KPK Periksa Direktur Operasional PT AMGM Terkait Dugaan Korupsi yang Menjerat Mantan Bupati Lombok Barat

- Wartawan

Rabu, 2 September 2026 - 01:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Foto: Inilah.com)

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Foto: Inilah.com)

JAKARTA, Halontb.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami penyidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Bupati Lombok Barat nonaktif, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), dan mantan Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (AMGM), Sudirman.

Terbaru, lembaga antirasuah memanggil dan memeriksa Direktur Operasional PT AMGM, Dadi Rahman. Pemeriksaan intensif tersebut berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, mulai Jumat (28/8) hingga Senin (31/8/2026).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi pemeriksaan terhadap petinggi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Dadi diperiksa penyidik dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara tersangka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benar, pemeriksaannya di Gedung Merah Putih KPK,” ujar Budi Prasetyo, Senin (31/8/2026).

Baca juga: Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ

Kendati demikian, pihak KPK belum memberikan keterangan resmi terkait informasi yang beredar di lapangan mengenai penyitaan telepon genggam milik yang bersangkutan selama proses pemeriksaan. “Kami cek dulu,” kata Budi singkat.

Maraton Pemeriksaan Saksi di NTB dan Jakarta
Sebelum memanggil Dadi Rahman ke Jakarta, penyidik KPK telah lebih dulu menggeber pemeriksaan saksi secara maraton di Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (13/8/2026).

Sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat turut dimintai keterangan, di antaranya:

Nurul Adha (Wakil Bupati Lombok Barat)

Ahkmad Saikhu (Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat)

Erick Gunawan (Direktur RSUD Awet Muda Narmada)

Rizki Bani Adham (Kepala Diskominfotik Lombok Barat)

Ahad Legiarto (Kepala Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat)

Lalu Ratnawi (Kepala Dinas PUPRPKP Lombok Barat)

Ahmad Fathoni (Sekretaris Dinas PUPRPKP Lombok Barat)

Budi Prasetyo menjelaskan, pemeriksaan maraton tersebut difokuskan untuk menguliti modus operandi dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lombok Barat semasa kepemimpinan LAZ.

Baca juga: Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Pengakuan Wakil Bupati Lombok Barat
Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, usai menjalani pemeriksaan di Gedung BPKP NTB mengungkapkan bahwa penyidik mencecarnya dengan sejumlah pertanyaan seputar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta dinamika proyek pengadaan barang dan jasa.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengaku turut dikonfirmasi mengenai hubungannya dengan eks Bupati LAZ serta mantan Dirut PT AMGM Sudirman, yang kini telah berstatus sebagai tersangka.

“Ya, dimintai apa yang saya pahami tentang PDAM, apa peran dan tupoksi saya sebagai wakil bupati, betul terkait kasus Pak LAZ,” ujar Nurul.

Baca juga: Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Usai Nobar Final Piala Dunia, Ruang Kerja Disegel

Ia juga blak-blakan mengaku tidak mengetahui secara mendalam mengenai seluk-beluk proyek pengadaan kala itu lantaran tidak dilibatkan. Kendati demikian, ia memastikan materi pemeriksaan turut menyinggung proyek pengadaan fasilitas pemerintahan, termasuk kantor dan pendopo daerah.

“Masalah proyek saya tidak tahu, saya tidak dilibatkan. Syukurnya sekarang sudah dilibatkan. Alhamdulillah. Baru pendalaman saja, nanti kita lanjutkan,” pungkasnya.

Penyidikan kasus ini dipastikan masih terus bergulir, dengan KPK berfokus mengumpulkan alat bukti serta menelusuri aliran dana dan pihak-pihak lain yang diduga turut menikmati hasil korupsi pada sektor pengelolaan air minum dan pengadaan barang di Lombok Barat tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kasus Djembank Mataram Masuki Babak Baru, Berkas Tersangka Pendorong Korban Koma Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Ngaku Pejabat Polda NTB, Pria 29 Tahun Tipu Pengusaha Lewat Modus Donasi Korban Kebakaran Sade
Dari Mataram hingga Lombok Barat, Puma Jatanras Polda NTB Sisir Titik Rawan Malam Hari
Tak Butuh Waktu Lama, URC Puma Polda NTB Ringkus Residivis Curanmor di Mataram
Kasus Pengeroyokan Korban Kritis di Mataram: Saksi Kunci Ungkap Detik-Detik Kericuhan di Parkiran Djembank
22 Hari Koma Usai Diduga Dikeroyok di Kafe Mataram, Keluarga Korban Desak Polisi Usut Semua Pelaku
Tekan Angka Kejahatan 3C dan Balap Liar, Tim URC Puma Ditreskrimum Polda NTB Gencarkan Patroli Strong Point
3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 10:24 WITA

Jelang Pilkades 2026, Asisten I Lobar: Konsistensi Bekerja adalah Kampanye Terbaik Incumbent

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:20 WITA

Water Barrier Rembiga Sempat Dibongkar Warga, Miq Iqbal-Bang Aji Turun Tangan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 04:03 WITA

Wabup Lobar Minta Segel Kantor Desa Kebon Ayu Dibuka, Sengketa Lahan Jangan Korbankan Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:28 WITA

Lombok Timur Ukir Prestasi Nasional di Program LSDP, Ketua LP3M Muara Kasih Beri Apresiasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 04:29 WITA

Putri Mahkota Swedia Victoria ke Lombok, NTB Siapkan Cerita Lokal untuk Dibawa ke Panggung Dunia

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:26 WITA

Kantor Desa Kebon Ayu Kembali Disegel, Pelayanan Publik Terganggu, Kades Kasim Tempuh Jalur Hukum

Senin, 17 Agustus 2026 - 04:06 WITA

Wabup UNA di HUT ke-81 RI: Evaluasi Diri, Benahi Birokrasi, Kembalikan APBD untuk Rakyat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:39 WITA

Kick Off MotoGP Mandalika 2026: NTB Perkuat Sinergi, Infrastruktur dan Pariwisata

Berita Terbaru