SUMBAWA BARAT, Halontb.com – Perubahan sebuah jalan terkadang dapat dilihat dari angka sederhana: 6 meter menjadi 10,5 meter.
Itulah salah satu gambaran perubahan yang terjadi di dua titik rawan kecelakaan ruas Jereweh-Benete, Kabupaten Sumbawa Barat, setelah dilakukan penanganan oleh BPJN NTB.
Sebelum pekerjaan dilakukan, lebar rata-rata badan jalan sekitar 6 meter. Di dua lokasi tersebut juga terdapat tanjakan curam yang selama ini menjadi salah satu faktor risiko bagi kendaraan yang melintas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini, setelah pekerjaan dinyatakan 100 persen selesai, lebar rata-rata badan jalan mencapai 10,5 meter dan tanjakan curam tersebut tidak lagi terdapat di lokasi penanganan.
PPK 2.1 Satuan Kerja PJN Wilayah II Provinsi NTB, Aditya, mengatakan perubahan tersebut merupakan hasil dari pekerjaan yang mencakup perbaikan geometrik dan pelebaran jalan.
“Lebar rata-rata badan jalan sebelumnya 6 meter dengan tanjakan curam di dua titik. Saat ini lebar rata-rata badan jalan 10,5 meter dan tidak terdapat tanjakan curam lagi,” kata Aditya, Rabu (26/8/2026).
Penanganan tersebut berangkat dari persoalan keselamatan yang terjadi sebelumnya.
Menurut Aditya, dua lokasi itu menjadi prioritas karena sering terjadi kecelakaan. Salah satu persoalan yang menonjol adalah kendaraan berat yang gagal menanjak hingga berpotensi terguling.
Karena itu, pekerjaan tidak berhenti pada pelebaran badan jalan.
Selain perbaikan geometrik dan pelebaran, dilakukan pula perbaikan lapis perkerasan serta drainase. Fasilitas keselamatan seperti rambu-rambu lalu lintas, guardrail dan delineator juga dipasang pada lokasi yang membutuhkan.
Perubahan tersebut kemudian mulai memberikan hasil yang dapat diamati langsung.

“Perubahan yang paling terlihat adalah tidak adanya lagi truk yang gagal menanjak sepanjang lokasi pekerjaan,” ujar Aditya.
Bagi pengguna jalan, perubahan tersebut berarti lebih dari sekadar bertambahnya lebar badan jalan.
Jalur yang sebelumnya memiliki tanjakan curam kini memiliki geometrik yang telah diperbaiki. Kendaraan berat juga tidak lagi menghadapi persoalan gagal menanjak sepanjang lokasi yang ditangani.
BPJN NTB menargetkan penanganan tersebut mampu menghilangkan kecelakaan yang disebabkan oleh kegagalan truk menanjak.
Aditya menyebut pekerjaan itu merupakan bagian dari strategi BPJN NTB untuk mengurangi titik rawan kecelakaan di wilayah NTB.
Proses pengerjaannya sendiri tidak mudah. Pekerjaan berlangsung ketika lalu lintas tetap berjalan. Bahkan, pada tahap penggalian badan jalan, kedalaman galian mencapai maksimal sekitar 10 meter.
Setelah seluruh pekerjaan selesai, perhatian kini beralih kepada pengguna jalan.
BPJN meminta masyarakat tetap menjaga kecepatan dan tidak mengabaikan rambu serta marka yang telah dipasang.
“Tetap jaga kecepatan berkendara dan patuhi rambu-rambu serta marka jalan,” pesan Aditya.
Perubahan dari badan jalan selebar 6 meter menjadi 10,5 meter dan hilangnya tanjakan curam menjadi gambaran nyata bagaimana penanganan infrastruktur dapat diarahkan untuk menjawab persoalan keselamatan di lapangan.
Editor : Reza










