Dugaan Pemerasan Suara: Kades Sapugara Bree Tertangkap Ancam Warga dengan Penghapusan Bantuan PKH

- Wartawan

Kamis, 10 Oktober 2024 - 03:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kepala Desa

Ilustrasi Kepala Desa

Halontb.com – Gelombang kontroversi tengah melanda Desa Sapugara Bree setelah beredarnya video yang diduga memperlihatkan seorang Kepala Desa (Kades) berinisial JML mengancam warganya dengan penghentian bantuan PKH jika mereka tidak mendukung pasangan calon Bupati Fud-Aher. Dalam rekaman itu, JML secara gamblang menyatakan bahwa hanya warga yang mendukung pilihannya yang akan terus mendapatkan bantuan.

“Kalau ingin tetap menerima bantuan PKH, ikuti saya dan pilih Fud-Aher. Kalau tidak, ya urusan kalian,” ucap JML dengan nada ancaman di depan warga yang tampak tertegun.

Tak hanya mengancam, JML juga mengaku sudah menghapus nama-nama penerima bantuan dari desa tersebut tanpa melalui prosedur yang sah. “Ada beberapa yang sudah saya coret dari daftar penerima PKH, dan itu keputusan saya sendiri,” tambahnya dengan penuh keyakinan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini segera menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, mengingat PKH adalah hak yang diatur berdasarkan kriteria resmi dari Kementerian Sosial. Langkah JML yang dianggap semena-mena itu memicu kecaman luas, dengan desakan agar aparat penegak hukum segera mengambil tindakan. Ancaman politik seperti ini dinilai tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga merusak tatanan demokrasi di daerah tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polda NTB Tetapkan Pengelola LPK Ilegal jadi Tersangka TPPO, Raup Rp95 Juta dari Calon PMII
Polda NTB Ungkap 163 Kasus 3C, Ditreskrimum Kembalikan Motor Curian ke Pemilik
Diduga Peras Guru Terpencil hingga Ratusan Juta, Oknum Kabid Dikbudpora Bima Resmi Diserahkan ke Kejaksaan
Polda NTB Ungkap 442 Kasus Narkoba dalam Enam Bulan, Kapolda Tegaskan War On Drugs
GWO NTB Desak Polisi Usut Pemilik Akun Facebook “Mbk Mona” Terkait Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan
Polisi Tetapkan Kakek 70 Tahun di Kuripan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Persetubuhan Anak
Rizka Sintiyani Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Brigadir Esco
Pemkab Buleleng Layangkan SP-2, Pembangunan Tower di Bongancina Diminta Dihentikan

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 08:30 WITA

Polda NTB Tetapkan Pengelola LPK Ilegal jadi Tersangka TPPO, Raup Rp95 Juta dari Calon PMII

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:19 WITA

Diduga Peras Guru Terpencil hingga Ratusan Juta, Oknum Kabid Dikbudpora Bima Resmi Diserahkan ke Kejaksaan

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:00 WITA

Polda NTB Ungkap 442 Kasus Narkoba dalam Enam Bulan, Kapolda Tegaskan War On Drugs

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:14 WITA

GWO NTB Desak Polisi Usut Pemilik Akun Facebook “Mbk Mona” Terkait Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:01 WITA

Polisi Tetapkan Kakek 70 Tahun di Kuripan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Persetubuhan Anak

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:53 WITA

Rizka Sintiyani Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Brigadir Esco

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:03 WITA

Pemkab Buleleng Layangkan SP-2, Pembangunan Tower di Bongancina Diminta Dihentikan

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:45 WITA

Tok! Radiet Divonis 6 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Mahasiswi Unram di Pantai Nipah

Berita Terbaru