Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka

- Wartawan

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Dinas PUPRPKP NTB, serta Komisi V DPRD Provinsi NTB, saat turun melakukan pemeriksaan teknis bangunan di SMAN 7 Mataram, Selasa (19/5/2026). (Foto: Diskominfotik NTB).

Tim gabungan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Dinas PUPRPKP NTB, serta Komisi V DPRD Provinsi NTB, saat turun melakukan pemeriksaan teknis bangunan di SMAN 7 Mataram, Selasa (19/5/2026). (Foto: Diskominfotik NTB).

MATARAM, Halontb.com — Sebagian bangunan di SMAN 7 Mataram roboh pada Selasa (19/5/2026) saat aktivitas belajar mengajar masih berlangsung. Insiden yang terjadi pada waktu jam istirahat tersebut menyebabkan lima siswa mengalami luka-luka dan memicu investigasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh siswa yang menjadi korban dilaporkan mengalami luka ringan hingga trauma akibat tertimpa material bangunan.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB sekaligus Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, H. Ahsanul Khalik, mengatakan area yang ambruk mencakup dua ruang kelas belajar yang berada di salah satu sisi bangunan sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan laporan sementara, terdapat lima orang siswa yang menjadi korban. Seluruh korban mengalami luka ringan dan lecet. Empat siswa sudah diperbolehkan pulang, sementara satu siswa masih menjalani observasi di rumah sakit untuk penanganan trauma,” ujar Ahsanul dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).

Tim gabungan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Dinas PUPRPKP NTB, serta Komisi V DPRD Provinsi NTB telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan pemeriksaan teknis bangunan.

Kronologi dan Penyebab Awal

Peristiwa robohnya atap sekolah terjadi ketika para siswa tengah memasuki waktu istirahat. Kondisi tersebut dinilai mengurangi potensi jatuhnya korban lebih banyak karena sebagian besar siswa berada di luar ruang kelas saat kejadian berlangsung.

Sejumlah saksi di lokasi menyebut suara retakan terdengar beberapa saat sebelum bagian atap mendadak ambruk dan menimpa area kelas. Para siswa dan guru panik berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri.

Petugas gabungan segera melakukan evakuasi terhadap siswa yang terluka serta mengamankan area bangunan untuk mencegah risiko susulan.

Dugaan Awal Kegagalan Struktur Atap

Hasil pemeriksaan sementara dari tim teknis menunjukkan adanya dugaan kegagalan pada struktur bagian atas bangunan. Konstruksi kap atap berbahan rangka kayu dilaporkan mengalami patah sehingga tidak mampu menopang beban penutup atap berupa genteng beton.

Pemerintah Provinsi NTB kini melakukan investigasi lebih mendalam guna memastikan penyebab utama ambruknya bangunan tersebut, termasuk mengevaluasi standar konstruksi dan usia bangunan.

Selain itu, pemeriksaan menyeluruh juga dilakukan terhadap bangunan lain di lingkungan sekolah untuk memastikan keamanan aktivitas belajar mengajar.

Bangunan Lama Masuk Prioritas Rehabilitasi

Berdasarkan data pemerintah daerah, ruang kelas yang roboh merupakan bangunan lama yang dibangun pada tahun 2006 melalui dukungan komite sekolah. Kondisi bangunan tersebut sebelumnya telah masuk daftar prioritas rehabilitasi melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024.

Namun, proses pemanfaatan ruang kelas baru disebut belum dapat dilakukan akibat proyek pembangunan yang belum rampung dan kini tersandung persoalan hukum.

Menurut Ahsanul Khalik, proyek pembangunan ruang kelas baru di SMAN 7 Mataram sebenarnya telah memperoleh alokasi anggaran melalui DAK 2024. Akan tetapi, pembangunan disebut belum selesai meski pembayaran program telah dilakukan.

“Apabila pembangunan ruang kelas baru dapat diselesaikan sesuai perencanaan, para siswa semestinya sudah dipindahkan ke ruang belajar yang lebih aman dan layak,” katanya.

Saat ini proyek DAK 2024 tersebut masih dalam penanganan aparat penegak hukum untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Pemprov NTB Tanggung Biaya Pengobatan

Merespons insiden tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menyatakan fokus utama saat ini adalah penanganan korban serta pemulihan kondisi psikologis siswa terdampak.

Gubernur NTB disebut telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah terkait untuk mempercepat langkah penanganan darurat, termasuk pemeriksaan struktur sekolah dan pendampingan trauma bagi siswa.

Pemerintah daerah juga memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung penuh oleh pemerintah.

Insiden robohnya atap sekolah ini kembali menyoroti persoalan keselamatan infrastruktur pendidikan di daerah, terutama bangunan sekolah lama yang belum mendapatkan rehabilitasi menyeluruh. Pemerintah diminta segera melakukan audit kondisi fisik sekolah-sekolah guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Sumber Berita : Taufik

Berita Terkait

Lapas Lobar Dorong Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Padi 1,3 Hektare, Libatkan Warga Binaan
Pemprov NTB Cari Jalan Keluar Krisis Air Bersih Gili
Warga Labuapi Tolak Pembangunan Akses Jalan Perumahan, Petani Persoalkan Pemindahan Saluran Irigasi
Dari 6 Meter Menjadi 10,5 Meter, Wajah Baru Ruas Jereweh-Benete Usai Ditangani
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Terjual 50%, Pemprov NTB Genjot Infrastruktur dan Layanan Inklusif
Korban KMP Putri Yasmin Meninggal setelah Delapan Hari Dirawat, Keluarga Pertanyakan Tanggung Jawab Perusahaan
Hari Ketiga Pencarian KMP Putri Yasmin, Satu Penumpang Selamat, 4 Orang Masih Dicari
Wabup UNA Bersama Menhub dan Gubernur NTB Jenguk Korban KMP Putri Yasmin di RSUD Tripat

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 10:39 WITA

Dari Layanan Listrik hingga Kepedulian Lingkungan, PLN UP3 Bima Tegaskan Diri sebagai Mitra Daerah

Jumat, 4 September 2026 - 06:03 WITA

Diklat Advokasi Nasional SP PLN di NTB, Perkuat Garda Terdepan Perlindungan Hak Pekerja

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:00 WITA

Dari NTB untuk Generasi Masa Depan, Bank NTB Syariah Sabet Penghargaan KEJAR Terbaik di Kawasan Timur Indonesia

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:55 WITA

Dari Hotel ke Destinasi Wisata, Kolaborasi PLN-Lombok Garden Hotel Bangun Ekosistem EV di Pulau Lombok

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:29 WITA

Bank NTB Syariah dan UNIZAR Satukan Kekuatan, Kolaborasi Pendidikan hingga Pengabdian untuk Kemajuan NTB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:51 WITA

Gilimanuk Jadi Titik Awal Revolusi Energi Surya, Bali Disiapkan Punya 1.000 MWp PLTS

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:19 WITA

Tak Sekedar Menyalurkan Bantuan, Bank NTB Syariah Kawal Kebutuhan Warga Terdampak Kebakaran Sade

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:46 WITA

Dari Keandalan Listrik hingga Kepedulian Sosial, PLN UP3 Sumbawa Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Berita Terbaru