Mengusung merek Clini, perusahaan yang mulai dibangun sejak 2022 ini hadir dengan filosofi “clean”, sistem pengawasan mutu, jaringan agen dan sub-agen, serta ambisi memperluas distribusi hingga pelosok NTB.
LOMBOK BARAT, Halontb.com – Empat tahun bukan waktu yang singkat untuk menyiapkan sebuah produk sebelum benar-benar diperkenalkan kepada masyarakat.
Namun bagi CV Clini Agung, rentang waktu tersebut justru menjadi perjalanan panjang untuk memastikan satu hal, ketika produk air mineral dengan merek Clini mulai masuk ke pasar, perusahaan telah menyiapkan fondasi produksi, perizinan dan sistem pengawasan mutu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini, perjalanan itu memasuki babak baru.
Berbasis di Sigerongan, Lombok Barat, CV Clini Agung mulai mengoperasikan fasilitas produksi air minum dalam kemasan (AMDK) dan bersiap membawa produk Clini menyasar pasar Nusa Tenggara Barat.
Bukan sekadar hadir sebagai merek baru, Clini membawa cerita perjalanan yang dimulai sejak 9 Agustus 2022.
Pada tanggal tersebut, Direktur CV Clini Agung, Dr. Yan Marli, S.H., mulai membangun fondasi perusahaan dengan mengurus anggaran dasar, kemudian dilanjutkan dengan pengurusan merek dan berbagai persyaratan industri AMDK.
Proses tersebut kemudian berkembang ke pengurusan berbagai izin dan persyaratan, mulai dari SIPA, SNI, BPOM, sertifikasi halal, barcode, izin edar hingga dokumen lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Yan, seluruh rangkaian proses tersebut baru dapat diselesaikan pada pertengahan 2026.
“Mulai 9 Agustus 2022. Kemudian kami mengurus anggaran dasar, merek, SIPA, SNI, BPOM, halal, barcode, izin edar dan berbagai persyaratan lainnya. Baru pada pertengahan tahun 2026 semua izin itu selesai,” ungkap Yan kepada Seputar NTB, Sabtu (26/9/2026).
Empat tahun perjalanan tersebut kini berujung pada satu langkah penting: Clini siap diperkenalkan lebih luas kepada konsumen NTB.
Clini: Nama Produk, Filosofi “Clean”
Di balik sebuah merek biasanya terdapat cerita.
Begitu pula dengan Clini.
Yan menjelaskan, nama Clini memiliki kaitan dengan nama keluarganya. Namun nama tersebut sekaligus membawa filosofi clean atau bersih.
Filosofi inilah yang kemudian ingin dijadikan identitas produk.
“Clini ini merek saya. Sebenarnya akronim dari nama keluarga saya, tetapi sekaligus artinya clean, bersih. Segala sesuatu yang kita masukkan ke dalam tubuh harus terjamin kebersihannya,” ujar Yan.
Bagi Yan, air minum merupakan produk yang memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Karena itu, menurut dia, perubahan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kualitas produk menjadi salah satu alasan yang membuatnya tertarik masuk ke industri AMDK.
Jika dahulu masyarakat di sejumlah wilayah masih terbiasa mengonsumsi air yang disediakan secara sederhana di rumah, menurut Yan, pola tersebut perlahan berubah.
Masyarakat semakin memperhatikan aspek higienitas dan kualitas air yang diminum.
Dari perubahan tersebut, Yan kemudian melakukan survei dan riset awal untuk melihat peluang pasar air minum di NTB.
Menurut hasil riset internal yang disampaikan manajemen CV Clini Agung, masih terdapat wilayah yang belum terjangkau secara optimal oleh distribusi produk AMDK.
“Kami melihat masih ada sekitar 65 persen area yang belum ter-cover,” katanya.
Angka tersebut merupakan hasil riset internal perusahaan, yang menjadi salah satu pertimbangan CV Clini Agung dalam menentukan arah pemasaran produk Clini.
Sigerongan, Titik Awal Perjalanan Clini
Setelah melihat peluang pasar, pertanyaan berikutnya adalah: di mana produk tersebut akan diproduksi?
Bagi industri air minum, jawabannya tidak sederhana.
Sumber air menjadi salah satu faktor paling penting dalam menentukan lokasi fasilitas produksi.
CV Clini Agung pun melakukan penjajakan terhadap sejumlah wilayah.
Yan mengungkapkan, pada awalnya kawasan Lantan, Lombok Tengah, sempat menjadi salah satu pilihan.
Namun setelah melalui kajian dan komunikasi dengan pihak terkait, perusahaan akhirnya menetapkan Sigerongan, Lombok Barat, sebagai lokasi fasilitas produksinya.
“Awalnya di Lombok Tengah, Lantan. Tapi akhirnya saya pindah ke sini,” tutur Yan.
Menurut Yan, pihaknya kemudian melakukan proses perizinan pemanfaatan sumber air dan berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai kondisi sumber air di kawasan tersebut.
