Warga Gerung Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan, Keluarga Tolak Autopsi

- Wartawan

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

suasana di lokasi kejadian menunjukkan keluarga korban tengah didampingi pihak kepolisian dan warga sekitar pasca-peristiwa yang menimpa keluarga mereka, Selasa (28/7/2026) di Gerung, Lombok Barat.(Foto: Istimewa)

suasana di lokasi kejadian menunjukkan keluarga korban tengah didampingi pihak kepolisian dan warga sekitar pasca-peristiwa yang menimpa keluarga mereka, Selasa (28/7/2026) di Gerung, Lombok Barat.(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Seorang pria berinisial IMS (51), yang berprofesi sebagai wiraswasta, ditemukan meninggal dunia di emperan belakang rumahnya pada Selasa (28/7/2026) pagi.

Bertempat di Lingkungan Babakan, Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Baca juga: Ratusan Wali Murid Sepakati Kolaborasi Pendidikan, MAN Lombok Barat Tegaskan Rumah dan Madrasah Satu Irama

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh istri korban, NS (49), sekitar pukul 05.45 WITA. Saat hendak menuju ke dapur, NS mendapati suaminya sudah dalam posisi tergantung menggunakan tali rafia berwarna hijau yang terikat pada besi rangka atap emperan.

Sontak, istri korban histeris dan panik. Dalam upaya menyelamatkan nyawa suaminya, NS mengambil pisau dapur dan langsung memotong tali yang menjerat leher korban.

Namun, karena tidak sanggup mengangkat tubuh suaminya sendirian, korban terjatuh ke lantai teras.

Baca juga: Polda NTB Bongkar Kasus Curanmor Honda Beat Street, Pelaku dan Penadah Ditangkap

NS kemudian berlari keluar rumah sambil berteriak meminta bantuan warga dan kerabat terdekat.

Salah satu kerabat korban, KS (50), dan tetangga sekitar yang mendengar teriakan histeris tersebut langsung menuju ke lokasi kejadian.

Korban yang sudah dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri segera dievakuasi menggunakan mobil pribadi menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tripat Gerung untuk mendapatkan pertolongan medis secara darurat.

Baca juga: KPK Tangkap 19 Orang dalam OTT Bupati Lombok Barat, 7 Orang Dibawa ke Jakarta

Pihak kepolisian dari Polsek Gerung dan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Lombok Barat yang menerima laporan langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal dan olah TKP.

Saat petugas tiba di lokasi, korban sudah berada di RSUD Tripat. Di TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti penting.

Antara lain dua utas tali rafia berwarna hijau yang sudah terpotong dengan panjang masing-masing sekitar 1,5 meter dan 15 cm.

Baca juga: Legislator NTB H. Suharto Sosialisasikan Raperda Pencegahan Pinjol Ilegal dan Judi Online di Lombok Barat

Kemudian tiga buah kursi plastik warna hijau yang teratur tertumpuk, satu bilah pisau dapur, sepasang sandal jepit, serta teko dan gelas plastik.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.SOU., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Sesuai SOP penangan kepolisan Terkait orang/korban di temukan gantung diri Polsek Gerung segera berkoordinasi dngn Sat Reskrim Polres Lombok Barat dngn langsung d lakukan olah TKP unit Ident dn pamapta Polres lobar melakukan cek dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta hasil pemeriksaan medis awal dari pihak rumah sakit,” ujar Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, dalam keterangan resminya pada Selasa (28/7/2026).

Baca juga: KPK Periksa 13 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Lombok Barat Nonaktif

Dokter pemeriksa di UGD RSUD Tripat Gerung menyatakan bahwa saat tiba di ruang tindakan, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri tanpa adanya respons, denyut jantung, maupun napas spontan.

Upaya ventilasi manual yang dilakukan oleh tim medis juga tidak memberikan respons hingga korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Selanjutnya, petugas kepolisian berkoordinasi dengan tim medis untuk melakukan Visum et Repertum (VER) luar terhadap jenazah korban.

