LOMBOK BARAT, HaloNTB.com – MAN Lombok Barat kembali mencatatkan terobosan dalam sistem penghargaan siswa. Tidak hanya berfokus pada prestasi akademik dan kompetisi nonakademik, madrasah yang berlokasi di Kabupaten Lombok Barat ini kini memberikan apresiasi setara berupa beasiswa kepada siswa yang unggul dalam bidang kepemimpinan organisasi.
Kebijakan inovatif ini diresmikan langsung oleh Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., melalui penyerahan Beasiswa Komite Madrasah kepada pasangan terpilih Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (ORSIMA) periode 2026–2027. Penerima beasiswa tersebut adalah Hasbi Al Hafiz sebagai Ketua ORSIMA dan Kayla Fatimatuzzahra sebagai Wakil Ketua.
Baca juga: Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyerahan beasiswa dilakukan bertepatan dengan momen pelantikan dan serah terima jabatan pengurus ORSIMA, Senin (21/9/2026), di halaman utama MAN Lombok Barat. Langkah ini menandai pergeseran paradigma madrasah dalam mendefinisikan “prestasi”, di mana kemampuan kepemimpinan dan tanggung jawab sosial dianggap setara dengan pencapaian akademik.
H. Kemas Burhan menjelaskan bahwa pemberian beasiswa bukan sekadar hadiah atas kemenangan dalam pemilihan, melainkan bentuk pengakuan terhadap proses demokrasi yang telah dijalani. Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua ORSIMA kali ini dirancang menyerupai mekanisme Pemilihan Umum (Pemilu) tingkat nasional, melibatkan kampanye, debat visi-misi, hingga pemungutan suara yang jujur dan adil.
“Secara yuridis maupun de facto, keduanya merupakan siswa berprestasi karena telah mendapatkan kepercayaan dari seluruh warga madrasah melalui proses demokrasi yang terbuka. Kemenangan bukanlah akhir, tetapi awal dari sebuah pengabdian,” ujar Kemas Burhan dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa posisi Ketua dan Wakil Ketua ORSIMA memiliki peran strategis sebagai penggerak partisipasi siswa. Oleh karena itu, madrasah berharap kedua pemimpin muda tersebut dapat menjadi energi baru yang mampu merangkul seluruh elemen siswa, termasuk mereka yang sebelumnya berada di kubu oposisi saat pemilihan.
“Setelah terpilih, tidak ada lagi kelompok-kelompok. Semua adalah keluarga besar MAN Lombok Barat. Mereka harus menjadi pemimpin bagi seluruh siswa, bukan hanya bagi pendukungnya,” tegasnya.
Kebijakan pemberian beasiswa ini juga mencerminkan sinergi kuat antara pihak madrasah dan Komite Madrasah. Dukungan finansial dari Komite dinilai sebagai investasi pendidikan untuk membangun ekosistem sekolah yang mendukung pengembangan karakter siswa.
Hasbi Al Hafiz, Ketua ORSIMA terpilih, menyatakan rasa syukur dan tanggung jawab besar atas amanah tersebut. Ia memandang beasiswa ini sebagai motivasi tambahan untuk menjalankan program kerja ORSIMA dengan lebih optimal.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Kami mohon dukungan, arahan, dan bimbingan dari pimpinan madrasah serta guru agar program ORSIMA dapat berjalan sesuai harapan,” ungkap Hasbi.
Baca juga: Dua Siswa MAN Lombok Barat Melaju ke OMI Tingkat Provinsi 2026
Sementara itu, Kayla Fatimatuzzahra, Wakil Ketua ORSIMA terpilih, menambahkan bahwa keberhasilan kepemimpinan tidak bisa dicapai sendiri. Ia mengajak seluruh siswa untuk bersinergi menciptakan ORSIMA yang aktif dan kreatif.
“Bagi kami, ini bukan hanya penghargaan, tetapi juga motivasi untuk belajar lebih baik. Mari kita bersama-sama membangun ORSIMA yang bisa memberikan manfaat nyata bagi madrasah,” kata Kayla.
Langkah MAN Lombok Barat ini mengirimkan pesan kuat bahwa definisi prestasi di lingkungan pendidikan semakin meluas. Prestasi tidak lagi semata-mata diukur dari jumlah medali atau piala, tetapi juga dari keberanian mengambil tanggung jawab, integritas dalam proses demokrasi, dan kontribusi nyata bagi komunitas.
“Ketika seorang siswa mampu memimpin, bertanggung jawab, bekerja sama, dan memberikan manfaat bagi orang lain, itu juga merupakan sebuah prestasi yang patut diapresiasi,” pungkas Kemas Burhan.
Dengan dimulainya masa bakti 2026–2027, sorotan kini tertuju pada bagaimana Hasbi dan Kayla akan menerjemahkan kepercayaan tersebut menjadi kerja nyata, sekaligus membuktikan bahwa kepemimpinan siswa dapat menjadi motor penggerak kemajuan institusi pendidikan.









