Putri Mahkota Swedia Victoria ke Lombok, NTB Siapkan Cerita Lokal untuk Dibawa ke Panggung Dunia

- Wartawan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 04:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Putri Mahkota Swedia Victoria dijadwalkan berkunjung ke Lombok pada 5-6 September 2026. (Foto: Diskominfotik NTB)

Putri Mahkota Swedia Victoria dijadwalkan berkunjung ke Lombok pada 5-6 September 2026. (Foto: Diskominfotik NTB)

MATARAM, Halontb.com – Sebelum memimpin Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal menghabiskan perjalanan panjangnya di dunia diplomasi. Pernah menjadi Duta Besar Indonesia, ia terbiasa membawa Indonesia ke ruang-ruang perjumpaan internasional. Kini, sebagai Gubernur NTB, ia berada pada sisi yang berbeda: dunia datang ke Lombok.

Pada 5–6 September 2026, Putri Mahkota Swedia Victoria dijadwalkan berkunjung ke Lombok. Kunjungan ini tidak sekadar menjadi agenda menerima seorang tokoh penting dari Eropa. Bagi Pemerintah Provinsi NTB, perjumpaan tersebut menjadi kesempatan membawa cerita yang tumbuh di masyarakat lokal ke dalam percakapan global.

Pengalaman Miq Iqbal sebagai diplomat ikut memberi cara pandang tersendiri dalam mempersiapkan kunjungan tersebut. Sebuah kunjungan internasional, baginya, tidak berhenti pada seremoni penyambutan atau agenda protokoler. Yang lebih penting adalah pengalaman apa yang dibawa pulang dan hubungan apa yang dapat tumbuh setelah pertemuan berakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Jelang MotoGP 2026, Polda NTB Survei Lokasi Pos Pengamanan di Pelabuhan Lembar dan Gili Mas

Karena itu, Putri Mahkota Victoria tidak hanya akan diperkenalkan kepada keindahan Lombok.

Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan sejumlah agenda yang membawa Victoria bertemu langsung dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari perempuan yang menggerakkan komunitas, kader Posyandu, masyarakat adat yang menjaga lingkungan, hingga pelaku UMKM dan komunitas pesisir.

“Kita ingin Princess melihat langsung kondisi dan kehidupan masyarakat di lapangan,” kata Iqbal dalam persiapan kunjungan bersama Kementerian Luar Negeri, Kementerian PPN/Bappenas dan United Nations Development Programme (UNDP).

Baca juga: 22 Hari Koma Usai Diduga Dikeroyok di Kafe Mataram, Keluarga Korban Desak Polisi Usut Semua Pelaku

Penekanan itu sekaligus menjelaskan arah kunjungan. Lombok tidak ingin sekadar menjadi latar sebuah agenda internasional. NTB ingin menghadirkan pengalaman.

Salah satu yang mendapat perhatian adalah Posyandu. Di balik pelayanan kesehatan ibu dan anak, terdapat ribuan kader yang sebagian besar merupakan perempuan dan bekerja langsung di tengah keluarga serta komunitas. Bagi NTB, kerja-kerja seperti inilah yang penting diperlihatkan kepada dunia: pembangunan yang hidup dalam keseharian masyarakat.

Agenda kunjungan juga akan membawa Putri Mahkota Victoria melihat hubungan masyarakat dengan lingkungan. Melalui komunitas dan kawasan berbasis budaya serta alam, NTB ingin memperlihatkan bahwa keberlanjutan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Ia juga tumbuh dari pengetahuan lokal dan cara masyarakat menjaga ruang hidupnya.

Baca juga: Dari 6 Meter Menjadi 10,5 Meter, Wajah Baru Ruas Jereweh-Benete Usai Ditangani

Victoria sendiri datang ke Indonesia tidak hanya sebagai Putri Mahkota Swedia, tetapi juga dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador UNDP. Titik temu itulah yang membuat kunjungan ke Lombok memiliki makna lebih luas.

Isu tentang perempuan, kesehatan masyarakat, pemberdayaan komunitas dan lingkungan yang akan diperlihatkan NTB merupakan bagian dari percakapan global tentang pembangunan berkelanjutan.