Ia menyebut informasi yang diterima perusahaan menunjukkan potensi ketersediaan debit air dalam jangka panjang.
“BWS mengatakan ini sampai dengan 35 tahun ke depan tidak berkurang debitnya. Itu menurut data BWS,” ujarnya.
Untuk kebutuhan produksinya, Yan menjelaskan CV Clini Agung menggunakan air tanah melalui sumur bor sesuai izin yang dimiliki perusahaan.
Sumur tersebut, menurut dia, memiliki kedalaman sekitar 85 meter.
Pemilihan Sigerongan akhirnya menjadi titik awal perjalanan Clini untuk masuk ke pasar AMDK NTB.
Sebelum Masuk Botol, Air Melewati Proses Pengawasan
Bagi konsumen, produk akhirnya mungkin hanya terlihat sebagai botol air mineral yang praktis dibawa dan dikonsumsi.
Namun di balik botol tersebut terdapat rangkaian proses produksi yang menjadi perhatian CV Clini Agung.
Yan mengatakan perusahaan menerapkan pengawasan sejak air baku masuk hingga menjadi produk siap edar.
Laboratorium internal, menurut dia, melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap air yang digunakan dalam proses produksi.
“Setiap hari lab kami mengecek air bakunya, kandungannya berapa, pH dan TDS-nya berapa. Air setengah jadinya begitu masuk water treatment berapa, air jadinya berapa. Itu setiap hari kami dokumentasikan dan simpan,” jelasnya.
Pengawasan tersebut menjadi bagian dari sistem quality control perusahaan.
Bahkan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan parameter tertentu tidak sesuai dengan batas yang ditetapkan dalam proses produksi, perusahaan tidak akan memaksakan produksi berjalan.
“Kalau ternyata menurut hasil lab kami TDS-nya tinggi, kami stop. Kami harus melakukan backwash,” katanya.
Menurut Yan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tidak sekadar mengejar volume produksi.
Kualitas harus menjadi bagian dari proses sejak awal.
ISO 9001 Jadi Bagian dari Sistem Manajemen Mutu
CV Clini Agung juga menjadikan sistem manajemen mutu sebagai salah satu bagian penting dalam membangun produk Clini.
Yan menyampaikan perusahaan telah memperoleh sertifikasi ISO 9001, yang menurutnya menjadi bagian dari sistem manajemen mutu perusahaan.
Selain itu, ia menyebut produk juga telah melalui pengujian laboratorium secara detail sebelum memasuki pasar.
“Kami sudah mendapatkan sertifikat ISO 9001. Quality control-nya benar-benar kami jaga. Kami juga sudah melalui dua kali uji lab yang begitu detail,” katanya.
Menurut Yan, pengujian tersebut dilakukan melalui laboratorium yang disebutnya berada di Makassar dan Bandung.
Dengan sistem tersebut, perusahaan ingin membangun proses produksi yang dapat menjaga konsistensi mutu ketika produksi dan distribusi Clini semakin besar.
Bagi Clini, kualitas bukan hanya pesan yang disampaikan kepada konsumen melalui kemasan.
Kualitas juga ingin dibangun melalui proses produksi yang diawasi dari air baku hingga produk jadi.
Clini Tidak Hanya Membidik Kota
Ketika berbicara mengenai pasar, CV Clini Agung memiliki sasaran yang cukup jelas.
Perusahaan tidak ingin produk Clini hanya berputar di pusat-pusat kota.
Wilayah pedesaan hingga daerah yang selama ini dinilai belum mendapatkan distribusi AMDK secara optimal justru menjadi salah satu sasaran utama.
“Segmentasinya terutama ke daerah-daerah yang belum ter-cover, khususnya pedesaan. Sekaligus kami ingin mendorong masyarakat agar mengonsumsi air yang sehat,” ungkap Yan.
Untuk menjangkau wilayah tersebut, perusahaan menyiapkan jaringan distribusi melalui agen dan sub-agen.
Namun konsep tersebut dibuat lebih luas dari sekadar hubungan antara produsen dan distributor.
CV Clini Agung ingin para agen dan sub-agen memiliki peluang untuk berkembang bersama perusahaan.
“Kami membentuk jaringan agen dan sub-agen. Pabrik tidak akan langsung ke retail. Kami mau bekerja agar agen juga menjadi bos di perusahaan ini, bukan hanya saya,” tutur Yan.
Konsep tersebut menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan Clini sekaligus membuka peluang bisnis baru di tengah masyarakat.
Menciptakan “Bos-Bos” Baru Melalui Jaringan Clini
Kalimat Yan tentang “menciptakan bos, bukan pekerja” menjadi salah satu konsep menarik yang ditawarkan CV Clini Agung.
Perusahaan ingin membangun jaringan pemasaran yang memberikan ruang kepada agen dan sub-agen untuk memiliki bisnisnya sendiri.
Dengan model tersebut, pertumbuhan Clini diharapkan tidak hanya menguntungkan produsen, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi baru di tingkat masyarakat.
Produk keluar dari pabrik.