Baca juga: Miq Tuan Dar Apresiasi Langkah Humanis Kapolres Baru Lombok Barat, Siap Bersinergi Jaga Kamtibmas

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh dokter, ditemukan luka bekas jeratan disertai pembengkakan pada leher korban.

Tim medis memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari benda tajam maupun benda tumpul lainnya, serta tidak ada tanda-tanda perlawanan.

Diperkirakan korban telah meninggal dunia kurang dari dua jam sebelum tiba di rumah sakit.

Baca juga: Respons Cepat Pemprov NTB: TRC Infrastruktur Alokasikan Rp700 Juta Perbaiki Jalan Kuripan–Kediri

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari para saksi dan keluarga dekat, korban diduga mengalami tekanan akibat permasalahan ekonomi dan utang piutang yang menumpuk.

Sebelum peristiwa ini terjadi, korban diketahui kerap mengeluhkan kondisinya yang kesulitan menghadapi utang yang terus menumpuk.

Bahkan sempat beberapa kali mengungkapkan niatnya untuk mengakhiri hidup. Selain dari keterangan keluarga, pihak kepolisian juga menemukan bukti elektronik berupa percakapan pesan singkat yang memperkuat adanya masalah ekonomi yang dihadapi korban.

Baca juga: Tekan Angka Pernikahan Dini, DSP3A Lombok Barat Jadikan Gerung Selatan Percontohan Desa Ramah Anak

Guna memastikan penyebab pasti kematian korban, penyidik sempat berkoordinasi dan menawarkan tindakan autopsi kepada pihak keluarga. Namun, pihak keluarga secara resmi menolak proses autopsi tersebut.

Keluarga menyatakan telah ikhlas dan menerima kejadian tragis ini sebagai sebuah musibah serta memutuskan untuk tidak menuntut pihak manapun di kemudian hari.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BKD Mataram Akui PT Tukad Mas Pernah Sewa Lahan Karang Anyar, Tetapi Kepastian Status Tanah Masih Menunggu Telaah Pimpinan
Kapolda NTB Matangkan Jalur Penonton dan VVIP Jelang MotoGP Mandalika
Kaca Truk Pecah Diduga Dilempar Petugas Jembatan Timbang Bertais, Dishub Lobar: Bukan Anggota Kami
Ketua KPU Lombok Barat Penuhi Panggilan KPK, Serahkan Dokumen Penetapan Pemenang Pilkada 2024
Kejari Mataram Geledah KPU Lombok Barat, Usut Dugaan Korupsi Dana Pilkada Rp24 Miliar
KPK Kembali Panggil Ketua KPU Lombok Barat dan 10 Saksi Lain di Yogyakarta
WNA Berhasil Dievakuasi Selamat oleh Tim SAR Gabungan Usai Alami Kecelakaan di Gunung Rinjani
352 Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan Massal Usai Santap MBG

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:51 WITA

Tak Cukup Hadirkan Listrik, PLN NTB Bangun Budaya Selamat di Kalangan Pelaku UMKM Sumbawa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Setelah Delapan Tahun Absen, Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR, Kuota Rp40 Miliar Disiapkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:58 WITA

Keandalan Listrik Tak Cukup Dibangun dengan Infrastruktur, PLN Ingatkan Bahaya Aktivitas di Jalur SUTT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:54 WITA

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan di NTB, Pengujian SLO PLTS Sengkol Jadi Langkah Jaga Pelayanan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:45 WITA

Saat Sumber Air Mengering di Lombok Utara, 90 Ribu Liter Air Bersih Mengalir Berkat Inisiatif Perempuan Desa Medana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:49 WITA

Bank NTB Syariah dan Toko Ladang Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital, Layanan Keuangan Terintegrasi Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:48 WITA

Keselamatan Petugas Jadi Kunci Keandalan Listrik, PLN UP3 Mataram Raih Penghargaan Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:02 WITA

Lebih dari Sekadar Terang, PLN Tegaskan Listrik Jadi Penopang Ekonomi Rakyat dan Masa Depan Generasi Bangsa

Berita Terbaru