LOMBOK BARAT, Halontb.com — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sari Yuliati, melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka serah terima program pembangunan irigasi di Desa Tempos, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (28/2/2026). Program tersebut diperuntukkan bagi petani setempat guna meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
Program irigasi ini merupakan hasil sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di bawah koordinasi Balai Wilayah Sungai (BWS).
Pembangunan infrastruktur pengairan tersebut ditujukan untuk memperkuat sektor pertanian lokal sebagai bagian dari dukungan terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Sari Yuliati menjelaskan bahwa pembangunan saluran irigasi ini dirancang untuk menjamin ketersediaan air yang lebih stabil dan merata bagi petani. Dengan sistem pengairan yang lebih tertata, efisiensi distribusi air diharapkan meningkat secara signifikan.
“Yang sebelumnya mungkin hanya 4 sampai 5 hektare sawah yang dapat diairi dengan optimal, melalui sistem irigasi ini diharapkan bisa meningkat menjadi 7 hingga 8 hektare dengan debit air yang lebih baik,” ujarnya.
Politisi dari fraksi Golkar ini menegaskan, penguatan infrastruktur dasar seperti irigasi menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi pedesaan. Menurutnya, kemajuan desa akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
“Program ini adalah manifestasi dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Beliau menaruh perhatian besar pada desa. Jika ekonomi desa maju, maka provinsi dan nasional pun akan mengikuti,” tambahnya.
Selain memaparkan manfaat program, Sari juga mengingatkan masyarakat dan kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk aktif menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.
Ia menyoroti potensi gangguan fungsi irigasi akibat sedimentasi yang kerap terjadi pada saluran air. Penumpukan sedimen, katanya, dapat mengurangi debit air yang mengalir sehingga distribusi pengairan menjadi tidak maksimal.
“Sering kali saluran irigasi mengalami pendangkalan akibat endapan sedimen. Jika tidak dibersihkan secara berkala, debit air akan berkurang dan sawah tidak bisa terairi secara optimal, sehingga hasil panen pun menurun,” jelasnya.

Sari menekankan bahwa seluruh infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran negara pada hakikatnya berasal dari rakyat dan diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat. Karena itu, keberlanjutan dan pemeliharaannya menjadi tanggung jawab bersama.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat, Lalu Ivan Indaryadi, menyambut baik kehadiran Sari Yuliati serta realisasi program tersebut.
Politisi yang kerab disapa MBS ini menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen Sari Yuliati yang terus mengawal program-program pusat untuk dibawa ke daerah pemilihannya (dapil).
“Kami sangat bangga Ibu Wakil Ketua DPR RI bisa hadir langsung. Ini adalah bentuk nyata kerja politik kader Partai Golkar yang kembali ke masyarakat untuk melayani,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa program irigasi aspirasi Sari tidak hanya menyasar Desa Tempos, tetapi juga telah dilaksanakan di Desa Beleke.
Selain itu, program bedah rumah juga tengah berjalan di wilayah Kecamatan Batulayar dan Gunungsari sebagai bagian dari komitmen peningkatan kesejahteraan masyarakat Lombok Barat.
“Program ini bukan hanya di Desa Tempos. Di Lombok Barat juga ada di Desa Beleke. Insya Allah ke depan akan terus kita dorong, baik melalui Ibu Sari, Fraksi Golkar, maupun kami di DPRD,” ujarnya.
MBS menambahkan, pihaknya akan mendorong kolaborasi lintas unsur, termasuk menginstruksikan anggota DPRD Lombok Barat dari Daerah Pemilihan Gerung–Kuripan, agar turut berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Tempos ke depan.
Dengan adanya program irigasi tersebut, diharapkan produktivitas pertanian di Desa Tempos dan wilayah sekitarnya dapat meningkat secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.






























