Lombok Utara,Halontb.com – Perpaduan antara ekonomi dan spiritualitas tampak nyata dalam gelaran Gelegar Lentera Ramadhan yang diinisiasi Bank NTB Syariah bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Di tengah suasana religius bulan suci, puluhan UMKM memanfaatkan panggung bazar untuk meningkatkan omzet. Seluruh transaksi berbasis QRIS Bank NTB Syariah, menandai komitmen kuat terhadap transformasi digital ekonomi daerah.
Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan penjualan, tetapi juga membangun kesadaran literasi keuangan melalui GERAKS. Edukasi yang diberikan mencakup pengelolaan keuangan syariah hingga akses pembiayaan inklusif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyatakan bahwa keberkahan Ramadhan harus diiringi dengan penguatan ekonomi umat. “Kami ingin memastikan UMKM lokal tidak tertinggal dalam arus digitalisasi. QRIS menjadi instrumen strategis membangun ekosistem transaksi yang modern namun tetap berlandaskan prinsip syariah,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya kunjungan hingga hari terakhir kegiatan di KLU pada 1 Maret 2026. Penutupan diisi tausyiah Ustadz Faris BQ yang menguatkan pesan bahwa kemandirian ekonomi adalah bagian dari ibadah sosial.
Gelegar Lentera Ramadhan kemudian melanjutkan rangkaiannya ke Kota Bima pada 2–3 Maret 2026 di Masjid Agung Al-Muwahiddin, menghadirkan Ustadz Abu Fida. Dengan konsep bazar QRIS dan literasi syariah, kegiatan ini diharapkan menjadi model nasional integrasi ekonomi kerakyatan dan penguatan nilai-nilai Islam.































