Disnakkeswan NTB ungkap sapi mati karena kelebihan muatan. Distribusi ternak harus lebih manusiawi dan beretika

- Wartawan

Senin, 21 April 2025 - 04:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi. (Foto: Istimewa)

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Tragedi menyelimuti proses pengiriman ternak dari NTB menuju Jabodetabek menjelang Idul Adha. Dua ekor sapi ditemukan mati dalam kondisi mengenaskan di dalam sebuah truk pengangkut yang baru tiba dari Bima, Sumbawa. Dugaan kuat, kematian ini dipicu oleh kelebihan muatan dan buruknya perhatian terhadap kesejahteraan hewan selama perjalanan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi NTB, Muhamad Riadi, memastikan bahwa penyebab kematian bukan karena penyakit, melainkan tekanan fisik dan kelelahan akibat perjalanan darat-laut yang panjang. Truk yang digunakan dinilai terlalu padat tanpa mempertimbangkan ukuran tubuh sapi. Salah satu sapi yang berukuran lebih kecil diduga terjatuh dan terinjak oleh yang lain.

“Truknya terlalu penuh. Sapi kecil bisa saja jatuh dan diinjak. Ini soal logistik yang semrawut dan kurangnya empati terhadap hewan,” ujar Riadi saat dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (19/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, walau ternak telah memiliki surat keterangan sehat dari daerah asal, faktor kondisi selama pengiriman tetap harus menjadi perhatian. Distribusi hewan hidup bukan sekadar urusan administratif, tapi juga menyangkut etika dan tanggung jawab moral.

“Kalau manusia ingin sejahtera, hewan pun berhak diperlakukan layak. Ini bukan hanya urusan regulasi, tapi soal rasa kemanusiaan dalam berbisnis,” katanya.

Riadi juga mengungkapkan kekhawatiran atas kondisi di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, yang saat kejadian dipadati hingga 90 unit truk tronton pengangkut ternak. Padahal, kapasitas ideal pelabuhan hanya 55 unit, dengan sistem keberangkatan dua hari sekali. Penumpukan ini membuat hewan terjebak lama di dalam truk sempit yang minim ventilasi.

“Tahun lalu kita bisa kendalikan. Tapi tahun ini justru akan ditambah 70 truk lagi. Ini bukan hanya padat, tapi sudah tidak logis dan berisiko tinggi,” tegasnya.

Guna mencegah kejadian serupa, Disnakkeswan NTB mendorong beberapa langkah konkret. Di antaranya, penjadwalan ulang keberangkatan truk secara lebih tertib, koordinasi lintas instansi dengan Kementerian Perhubungan, Balai Karantina, otoritas pelabuhan, hingga operator kapal, serta edukasi kepada pelaku usaha dan sopir mengenai standar pengangkutan hewan yang etis.

“Pemeriksaan visual sebelum naik kapal harus diterapkan untuk setiap truk. Kami juga usulkan adanya shelter sementara di area pelabuhan, supaya sapi tak dibiarkan berlama-lama dalam kendaraan,” tambah Riadi.

Ia menutup pernyataannya dengan seruan agar distribusi ternak dari NTB tidak hanya efisien, tetapi juga berlandaskan nilai kemanusiaan. Mengingat posisi NTB sebagai salah satu pemasok utama hewan kurban nasional, khususnya untuk wilayah Jabodetabek, maka perlakuan terhadap ternak harus mencerminkan standar etika yang tinggi.

“Sapi bukan cuma angka dalam ekonomi. Mereka bagian dari sistem besar yang menghidupkan pasar dan memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat. Mereka pantas mendapat perlakuan yang bermartabat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Transformasi Digital PLN UIW NTB Kian Nyata, Pendampingan PLN Mobile di SPKLU Selong Tingkatkan Kenyamanan Pelanggan Kendaraan Listrik
Kepedulian yang Menguatkan Masa Depan, PLN UIW NTB Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Anak Panti Asuhan sebagai Wujud Tanggung Jawab Sosial Berkelanjutan
Listrik Andal Jadi Kunci Sukses Sport Tourism NTB, PLN UIW NTB Kawal Pocari Run Mandalika 2026 Tanpa Gangguan
PLN UIW NTB Hadirkan Energi Kepedulian, Srikandi PLN Bangun Mimpi Anak-Anak Panti Lewat Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan
Standar Pengamanan Objek Vital Nasional Makin Kuat, PLN UIW NTB Raih Gold Medal dan Pertegas Komitmen Jaga Keandalan Listrik
Edukasi Jadi Kunci Keandalan Listrik, PLN UIW NTB Perkuat Budaya Keselamatan Kelistrikan di Tengah Masyarakat Bima
Puluhan Personel Siaga 24 Jam, PLN UIW NTB Buktikan Profesionalisme Mengawal Agenda Presiden di Lombok
Keandalan Infrastruktur Kelistrikan PLN UIW NTB Kembali Teruji, Pengamanan Berlapis Disiapkan Demi Kelancaran Kunjungan Presiden di Bendungan Meninting

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:34 WITA

Legislator NTB H. Suharto Sosialisasikan Raperda Pencegahan Pinjol Ilegal dan Judi Online di Lombok Barat

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:31 WITA

Gubernur NTB Tunjuk Wabup Lombok Barat Jalankan Tugas Bupati

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:30 WITA

Terkendala Lahan, Pemdes Mekarsari Tunggu Kepastian Pusat Terkait Realisasi KDMP

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:56 WITA

Wamendagri: Strategi Gubernur NTB Patut Menjadi Inspirasi Gubernur Se-Indonesia

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:13 WITA

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Air Harus Sampai kepada Petani

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:17 WITA

Resmi Dilantik, Kades Banyu Urip Minta Dua Kasi Baru Prioritaskan Kepentingan Masyarkat

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:17 WITA

Perkuat Sinergi, Pemprov NTB Ajak NGO Spanyol Kolaborasi dalam Program Desa Berdaya

Senin, 22 Juni 2026 - 07:56 WITA

Pelabuhan Senggigi Melejit: PAD Tembus 97 Persen, Wisatawan Naik 10 Kali Lipat

Berita Terbaru