HALO NTB — MATARAM, Gelaran MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), memberikan dampak ekonomi dan mobilitas yang signifikan. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat lonjakan tajam arus penumpang dan kendaraan yang masuk ke Pulau Lombok melalui jalur laut selama perhelatan akbar tersebut.
General Manager PT Pelindo Cabang Lembar, Kunto Wibisono, mengungkapkan bahwa sejak H-4 hingga puncak acara pada Minggu kemarin, terjadi peningkatan arus penumpang sebesar 40 persen dibandingkan hari normal.
“Rata-rata penumpang mencapai angka 260 orang per hari selama event berlangsung. Padahal, di hari-hari normal, rata-ratanya hanya sekitar 190 orang per hari,” ujar Kunto kepada awak media, Senin (12/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Rayakan HUT ke-12, Perindo Lombok Barat Tebar Kebaikan Lewat Bakti Sosial
Tak hanya penumpang, arus kendaraan yang masuk ke Lombok juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 32 persen. Berdasarkan data Pelindo, rata-rata kendaraan yang masuk mencapai 571 unit per hari, melonjak dari rata-rata hari normal yang hanya sekitar 430 unit.
“Kendaraan yang mendominasi adalah kombinasi roda dua dan roda empat, dengan porsi yang lebih banyak didominasi oleh kendaraan roda dua. Tercatat juga banyak kelompok klub motor yang datang untuk menonton langsung,” tambahnya.
Kunto menyebutkan bahwa lonjakan ini hampir seluruhnya berasal dari Pulau Jawa, yang terbagi melalui dua pelabuhan utama di Lombok. Untuk Pelabuhan Kedaro Lembar, rute yang paling padat adalah Surabaya-Lembar dengan layanan 5 kapal ferry yang memiliki kapasitas rata-rata 100-150 kendaraan per kapal.
Sementara di Pelabuhan Gili Mas, rute Banyuwangi-Gili Mas dilayani oleh 4 kapal dengan kapasitas lebih besar, yakni hingga 200 kendaraan besar per kapal.
Baca juga: MotoGP Mandalika 2026 Dimulai, Petugas Siaga Antisipasi Lonjakan Kendaraan
Meskipun arus kedatangan sangat padat pada akhir pekan lalu, Kunto menyebut bahwa pada H+1 atau Senin ini, arus balik masih cenderung landai.
“Mungkin para penonton dan pendatang masih menikmati suasana liburan di Lombok. Prediksi kami, puncak arus balik baru akan terjadi dua hari ke depan, yakni sekitar H+3 hingga H+4 atau hari Kamis mendatang,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pelindo Cabang Lembar tidak melakukan penambahan armada kapal, melainkan mengoptimalkan fasilitas yang ada. Persiapan mencakup penyesuaian alokasi tambatan di dermaga, perluasan ruang tunggu kendaraan, serta penguatan operasional terminal penumpang.
Dari sisi keamanan, Pelindo berkolaborasi dengan Badan Kerja Operasi (BKO) yang melibatkan Pamobvit Polda NTB serta Lanal Mataram untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus lintas laut.
Di sisi lain, terdapat fenomena menarik terkait logistik pendukung MotoGP tahun ini. Berbeda dengan tiga tahun berturut-turut sebelumnya, Pelindo mencatat tidak ada sama sekali kargo pendukung MotoGP (seperti paddock dan perlengkapan tim) yang masuk melalui jalur laut pada tahun 2026 ini.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya, pasti ada sekitar 20 hingga 25 box container yang masuk lewat kami untuk logistik supporting MotoGP. Tapi tahun ini sama sekali tidak ada,” ungkap Kunto.
Baca juga: Kapolda NTB Matangkan Jalur Penonton dan VVIP Jelang MotoGP Mandalika
Berdasarkan evaluasi internal Pelindo, Kunto menduga adanya pergeseran strategi logistik dari penyelenggara atau tim MotoGP yang kini memindahkan seluruh kargo pendukungnya melalui jalur udara, bukan lagi melalui jalur laut seperti tahun-tahun sebelumnya.
Hingga berita ini diturunkan, operasional Pelabuhan Lembar dan Gili Mas dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti, seiring dengan persiapan menghadapi puncak arus balik wisatawan pada pertengahan pekan ini.









