LOMBOK BARAT, Halontb.com – Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, mengunjungi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nujumul Huda di Dusun Batusamban, Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Selasa (28/7/2026), untuk melihat langsung kondisi pascakebakaran yang menghanguskan empat ruang kelas pada Jumat pekan lalu.
Baca juga: Warga Gerung Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan, Keluarga Tolak Autopsi
Dalam kunjungan tersebut, Nurul Adha meninjau bangunan yang mengalami kerusakan berat sekaligus berdialog dengan pengelola pondok pesantren mengenai kebutuhan mendesak agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kondisinya memang cukup parah. Empat ruang kelas mengalami kerusakan berat. Karena ini madrasah, nanti akan kami komunikasikan bagaimana pemerintah daerah bisa hadir membantu, apakah melalui hibah atau skema lainnya. Nanti kita carikan solusinya,” ujar Nurul Adha.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sebelumnya telah menerima laporan mengenai musibah tersebut, namun baru dapat melakukan peninjauan langsung setelah memiliki kesempatan.

Menurutnya, penanganan darurat telah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat dengan mendirikan tenda sebagai ruang belajar sementara bagi para siswa.
“Alhamdulillah BPBD sudah langsung hadir menyediakan kelas darurat. Tetapi ini bukan solusi jangka panjang. Kelas darurat hanya bisa digunakan sementara. Selanjutnya kita harus segera mencari solusi agar ruang belajar yang layak bisa kembali digunakan,” katanya.
Baca juga: KPK Tangkap 19 Orang dalam OTT Bupati Lombok Barat, 7 Orang Dibawa ke Jakarta
Nurul Adha menegaskan pemerintah daerah akan mengupayakan rehabilitasi ruang kelas yang rusak agar para santri dapat kembali belajar dengan nyaman. Ia menyebut mekanisme bantuan, termasuk kemungkinan melalui dana hibah, masih akan dikaji sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Nujumul Huda, TGH Nafsin Kholily, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Bupati beserta perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terhadap musibah yang menimpa lembaga pendidikan tersebut.
Baca juga: Profil dan Harta Kekayaan Bupati Nonaktif Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, yang Terjaring OTT KPK
Menurutnya, pemerintah daerah berencana membantu proses rehabilitasi melalui mekanisme hibah karena madrasah berada di bawah kewenangan Kementerian Agama sehingga memiliki keterbatasan dalam memperoleh bantuan melalui dinas teknis pemerintah daerah.
“Kami bersyukur Ibu Wakil Bupati datang melihat langsung kondisi pondok. Insyaallah ada rencana bantuan melalui dana hibah sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
TGH Nafsin menjelaskan kebakaran menghanguskan empat ruang kelas MTs yang sebelumnya digunakan sekitar 28 hingga 30 siswa per kelas. Akibat kejadian itu, kegiatan belajar mengajar kini terpaksa dilakukan di tenda darurat serta dengan menggabungkan beberapa rombongan belajar ke dalam satu kelas.
“Kalau digabung seperti sekarang, satu kelas menjadi sangat padat sehingga proses belajar tentu kurang maksimal,” katanya.

Ia mengungkapkan, sebelum kebakaran terjadi, MTs Nujumul Huda sebenarnya sudah mengalami kekurangan dua ruang kelas. Dengan terbakarnya empat ruang belajar, kebutuhan ruang kelas kini bertambah menjadi enam ruang.
Saat ini jumlah siswa MTs Nujumul Huda tercatat sekitar 232 orang.
TGH Nafsin mengatakan pihak yayasan berencana membangun kembali gedung sekolah dengan konsep bangunan bertingkat guna mengatasi keterbatasan ruang belajar di masa mendatang.
“Kami memang sudah merencanakan pembangunan gedung bertingkat agar kebutuhan ruang belajar dapat terpenuhi dan proses pendidikan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Baca juga: Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Terkait penyebab kebakaran, TGH Nafsin mengatakan hingga kini pihak yayasan belum mengetahui secara pasti sumber api. Ia membantah adanya aktivitas pembakaran sampah di area sekitar sekolah pada hari kejadian berdasarkan keterangan petugas kebun.
Menurutnya, kebakaran diketahui menjelang waktu Asar ketika kondisi sekolah dalam keadaan kosong karena para santri sedang beristirahat di asrama.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, selain bangunan, sejumlah meja, kursi, lemari, dan perlengkapan belajar dilaporkan hangus terbakar.
Baca juga: Penyidik KPK Angkut Dua Mobil Mewah Bupati Non-Aktif Lombok Barat dari Rumah Dinas
Pihak pondok memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai ratusan juta rupiah. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama pengelola pondok pesantren berharap proses rehabilitasi dapat segera direalisasikan sehingga ratusan siswa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang aman dan layak.










