Home / NTB

Dari 6 Meter Menjadi 10,5 Meter, Wajah Baru Ruas Jereweh-Benete Usai Ditangani

- Wartawan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanganan dua titik rawan kecelakaan Jereweh-Benete rampung 100 persen, menghadirkan jalur yang lebih aman bagi pengguna jalan. (Foto: Istimewa)

Penanganan dua titik rawan kecelakaan Jereweh-Benete rampung 100 persen, menghadirkan jalur yang lebih aman bagi pengguna jalan. (Foto: Istimewa)

SUMBAWA BARAT, Halontb.com – Perubahan sebuah jalan terkadang dapat dilihat dari angka sederhana: 6 meter menjadi 10,5 meter.

Itulah salah satu gambaran perubahan yang terjadi di dua titik rawan kecelakaan ruas Jereweh-Benete, Kabupaten Sumbawa Barat, setelah dilakukan penanganan oleh BPJN NTB.

Sebelum pekerjaan dilakukan, lebar rata-rata badan jalan sekitar 6 meter. Di dua lokasi tersebut juga terdapat tanjakan curam yang selama ini menjadi salah satu faktor risiko bagi kendaraan yang melintas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, setelah pekerjaan dinyatakan 100 persen selesai, lebar rata-rata badan jalan mencapai 10,5 meter dan tanjakan curam tersebut tidak lagi terdapat di lokasi penanganan.

PPK 2.1 Satuan Kerja PJN Wilayah II Provinsi NTB, Aditya, mengatakan perubahan tersebut merupakan hasil dari pekerjaan yang mencakup perbaikan geometrik dan pelebaran jalan.

“Lebar rata-rata badan jalan sebelumnya 6 meter dengan tanjakan curam di dua titik. Saat ini lebar rata-rata badan jalan 10,5 meter dan tidak terdapat tanjakan curam lagi,” kata Aditya, Rabu (26/8/2026).

Penanganan tersebut berangkat dari persoalan keselamatan yang terjadi sebelumnya.

Menurut Aditya, dua lokasi itu menjadi prioritas karena sering terjadi kecelakaan. Salah satu persoalan yang menonjol adalah kendaraan berat yang gagal menanjak hingga berpotensi terguling.

Karena itu, pekerjaan tidak berhenti pada pelebaran badan jalan.

Selain perbaikan geometrik dan pelebaran, dilakukan pula perbaikan lapis perkerasan serta drainase. Fasilitas keselamatan seperti rambu-rambu lalu lintas, guardrail dan delineator juga dipasang pada lokasi yang membutuhkan.

Perubahan tersebut kemudian mulai memberikan hasil yang dapat diamati langsung.

Proses konstruksi Jereweh-Benete sebelum rampung 100 persen, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan. (Foto: Istimewa)

“Perubahan yang paling terlihat adalah tidak adanya lagi truk yang gagal menanjak sepanjang lokasi pekerjaan,” ujar Aditya.

Bagi pengguna jalan, perubahan tersebut berarti lebih dari sekadar bertambahnya lebar badan jalan.

Jalur yang sebelumnya memiliki tanjakan curam kini memiliki geometrik yang telah diperbaiki. Kendaraan berat juga tidak lagi menghadapi persoalan gagal menanjak sepanjang lokasi yang ditangani.

BPJN NTB menargetkan penanganan tersebut mampu menghilangkan kecelakaan yang disebabkan oleh kegagalan truk menanjak.

Aditya menyebut pekerjaan itu merupakan bagian dari strategi BPJN NTB untuk mengurangi titik rawan kecelakaan di wilayah NTB.

Proses pengerjaannya sendiri tidak mudah. Pekerjaan berlangsung ketika lalu lintas tetap berjalan. Bahkan, pada tahap penggalian badan jalan, kedalaman galian mencapai maksimal sekitar 10 meter.

Setelah seluruh pekerjaan selesai, perhatian kini beralih kepada pengguna jalan.

BPJN meminta masyarakat tetap menjaga kecepatan dan tidak mengabaikan rambu serta marka yang telah dipasang.

“Tetap jaga kecepatan berkendara dan patuhi rambu-rambu serta marka jalan,” pesan Aditya.

Perubahan dari badan jalan selebar 6 meter menjadi 10,5 meter dan hilangnya tanjakan curam menjadi gambaran nyata bagaimana penanganan infrastruktur dapat diarahkan untuk menjawab persoalan keselamatan di lapangan.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Berita Terkait

FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers
Bulog NTB Terima Aspirasi Massa, Tegaskan Transparansi serta Dukung Penegakan Hukum Kasus Beras Oplosan
BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Sukses Gelar Pelepasan 203 Siswa Terbaiknya di UIN Mataram, MAN Lobar Buktikan Kualitas Madrasah Unggulan
Jalan Rusak di Teluk Gok Tak Kunjung Diperbaiki: Anak Sekolah Kesulitan, Jenazah Ditandu hingga Warga Sakit Harus Naik Perahu
Sentuhan Kasih PLN untuk Anak Negeri, 56 Anak Yatim Desa Teros Terima Santunan Penuh Haru
Hingga Hari ke-17, 4.709 Jemaah dan Petugas Haji NTB Telah Tiba di Arab Saudi

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 10:39 WITA

Dari Layanan Listrik hingga Kepedulian Lingkungan, PLN UP3 Bima Tegaskan Diri sebagai Mitra Daerah

Jumat, 4 September 2026 - 06:03 WITA

Diklat Advokasi Nasional SP PLN di NTB, Perkuat Garda Terdepan Perlindungan Hak Pekerja

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:00 WITA

Dari NTB untuk Generasi Masa Depan, Bank NTB Syariah Sabet Penghargaan KEJAR Terbaik di Kawasan Timur Indonesia

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:55 WITA

Dari Hotel ke Destinasi Wisata, Kolaborasi PLN-Lombok Garden Hotel Bangun Ekosistem EV di Pulau Lombok

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:29 WITA

Bank NTB Syariah dan UNIZAR Satukan Kekuatan, Kolaborasi Pendidikan hingga Pengabdian untuk Kemajuan NTB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:51 WITA

Gilimanuk Jadi Titik Awal Revolusi Energi Surya, Bali Disiapkan Punya 1.000 MWp PLTS

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:19 WITA

Tak Sekedar Menyalurkan Bantuan, Bank NTB Syariah Kawal Kebutuhan Warga Terdampak Kebakaran Sade

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:46 WITA

Dari Keandalan Listrik hingga Kepedulian Sosial, PLN UP3 Sumbawa Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Berita Terbaru