Lombok Barat Tetapkan Status Siaga Kekeringan, 124 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan

- Wartawan

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Lombok Barat bersama instansi terkait menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.(Foto: Istimewa)

BPBD Lombok Barat bersama instansi terkait menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Memasuki puncak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat resmi menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan. Keputusan ini diambil sebagai langkah preventif menyusul laporan kekeringan yang mulai melanda lima kecamatan di wilayah tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat mencatat, kondisi kekeringan tahun ini diperkirakan akan lebih ekstrem seiring dengan prediksi fenomena El Nino yang diprakirakan terjadi pada Juli 2026.

Baca Juga: Membanggakan! Siswa MAN Lombok Barat Siap Harumkan Nama NTB di Piala Dunia Anak Indonesia 2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lombok Barat, Toni Hidayat, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa status Siaga Darurat telah diberlakukan sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

“Kami telah melakukan koordinasi intensif dengan BMKG dan instansi terkait. Potensi El Nino membuat kami harus lebih sigap dalam mengantisipasi dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Toni di Lombok Barat, Kamis (2/7).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lombok Barat, Toni Hidayat (tengah).

Berdasarkan data asesmen cepat, kekeringan kini mulai dirasakan di lima kecamatan, yakni Kecamatan Kuripan, Sekotong, Gerung, Batulayar, dan Lembar. Hingga saat ini, lima desa telah mengajukan permohonan bantuan air bersih secara resmi, meliputi Desa Taman Baru, Desa Kuripan Selatan, Desa Banyurit, Desa Cendi Manik, dan Desa Sekotong Barat.

Baca juga: Gedung SMKN 1 Gerung Kritis: 5 Kelas Terancam Ambruk, Siswa Terpaksa Belajar di Parkir Bersekat Triplek

Sejak dimulainya operasi penanganan pada 23 Juni lalu, BPBD telah mendistribusikan total 124.000 liter air bersih. Bantuan ini tercatat telah menjangkau 3.621 kepala keluarga (KK) yang terdampak krisis air.

“Pendistribusian dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil verifikasi lapangan. Beberapa desa bahkan sudah menerima bantuan hingga tiga kali penyaluran, tergantung tingkat kebutuhan mendesak di wilayah tersebut,” tambahnya.

Baca juga: Polemik Tabungan Siswa SDN 5 Babussalam Berakhir, Seluruh Dana Dikembalikan Sebelum Tenggat Waktu

Dalam upaya penanganan yang optimal, BPBD Lombok Barat tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng lintas instansi, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran, PDAM Giri Menang, Bank NTB Syariah, PMI, Dinas Sosial, hingga Dinas Pertanian.

Namun, di balik upaya tersebut, Toni mengakui adanya tantangan logistik terkait keterbatasan armada tangki air. Pihaknya kini tengah melakukan koordinasi dengan BNPB dan Pemerintah Provinsi NTB untuk memohon tambahan armada agar distribusi tetap lancar jika sebaran kekeringan meluas.

Baca juga: BPKH Resmi Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Sediakan 9 Posisi Strategi untuk Talenta Terbaik

Menghadapi potensi cuaca ekstrem ke depan, BPBD Lombok Barat mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan air bersih.

“Kami minta masyarakat menggunakan air secara hemat dan hanya untuk kebutuhan prioritas, seperti minum, memasak, dan sanitasi pokok. Langkah ini penting agar cadangan air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan selama musim kemarau berlangsung,” pungkas Toni.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau situasi di lapangan. Apabila eskalasi kekeringan meluas, pemerintah tidak menutup kemungkinan akan melakukan evaluasi status bencana untuk meningkatkan respons penanganan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pasca OTT Bupati Lobar, Aktivis dan LSM Bentuk FBI: Desak Bersihkan Dinasti LAZ dan Evaluasi Total Birokrasi
Miq Tuan Dar Apresiasi Langkah Humanis Kapolres Baru Lombok Barat, Siap Bersinergi Jaga Kamtibmas
Tingkatkan Standar Pelayanan, ASDP Lembar Resmi Terapkan Sistem Zonasi dan Face Recognition
Polemik Berakhir Damai, Ponpes Al-Ishlahuddiny Terima Permohonan Maaf tvOne dan Imbau Jamaah Jaga Kondusivitas
Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028
Polemik Penyetopan Truk di Lombok Barat: Fakta Mediasi Terkuak, Dana CSR Disorot, Sopir Ancam Demo
Tekan Angka Pernikahan Dini, DSP3A Lombok Barat Jadikan Gerung Selatan Percontohan Desa Ramah Anak
Pasca Pemasangan Plang, Sengketa Lahan Wakaf di Kuripan Memanas: Pemdes Klaim Putusan Hukum, Ahli Waris Soroti Prosedur

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:16 WITA

3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:32 WITA

Polda NTB Bongkar Jaringan Curanmor di Sekotong, Tiga Unit Motor Diamankan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:15 WITA

Perkuat Toleransi di NTB, PMB LP2M UIN Mataram Gelar Moderation Connect Ke-3

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:58 WITA

Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:03 WITA

Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:03 WITA

SK Tahunan Dipersoalkan, Ribuan Guru PPPK Lombok Barat Desak Kepastian Masa Kerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:49 WITA

Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Berita Terbaru