Agen mendapatkan ruang bisnis.
Sub-agen memperluas distribusi.
Dan konsumen mendapatkan produk yang lebih mudah dijangkau.
Inilah ekosistem yang sedang dibangun CV Clini Agung.
Yan menegaskan, perusahaan tidak berorientasi menjadi produk dengan harga paling murah.
“Kami akan berikan selisih harga yang sangat terjangkau supaya masyarakat bisa membelinya dengan cara terjangkau. Bukan termurah, bukan. Terjangkau,” katanya.
10 Tenaga Kerja Lokal, Target Berkembang hingga 50 Orang Lebih
Keberadaan CV Clini Agung di Sigerongan juga membawa peluang dari sisi tenaga kerja.
Pada tahap awal operasional, perusahaan mempekerjakan sekitar 10 orang.
Jumlah tersebut diproyeksikan berkembang seiring meningkatnya produksi dan jaringan distribusi.
“Nanti kalau ini berjalan terus, saya perkirakan tenaga kerjanya 50-an lebih,” ujar Yan.
Yang menarik, tenaga kerja awal tersebut disebut berasal dari masyarakat Sigerongan.
“Tenaga kerjanya dari Sigerongan semua,” katanya.
Artinya, ketika produksi berkembang, dampak ekonomi perusahaan diharapkan tidak berhenti pada aktivitas di dalam pabrik.
Pertumbuhan juga diharapkan mengalir melalui jaringan distribusi, agen, sub-agen, transportasi dan aktivitas ekonomi lain yang berkaitan dengan produk Clini.
Lingkungan Tetap Jadi Bagian dari Operasional
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri pengolahan air, aspek lingkungan menjadi perhatian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan produksi.
Yan mengatakan CV Clini Agung telah memenuhi dokumen lingkungan yang dipersyaratkan untuk kegiatan usahanya, termasuk UKL-UPL atau AMDAL sesuai ketentuan yang berlaku.
“UKL-UPL atau AMDAL itu wajib. Tidak bisa tidak,” tegasnya.
Selain pengelolaan lingkungan, perusahaan juga menyatakan memiliki komitmen terhadap masyarakat sekitar.
Bahkan sebelum produksi berjalan penuh, menurut Yan, kegiatan sosial telah dilakukan.
“Belum produksi saja kami sudah mengundang masyarakat, kami santuni dan lain sebagainya,” ujarnya.
Ke depan, CSR diharapkan menjadi bagian dari keberadaan CV Clini Agung di tengah masyarakat Sigerongan.
*Dari Sigerongan, Clini Membidik Seluruh NTB*
Menurut keterangan tambahan dari manajemen, memasuki awal September 2026 berbagai bahan baku untuk kebutuhan produksi telah disiapkan.
Label botol, gelas dan karton juga telah dipersiapkan untuk mendukung proses produksi dan distribusi.
Dengan seluruh tahapan tersebut, CV Clini Agung kini memasuki fase yang paling menentukan: memperkenalkan Clini kepada pasar.
Dari Sigerongan, perusahaan ingin membangun jaringan distribusi yang mampu menjangkau wilayah-wilayah yang lebih luas.
Targetnya bukan hanya konsumen di sekitar Lombok Barat.
Clini diproyeksikan berkembang melalui jaringan agen dan sub-agen menuju berbagai wilayah NTB.
Bagi Yan, perjalanan empat tahun sejak 2022 bukan sekadar proses administratif.
Ada gagasan, riset pasar, pencarian sumber air, pengurusan perizinan, pengujian, pembangunan sistem produksi hingga persiapan jaringan pemasaran.
Semua tahapan tersebut kini bertemu pada satu titik:
Clini siap memasuki pasar air mineral NTB.
Empat Tahun Persiapan, Kini Saatnya Clini Berbicara Lewat Produk
Clini datang ke pasar AMDK NTB dengan identitas yang ingin dibangun sejak awal.
Nama Clini membawa filosofi clean.
CV Clini Agung membawa sistem produksi dan manajemen mutu.
Agen dan sub-agen menjadi bagian dari strategi distribusi.
Masyarakat lokal menjadi bagian dari tenaga kerja awal.
Dan Sigerongan menjadi titik pertama perjalanan perusahaan untuk memperluas pasar ke berbagai wilayah NTB.
Perusahaan tidak menjanjikan diri sebagai produk termurah.
Sebaliknya, Clini ingin dikenal sebagai produk yang terjangkau, memiliki sistem pengawasan kualitas dan mudah diperoleh masyarakat melalui jaringan distribusi yang sedang dibangun.
“Bukan termurah, tetapi terjangkau,” kata Yan.
Kini, setelah empat tahun proses persiapan, Clini tidak lagi sekadar menjadi gagasan yang berada di atas kertas.
Dari Sigerongan, botol-botol Clini mulai disiapkan untuk menyapa konsumen NTB.
Dan perjalanan baru CV Clini Agung di industri air mineral pun resmi dimulai.
Editor : Reza









