LOMBOK BARAT, Halontb.com – Masyarakat di Kelurahan Gerung Selatan, Kabupaten Lombok Barat, khususnya warga di kawasan BTN Reyan Baru, akhirnya bisa bernapas lega setelah distribusi air bersih dari PDAM mulai kembali mengalir. Namun, pemulihan layanan yang sempat mati total selama empat hari ini menyisakan catatan kritis bagi pihak penyedia layanan.
Lurah Gerung Selatan, Akhwan Mashudi, menegaskan bahwa krisis air yang melumpuhkan aktivitas warga tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi PDAM dalam mengelola sistem distribusi dan komunikasi.
Baca juga: Lombok Barat Tetapkan Status Siaga Kekeringan, 124 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Air adalah kebutuhan paling mendasar. Ketika aliran mati total hingga empat hari, masyarakat tentu panik karena kebutuhan minum, memasak, hingga sanitasi terganggu. Kejadian ini harus menjadi evaluasi serius bagi semua pihak,” ujar Akhwan saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).

Akhwan menyoroti minimnya koordinasi dari pihak PDAM selama proses perbaikan jaringan berlangsung. Ia mengungkapkan bahwa pihak kelurahan tidak mendapatkan informasi yang memadai mengenai jadwal perbaikan maupun estimasi waktu pengerjaan.
“Kami tidak menerima koordinasi maksimal. Bahkan melalui media massa pun, kami tidak tahu kapan perbaikan dimulai dan kapan normal kembali. Tiba-tiba masyarakat sudah mengeluh air mati,” keluhnya.
Baca juga: Pelabuhan Senggigi Melejit: PAD Tembus 97 Persen, Wisatawan Naik 10 Kali Lipat
Oleh karena itu, ia mendesak agar PDAM segera menyusun dan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang transparan. Menurutnya, pemberitahuan lebih awal kepada pelanggan melalui kanal resmi, media sosial, atau berkoordinasi langsung dengan pemerintah wilayah adalah langkah wajib agar mitigasi dapat dilakukan lebih dini.
“Jika ada pemberitahuan lebih awal, kami di kelurahan bisa segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan bantuan mobil tangki air. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan selama proses perbaikan berlangsung,” tegasnya.
Baca juga: Targetkan Nol Kemiskinan Ekstrem, Pemprov NTB Evaluasi Total Pola Kerja OPD
Krisis ini memukul keras warga di kawasan perumahan seperti BTN Reyan Baru yang selama ini menggantungkan diri sepenuhnya pada jaringan PDAM. Berbeda dengan permukiman lama yang sebagian masih memiliki akses sumur bor, warga perumahan praktis tidak memiliki sumber air alternatif.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kelurahan Gerung Selatan berencana melakukan langkah preventif ke depan. Akhwan berencana mengajak pengurus masjid dan musala setempat untuk menginisiasi pembangunan sumur bor sebagai cadangan darurat.
“Harapannya, jika kejadian serupa terulang, masyarakat masih memiliki akses air melalui fasilitas umum. Kami juga akan memperkuat solidaritas warga agar saling berbagi jika ada tetangga yang memiliki akses sumur bor,” jelasnya.
Baca juga: Gubernur Iqbal Pastikan Penyaluran Bantuan Desa Berdaya Tepat Sasaran di Lombok Barat
Berdasarkan pantauan lapangan hingga hari keempat, distribusi air memang telah kembali ke beberapa titik. Namun, Akhwan mencatat bahwa pemulihan belum merata. Di beberapa wilayah dataran tinggi, air hanya mengalir tipis pada dini hari atau pagi hari.
Kantor Kelurahan Gerung Selatan sendiri juga terdampak, namun berkat ketersediaan tandon air, pelayanan publik di kantor tersebut tetap berjalan normal.
“Kami berharap PDAM meningkatkan kualitas pelayanannya dengan komunikasi yang lebih terbuka. Kami meminta warga untuk tetap bersabar karena meski sudah mengalir, kondisinya belum pulih sepenuhnya. Kami akan terus memantau hingga distribusi kembali normal bagi seluruh pelanggan,” pungkasnya.











