Pasca OTT Bupati Lobar, Aktivis dan LSM Bentuk FBI: Desak Bersihkan Dinasti LAZ dan Evaluasi Total Birokrasi

- Wartawan

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Forum Dialog Lombok Barat, Sahban, menjadi salah satu inisiator terbentuknya Forum Bersih dan Berintegritas (FBI) Lombok Barat.

Ketua Forum Dialog Lombok Barat, Sahban, menjadi salah satu inisiator terbentuknya Forum Bersih dan Berintegritas (FBI) Lombok Barat.

LOMBOK BARAT, Halontb.com — Gelombang penolakan terhadap warisan kepemimpinan Bupati Lombok Barat nonaktif, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), kian menguat. Sebagai respons atas penetapan LAZ sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), perwakilan aktivis, tokoh masyarakat, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari 10 kecamatan di Lombok Barat menggelar musyawarah besar pada Minggu (26/7/2026).

Hasil dari pertemuan strategis tersebut adalah pembentukan sebuah wadah konsolidasi masyarakat sipil bernama Forum Bersih dan Berintegritas (FBI) Lombok Barat. Forum ini dibentuk dengan mandat utama mengawal pemulihan tata kelola pemerintahan daerah pasca skandal Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat orang nomor satu di Lombok Barat tersebut.

Baca juga: Profil dan Harta Kekayaan Bupati Nonaktif Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, yang Terjaring OTT KPK

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Forum Dialog Lombok Barat, Sahban, yang juga menjadi inisiator pembentukan FBI, menyatakan bahwa kehadiran forum ini merupakan bentuk “kegugahan hati” masyarakat untuk membersihkan Lombok Barat dari praktik-praktik buruk masa lalu.

“Kami lebur semua elemen, mulai dari LSM, aktivis, hingga tokoh masyarakat dari 10 kecamatan menjadi satu kekuatan. Tujuan kami jelas: memulihkan Lombok Barat,” ujar Sahban dalam keterangannya kepada awak media, Senin (27/7/2026).

Baca juga: KPK Geledah Dua Rumah Pribadi Bupati Nonaktif Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini

Suasana Musyawarah besar dari perwakilan Aktivis, LSM, dan tokoh masyarakat dari 10 kecamatan di Lombok Barat untuk mengawal kebijakan, menegakkan integritas, dan membersihkan Gumi Patut Patuh Patju.

FBI Lombok Barat menyampaikan lima tuntutan mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD):

1. Penghapusan MARS Lombok Barat: Masyarakat menilai slogan atau program “MARS” sarat dengan nuansa politis pribadi mantan bupati. FBI menuntut pengembalian ke sejarah awal tanpa embel-embel politik identitas tertentu untuk mencegah kegaduhan sosial.
2. Evaluasi Menyeluruh OPD: FBI mendesak evaluasi total terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dibentuk atau direstrukturisasi di era LAZ. Mereka menduga banyak posisi strategis diisi oleh kalangan loyalis untuk kepentingan golongan tertentu, bukan meritokrasi.
3. Penurunan Foto Tersangka: Sebagai bentuk malu dan integritas, FBI menuntut agar foto LAZ segera diturunkan dari seluruh ruangan kantor OPD. “Memajang foto tersangka korupsi di kantor pemerintah adalah aib. Tamu akan bertanya, ‘Apakah ini kantornya koruptor?’,” tegas Sahban.
4. Revisi Slogan Kerja Nyata: Slogan andalan LAZ, “Kerja Nyata”, dinilai sebagai alat framing atau pencitraan semata yang menutupi praktik tipu daya, termasuk dalam pembangunan alun-alun dan proyek fisik lainnya. FBI meminta slogan tersebut diganti dengan simbol baru yang lebih inklusif di bawah kepemimpinan Plt. Bupati nanti.
5. Pembersihan Nepotisme di RSUD dan PDAM: Tuntutan paling keras ditujukan pada penggantian direksi PDAM Giri Menang dan pengurus Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). FBI menyoroti adanya praktik nepotisme di mana jabatan strategis diisi oleh keluarga atau kerabat dekat tanpa kompetensi yang memadai.

Baca juga: KPK Segel Dua Mobil di Rumah Dinas Bupati Lombok Barat

Dalam paparannya, Sahban secara spesifik menyebut nama Rasinah Abdul Sigit, seorang mantan wartawan yang kini menjabat sebagai Dewan Pengawas (Dewas) RSUD. FBI mempertanyakan legalitas dan kompetensi Sigit mengingat peraturan perundang-undangan (Permendagri dan Permenkes) mensyaratkan Dewas RSUD harus berasal dari latar belakang kesehatan atau manajemen rumah sakit, bukan jurnalis.