Di sinilah hubungan Swedia dan Lombok menemukan konteks barunya.

Mungkin tidak ada jejak panjang hubungan sejarah antara kerajaan Swedia dan kerajaan-kerajaan di Lombok. Namun perjumpaan dua wilayah yang berjauhan secara geografis itu justru dapat dimulai dari persoalan masa depan yang sama.

Baca juga: Lombok Timur Pertahankan Juara 1 Jamsostek Award NTB 2026, LP3M Muara Kasih: Kado Istimewa HUT ke-131

Swedia datang melalui Putri Mahkotanya. Lombok menyambutnya dengan cerita masyarakatnya.

Bagi Miq Iqbal, pengalaman diplomasi mengajarkan bahwa hubungan sering kali tumbuh dari perjumpaan yang berkesan. Karena itu, ia berharap agenda kunjungan tidak terlalu padat dan memberikan ruang bagi Putri Mahkota Victoria untuk merasakan Lombok secara langsung.

Harapannya, ketika Victoria kembali ke Swedia, yang tersisa bukan hanya dokumentasi kegiatan dan daftar agenda resmi.

Ada pengalaman. Ada perjumpaan. Dan ada cerita tentang Lombok yang dibawa pulang.

Di titik itulah visi NTB Mendunia menemukan maknanya.

Baca juga: Kantor Desa Kebon Ayu Kembali Disegel, Pelayanan Publik Terganggu, Kades Kasim Tempuh Jalur Hukum

NTB Mendunia bukan hanya tentang membawa nama daerah ke luar negeri atau menghadirkan tokoh internasional ke Lombok. Yang lebih penting adalah membangun keterhubungan, ketika cerita dari masyarakat lokal dapat menemukan tempat dalam percakapan dunia.

Dulu, sebagai diplomat, Lalu Muhamad Iqbal membawa Indonesia ke ruang-ruang internasional. Kini, sebagai Gubernur NTB, ia memiliki ruang berbeda untuk melakukan hal yang sama: membawa cerita tentang masyarakat NTB kepada dunia.

Kunjungan Putri Mahkota Swedia Victoria menjadi salah satu perjumpaan penting dalam perjalanan itu.

Dunia datang ke Lombok. Dan NTB bersiap memastikan, dunia tidak hanya melihat keindahannya, tetapi juga membawa pulang cerita tentang masyarakat yang hidup di dalamnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pensiunan PDAM Giri Menang Muhammad Sa’i Resmi Maju Pilkades Lembar, Bawa Misi Perubahan
Tiga Besar Calon Sekda Lombok Barat Segera Dipanggil Wabup UNA
Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar
Sepanjang 2026, Satpol PP Lombok Barat Tertibkan Lebih dari 500 Rombong PKL
NTB Raih Tiga Apresiasi Kemendagri, Kebijakan Publik Mulai Berdampak
DPRD-Pemprov NTB Sepakati Perubahan APBD 2026, Belanja Tembus Rp6,05 Triliun di Tengah Tekanan Fiskal
PPK UIN Mataram Tegaskan Proyek Laboratorium Kedokteran Tetap Berjalan, “Tidak Ada Subkon”
Kapolda NTB Terima Audiensi Dirut PT TCN Gili Trawangan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Polisi Tetapkan Pimpinan Ponpes di Lombok Barat sebagai Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:18 WITA

Dua Pria Diduga Pengedar Sabu Ditangkap di Gerung, 72,42 Gram Disita

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:22 WITA

Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Patroli Jalur Logistik di Pelabuhan Lembar

Rabu, 23 September 2026 - 06:47 WITA

LPA Mataram Ungkap Dugaan Modus Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, Korban Diduga Bertambah

Jumat, 18 September 2026 - 11:42 WITA

Polda NTB Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran PT Energi Selaparang ke Tahap Penyidikan

Kamis, 17 September 2026 - 12:26 WITA

Lapas Lombok Barat Gandeng TNI-Polri dan BNN, Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine

Rabu, 16 September 2026 - 08:53 WITA

Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Pembakaran Dapur MBG di Lombok Tengah

Senin, 14 September 2026 - 15:49 WITA

Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Jasad di Sekotong, Bara Divonis 20 Tahun Penjara

Berita Terbaru