LOMBOK BARAT, Halontb.com — PT ASDP Indonesia Ferry bergerak cepat menangani seorang penumpang perempuan yang mengalami pecah ketuban dan diduga memasuki proses persalinan saat berada di atas KMP Portlink II dalam pelayaran dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (27/8/2026).
Penumpang tersebut diketahui bernama Ni Wayan Nanik Santik Dewi (34), warga Dusun Rincung, Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.
Peristiwa darurat medis itu terjadi sekitar pukul 09.05 WITA, ketika kapal telah berlayar sekitar tiga jam dari Padangbai. Saat kejadian, KMP Portlink II berada di sekitar perairan melintang Gili Layar dengan kondisi laut tenang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Putri Mahkota Swedia Victoria ke Lombok, NTB Siapkan Cerita Lokal untuk Dibawa ke Panggung Dunia
Informasi mengenai kondisi penumpang pertama kali diterima anak buah kapal (ABK), yang kemudian segera melaporkannya kepada nakhoda. Mendapat laporan tersebut, nakhoda langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi penumpang.
Ni Wayan Nanik saat itu didampingi suaminya. Dari pemeriksaan awal dan keterangan yang diperoleh, penumpang diketahui mengalami pecah ketuban yang mengindikasikan proses persalinan.
Nakhoda kemudian meminta informasi terkait kondisi dan riwayat kehamilan sebagai bagian dari penanganan awal. Setelah mendapatkan informasi yang diperlukan, pihak kapal segera berkoordinasi dengan DPA Cabang untuk menyiapkan tenaga medis dan ambulans di Pelabuhan Lembar.
Baca juga: Dari 6 Meter Menjadi 10,5 Meter, Wajah Baru Ruas Jereweh-Benete Usai Ditangani
Koordinasi dilakukan sejak kapal masih berada di tengah perjalanan agar ketika kapal tiba di pelabuhan, penumpang dapat langsung dievakuasi tanpa harus menunggu proses persiapan lebih lama.
Sekitar pukul 11.00 WITA, KMP Portlink II tiba dan bersandar di Dermaga IV Pelabuhan Lembar. Tim yang telah disiapkan langsung melakukan evakuasi terhadap penumpang dari kapal menuju ambulans yang telah berada di area cardeck.
Setelah berhasil dievakuasi, Ni Wayan Nanik kemudian dibawa ke RS Tripat Lombok Barat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut terkait kondisi kehamilannya. Dalam proses evakuasi, penumpang turut didampingi petugas BKK Pelabuhan Lembar.
Selain memastikan penanganan medis berjalan cepat, pihak ASDP juga memberikan bingkisan kepada Ni Wayan Nanik dan keluarga sebagai bentuk perhatian serta kepedulian terhadap penumpang yang mengalami kondisi darurat selama perjalanan.

Respons cepat awak kapal dan koordinasi lintas petugas sejak kapal masih berada di laut menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pertolongan. Langkah tersebut memungkinkan fasilitas medis dan ambulans telah tersedia ketika kapal tiba di Pelabuhan Lembar.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan awak kapal dalam menghadapi kondisi darurat, terutama ketika penumpang membutuhkan pertolongan medis segera selama pelayaran.
Baca juga: 22 Hari Koma Usai Diduga Dikeroyok di Kafe Mataram, Keluarga Korban Desak Polisi Usut Semua Pelaku
Penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari penerimaan laporan, pemeriksaan awal, koordinasi dengan pihak terkait, hingga evakuasi menuju fasilitas kesehatan.
Bagi layanan penyeberangan, situasi darurat medis seperti ini membutuhkan respons cepat dan koordinasi yang tepat. Kesiapan kru kapal menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas selama perjalanan.
Melalui penanganan tersebut, ASDP menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang tidak hanya mengutamakan kelancaran operasional, tetapi juga aspek keselamatan dan kepedulian terhadap kemanusiaan.
Kecepatan awak KMP Portlink II dalam merespons kondisi penumpang, ditambah kesiapan petugas di Pelabuhan Lembar, memastikan ibu hamil tersebut dapat segera mendapatkan pertolongan setelah kapal tiba di daratan Lombok Barat.










