SUMBAWA,Halontb.com – Ramadan bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga ruang aktualisasi kepedulian sosial. Di bulan suci 1447 Hijriah ini, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga sebagai penggerak dampak sosial berkelanjutan di tengah masyarakat.
Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Sumbawa, sebanyak 20 paket sembako disalurkan kepada warga yang membutuhkan di Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, serta Desa Labuhan, Kecamatan Labuhan Badas. Penyaluran dilakukan langsung oleh pengurus YBM bersama perwakilan pemerintah setempat, mencerminkan kolaborasi antara korporasi dan pemangku kepentingan daerah dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Bantuan tersebut bersumber dari zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN yang dihimpun dan dikelola secara profesional melalui YBM. Skema pengelolaan ini memastikan bahwa kontribusi para insan PLN tidak berhenti pada niat baik, melainkan diterjemahkan menjadi program sosial yang terukur, transparan, dan tepat sasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa transformasi PLN saat ini menempatkan keberlanjutan sebagai pilar utama perusahaan. Menurutnya, keandalan pasokan listrik selama Ramadan harus berjalan beriringan dengan penguatan kontribusi sosial.
“PLN tidak hanya memastikan listrik tetap andal selama Ramadan, tetapi juga memastikan kehadiran kami memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat. Social impact yang konsisten dan terukur menjadi bagian dari agenda transformasi perusahaan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan perubahan paradigma di tubuh PLN. Jika sebelumnya perusahaan identik dengan layanan teknis kelistrikan, kini PLN hadir dengan wajah yang lebih humanis mengintegrasikan aspek sosial dalam strategi bisnis dan operasionalnya.
Manager PLN UP3 Sumbawa, Firman Sulistyawan, menambahkan bahwa program sosial YBM menjadi representasi kepedulian langsung insan PLN terhadap masyarakat di sekitar wilayah kerja. Ia menekankan bahwa keberadaan PLN harus dirasakan manfaatnya secara komprehensif, tidak hanya dalam bentuk penerangan listrik, tetapi juga dukungan sosial yang berkelanjutan.
Langkah ini juga selaras dengan komitmen perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Dengan prinsip tata kelola yang baik (good governance), YBM PLN memastikan seluruh program berjalan dengan standar akuntabilitas tinggi.
Di tengah dinamika ekonomi masyarakat selama Ramadan, bantuan sembako tersebut menjadi bentuk empati yang konkret. Meski jumlahnya terbatas, dampak sosialnya melampaui angka membangun kepercayaan, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan harapan.
Mengusung semangat “Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik”, PLN UIW NTB optimistis bahwa keberkahan Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperluas kolaborasi dan memperkuat peran perusahaan sebagai agen pembangunan sosial di Nusa Tenggara Barat.
Dengan listrik yang tetap menyala dan kepedulian yang terus tumbuh, PLN membuktikan bahwa energi sejatinya bukan hanya soal daya dan tegangan melainkan juga tentang kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.