“Kami mohon DPRD dan Ibu Bupati (Plt.) segera mencabut jabatan Saudara Rasinah Abdul Sigit. Ini kelalaian kita bersama selama ini tidak mengkritisi. Dia tidak punya keahlian di bidang kesehatan, sehingga pelayanan RSUD menjadi amburadul,” desak Sahban.

Baca juga: KPK Geledah Kantor Bupati, Rumah Dinas, hingga Dinas PUPRPKP Lombok Barat

Hal serupa juga disoroti di PDAM Giri Menang. FBI menilai pelayanan air minum masih buruk dan diduga kuat direksi saat ini, Sudirman, adalah bagian dari lingkaran keluarga LAZ. “Segera ganti Direksi PDAM dan seluruh pengawasnya. Jangan sampai kita kehabisan orang cerdas di Lombok Barat hanya karena kursi dikuasai keluarga,” tambahnya.

Tidak berhenti pada isu personel, FBI juga menyoroti anomali keuangan daerah. Mereka mempersoalkan pemberian predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di tengah banyaknya dugaan proyek “gobrok” atau tidak berkualitas. FBI berencana melaporkan hal ini ke Inspektorat Jenderal dan BPK untuk audit ulang.

Baca juga: Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Usai Nobar Final Piala Dunia, Ruang Kerja Disegel

Selain itu, aplikasi layanan publik bernama “Hawa” juga menjadi sorotan. FBI menemukan indikasi manipulasi data di mana laporan masyarakat di aplikasi tidak sesuai dengan fakta lapangan. “Ini tipu-tipu digital. Kami akan laporkan Dinas Kominfo dan Inspektorat terkait temuan ini,” pungkas Sahban.

Sebagai tindak lanjut, Kepengurusan FBI Lombok Barat akan segera menyusun surat resmi untuk meminta audiensi (hearing) dengan DPRD dan Plt. Bupati Lombok Barat. Sahban menegaskan bahwa pendekatan awal adalah kooperatif, namun mereka siap melakukan tekanan politik lebih lanjut jika aspirasi masyarakat diabaikan.

Baca juga: KPK Tangkap 19 Orang dalam OTT Bupati Lombok Barat, 7 Orang Dibawa ke Jakarta

“Ini murni aspirasi masyarakat yang lama tertidur akibat framing kekuasaan sebelumnya. Jika tidak didengarkan, kami akan lakukan pergerakan politik. Kami tidak mengancam, tapi ini hak konstitusional rakyat untuk mengawasi pejabatnya,” tutup Sahban.

Pembentukan FBI Lombok Barat menandai babak baru partisipasi sipil di daerah tersebut, di mana masyarakat tidak lagi pasif, melainkan aktif menuntut akuntabilitas dan pembersihan birokrasi dari sisa-sisa praktik korupsi dan nepotisme.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HUT ke-20 Laskar NTB, Miq Tuan Dar Tegaskan Komitmen Setia Mendampingi Masyarakat
Geger! Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Bukit Lendang Luar, Basarnas Evakuasi Korban
Khairunnisa Qariah Asal Bima Juara 1 MTQ Nasional XXXI, NTB Naik ke Peringkat 9
Ribuan Jamaah Tumpah Ruah di Alun-Alun Giri Menang, Muhasabah Akbar Bersama UAS Getarkan Lobar
Polda NTB Hadirkan Solusi Cepat Krisis Air Gili Trawangan, Distribusi Kembali Normal
Lapas Lobar Dorong Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Padi 1,3 Hektare, Libatkan Warga Binaan
Pemprov NTB Cari Jalan Keluar Krisis Air Bersih Gili
Warga Labuapi Tolak Pembangunan Akses Jalan Perumahan, Petani Persoalkan Pemindahan Saluran Irigasi

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:23 WITA

PLN UP3 Bima Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Kelistrikan Diarahkan Dukung Ketahanan Pangan NTB

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:26 WITA

Dari Layanan Kelistrikan hingga Kepedulian Sosial, PLN Perkuat Kontribusi bagi Masyarakat Sumbawa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PLN Perluas Makna Pengabdian, Hadirkan Energi Inspirasi bagi Pendidikan Anak-anak Lombok Utara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Dari NTB ke Jepang, Bank NTB Syariah Gandeng Lembaga Pelatihan untuk Perkuat Pembiayaan Pemagangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:36 WITA

Danantara Dorong BUMN Utamakan Pelanggan, PLN Masuk Dua Besar Layanan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:25 WITA

Efek MotoGP Mandalika, Pelindo Catat Lonjakan Penumpang 40 Persen dan Kendaraan 32 Persen

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:57 WITA

Bukan Hanya Balapan, Keandalan Listrik PLN Jadi Penopang Citra Mandalika di Panggung Dunia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:51 WITA

Mandalika Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan, PLN Hadirkan SPKLU Fast Charging Saat MotoGP 2026

Berita Terbaru