXI, NTB Naik ke Peringkat 9
Ribuan Jamaah Tumpah Ruah di Alun-Alun Giri Menang, Muhasabah Akbar Bersama UAS Getarkan Lobar
Polda NTB Hadirkan Solusi Cepat Krisis Air Gili Trawangan, Distribusi Kembali Normal
Lapas Lobar Dorong Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Padi 1,3 Hektare, Libatkan Warga Binaan
Pemprov NTB Cari Jalan Keluar Krisis Air Bersih Gili
Warga Labuapi Tolak Pembangunan Akses Jalan Perumahan, Petani Persoalkan Pemindahan Saluran Irigasi

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:57 WITA

Bukan Hanya Balapan, Keandalan Listrik PLN Jadi Penopang Citra Mandalika di Panggung Dunia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:51 WITA

Mandalika Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan, PLN Hadirkan SPKLU Fast Charging Saat MotoGP 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:45 WITA

Di Balik Gemuruh MotoGP Mandalika, Keandalan Listrik Jadi Penopang Penting Suksesnya Balapan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:41 WITA

Raul Fernandez Tercepat di Free Practice MotoGP Mandalika, PLN Siaga Kawal Kelistrikan Sirkuit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:38 WITA

500 Personel PLN Dikerahkan, Mandalika Memasuki Jam-Jam Penentuan Jelang MotoGP

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Di Balik Gemerlap MotoGP Mandalika, PLN Kawal Enam Titik yang Tak Boleh Kehilangan Daya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:43 WITA

Jelang MotoGP Mandalika 2026, ITDC-DLU Gelar Simulasi Pelayaran dan Perkuat Konektivitas Laut

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:41 WITA

Bukan Hanya Menjaga Listrik MotoGP, PLN Hadir Berbagi untuk Warga Mandalika

Berita Terbaru