LOMBOK BARAT, Halontb.com — Pondok Pesantren NU Abhariyah menggelar Wisuda Takhasus untuk Santri dan Santriyat yang sudah menyelesaikan pendidikan selama 7 tahun di Ponpes NU Abhariyah.
Jumlah santri yang di wisuda sebanyak 16 orang santri, wisuda dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Hj.Sari Yulianti. Kepala Kantor Kemenag NTB, H.Zamroni Aziz dan para orang tua santri dan jama’ah ponpes NU Abhariyah. Dalam sambutannya, Pengasuh Ponpes NU Abhariyah, Ustadz Imam Kafali, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian serta kontribusi nyata yang konsisten diberikan oleh Anggota DPR RI, Hj. Sari Yuliati, terhadap keberlangsungan pendidikan para santri, pada Selasa (4/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengasuh Ponpes NU Abhariyah Ustadz Imam Kafali mengungkapkan rasa bangga atas kehadiran dari Wakil Ketua DPR RI Hj.Sari Yuliati, dimana hubungan Ponpes NU Abhariyah dengan Sari Yuliati sudah seperti keluarga,” Saya dan Ibu Sari ini sudah seperti saudara, sehingga ibu Sari ini adalah bagian dari keluarga besar ponpes NU Abhariyah,”ujarnya.

Ia menuturkan, Hj Sari sudah lama peduli terhadap ponpes NU Abhariyah, karena sejak tahun 2019, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) telah disalurkan secara konsisten tanpa terkecuali kepada seluruh santri di Ponpes NU Abhariyah.” Sejak tahun 2019, Ibu Sari sudah menyalurkan bantuan untuk Abhariyah,”ujarnya.
Baca juga: Tenggang Waktu Menipis, DPRD Lombok Barat Desak Pemda Tuntaskan Status 31 Honorer Sebelum Desember
Program ini dinilai sangat membantu para santri yang mayoritas berasal dari kalangan menengah ke bawah, sehingga mereka yang sebelumnya terancam putus sekolah akibat kendala biaya dapat terus melanjutkan pendidikannya.
“Sistem yang kami terapkan di sini, ketika PIP ini dicairkan untuk jenjang SMP, dicairkan langsung oleh orang tuanya. Kami sarankan untuk menyelesaikan kewajiban administrasi pesantren. Alhamdulillah, santri dan wali santri di Ponpes Abhariyah sangat taat,” ujarnya.
Tak hanya jenjang pendidikan dasar dan menengah, dukungan tersebut juga menjangkau para santri yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan pencairan bantuan dilakukan per semester.
” kami di pesantren menjamin seluruh bantuan tersebut dimanfaatkan sepenuhnya untuk mendukung kelancaran studi para mahasiswa,”terangnya.
bantuan akses pendidikan, Bendahara umum partai Golkar Pusat ini menunjukkan bentuk kepedulian juga diwujudkan melalui penyediaan operasional satu unit kendaraan operasional (operasional BPKH). Kendaraan tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk kemaslahatan umat, seperti mengantar santri yang membutuhkan pengobatan maupun kebutuhan operasional pesantren lainnya.
Baca juga: Harumkan Nama NTB, Tiga Siswa MAN Lombok Barat Raih Medali di Masmirah Championship 2026
Imam kafali Ketua BM Kosgoro 1957 NTB ini memberikan apresiasi tinggi kepada Sari yang juga Ketua umum Kosgoro 1957. Karena sudah memberikan perhatian yang tinggi kepada semua pondok pesantren yang ada di NTB, salah satu perhatian serius Sari dibuktikan dalam memberikan perhatian kepada para santri yang mengalami kekerasan di pulau Lombok.
Menutup sambutannya, Ustadz Imam Kafali menegaskan bahwa seluruh rekam jejak bantuan dan perjuangan yang telah diberikan merupakan bukti nyata kepedulian bagi masyarakat Lombok dan keluarga besar Pondok Pesantren NU Abhariyah.(red).










