4 Saksi Absen, KPK Jadwalkan Kembali Pemanggilan dalam Kasus Bupati Lobar Nonaktif

- Wartawan

Rabu, 9 September 2026 - 02:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberikan keterangan soal penundaan pemeriksaan saksi kasus korupsi Bupati Lobar nonaktif, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2026).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberikan keterangan soal penundaan pemeriksaan saksi kasus korupsi Bupati Lobar nonaktif, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2026).

JAKARTA, Halontb.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpaksa menunda pemeriksaan terhadap empat dari lima saksi dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ). Ketidakhadiran para saksi tersebut disebabkan oleh gangguan operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi hal ini saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Selasa (8/9/2026). Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan menjadi faktor utama ketidakhadiran para saksi yang dijadwalkan diperiksa pada Senin (7/9/2026).

“Saksi-saksi yang bersangkutan sebagian memang tidak bisa hadir karena terkendala situasi dan kondisi, adanya kabut atau debu vulkanik akibat dari erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujar Budi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Giliran Ketua KPU Lombok Barat Dipanggil KPK dalam Penyidikan Kasus Bupati Nonaktif LAZ

Budi menegaskan bahwa penyidik akan segera menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap keempat saksi tersebut. Keterangan mereka dinilai sangat strategis untuk melengkapi konstruksi perkara, termasuk mengurai kronologi kejadian serta peran masing-masing pihak yang terlibat dalam jaringan korupsi tersebut.

Hanya Satu Saksi Hadir

Dari total lima saksi yang dipanggil, hanya satu orang yang berhasil hadir dan memberikan keterangan kepada penyidik, yakni Nuky Putri Utami, seorang pegawai PT Meconel Sistim Instrument (MSI).

“Saksi Nuky Putri Utami hadir. Penyidik mendalami proyek-proyek yang telah dikerjakan PT MSI di Lombok Barat,” jelas Budi.

Baca juga: Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Usai Nobar Final Piala Dunia, Ruang Kerja Disegel

Adapun empat saksi lain yang berhalangan hadir meliputi:
1. Syarif Hidayat (Pegawai PT Air Minum Giri Menang)
2. Lalu Rifhandani (Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Barat)
3. Helena Bulu (Staf Keuangan PT Meconel Sistim Instrument)
4. Lalu Rudi Iskandar (Ketua KPU Kabupaten Lombok Barat)

Dalami Dugaan Gratifikasi Pasca-Pilkada

Kasus ini bermula dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa (PBJ), suap terkait PBJ, serta penerimaan gratifikasi. Salah satu fokus penyelidikan adalah aliran dana atau hadiah dari pihak swasta kepada Bupati LAZ.

Baca juga: KPK Beri Waktu Sebulan, Pemkab Lobar Diminta Evaluasi Total Perencanaan Keuangan Usai OTT Mantan Bupati LAZ

Kemudian khusus mengenai panggilan terhadap Ketua KPU Kabupaten Lombok Barat, Lalu Rudi Iskandar, KPK memiliki tujuan spesifik untuk memverifikasi timeline politik dan hukum terkait kemenangan LAZ pada Pilkada lalu.

“Terkait dengan pemeriksaan dari pihak KPU, ini tentunya juga didalami soal waktu pemilihan atau pelantikan dari Bupati. Karena memang ini juga berkaitan dengan pemberian dari pihak swasta,” ungkap Budi.

Ia menambahkan, penyidik ingin memastikan apakah pemberian materi atau gratifikasi tersebut terjadi setelah LAZ resmi dilantik atau ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Lombok Barat.

“Yakni diberikan kepada Bupati ini pasca dilantik atau ditetapkan sebagai pemenang atau pasangan yang terpilih, ya, untuk menjadi Bupati Lombok Barat, ya. Didalami soal itu,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kejati Periksa Anak Eks Gubernur NTB dalam Kasus Kredit Bank NTB Syariah Rp 11 Miliar
Giliran Ketua KPU Lombok Barat Dipanggil KPK dalam Penyidikan Kasus Bupati Nonaktif LAZ
Polda NTB Olah TKP Kematian 3 Penambang di Lantung Sumbawa, Penyebab Masih Diselidiki
Kades Labuan Tereng Kecam Dugaan Pengeroyokan Ketua KNPI Lobar, Desak Polisi Ungkap Pelaku
KPK Periksa Direktur Operasional PT AMGM Terkait Dugaan Korupsi yang Menjerat Mantan Bupati Lombok Barat
Kasus Djembank Mataram Masuki Babak Baru, Berkas Tersangka Pendorong Korban Koma Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Ngaku Pejabat Polda NTB, Pria 29 Tahun Tipu Pengusaha Lewat Modus Donasi Korban Kebakaran Sade
Dari Mataram hingga Lombok Barat, Puma Jatanras Polda NTB Sisir Titik Rawan Malam Hari

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 10:39 WITA

Dari Layanan Listrik hingga Kepedulian Lingkungan, PLN UP3 Bima Tegaskan Diri sebagai Mitra Daerah

Jumat, 4 September 2026 - 06:03 WITA

Diklat Advokasi Nasional SP PLN di NTB, Perkuat Garda Terdepan Perlindungan Hak Pekerja

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:00 WITA

Dari NTB untuk Generasi Masa Depan, Bank NTB Syariah Sabet Penghargaan KEJAR Terbaik di Kawasan Timur Indonesia

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:55 WITA

Dari Hotel ke Destinasi Wisata, Kolaborasi PLN-Lombok Garden Hotel Bangun Ekosistem EV di Pulau Lombok

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:29 WITA

Bank NTB Syariah dan UNIZAR Satukan Kekuatan, Kolaborasi Pendidikan hingga Pengabdian untuk Kemajuan NTB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:51 WITA

Gilimanuk Jadi Titik Awal Revolusi Energi Surya, Bali Disiapkan Punya 1.000 MWp PLTS

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:19 WITA

Tak Sekedar Menyalurkan Bantuan, Bank NTB Syariah Kawal Kebutuhan Warga Terdampak Kebakaran Sade

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:46 WITA

Dari Keandalan Listrik hingga Kepedulian Sosial, PLN UP3 Sumbawa Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Berita Terbaru