HALO NTB — LOMBOK TENGAH, Sehari menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Pertamina Mandalika International Circuit memasuki fase paling menentukan.
Di saat pembalap, tim, penyelenggara dan berbagai unsur pendukung bersiap menghadapi rangkaian balapan pada 9–11 Oktober, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) juga menempatkan kekuatan terakhirnya di lapangan.
Lebih dari 500 personel PLN disiagakan untuk memastikan kebutuhan kelistrikan selama perhelatan MotoGP Mandalika 2026 dapat dilayani secara optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ratusan personel tersebut bukan sekadar angka. Mereka menjadi bagian dari sistem respons yang disiapkan PLN untuk menghadapi berbagai kemungkinan selama event berlangsung.
Ada yang bertugas memantau sistem, mengoperasikan peralatan, menjalankan pelayanan teknis hingga memastikan koordinasi respons operasional berjalan secara berjenjang.
Dengan pola tersebut, setiap perubahan kondisi kelistrikan dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Bagi PLN, kesiapsiagaan menjadi penting karena MotoGP bukan aktivitas yang berlangsung di satu titik saja. Kawasan sirkuit berubah menjadi ekosistem besar yang mempertemukan aktivitas balapan, fasilitas medis, paddock, area tamu, pusat kendali hingga produksi siaran.
Karena itu, pengamanan kelistrikan juga dilakukan pada enam lokasi yang dianggap strategis: Race Control, Main Pit Building, Medical Center, Paddock Area, VIP Deluxe dan TV Compound.
Pemantauan di lokasi-lokasi tersebut dilakukan secara intensif. PLN juga berkoordinasi dengan tim engineer MotoGP untuk mengetahui perkembangan kebutuhan beban sekaligus memastikan dukungan kelistrikan dapat menyesuaikan kondisi operasional.
Persiapan tersebut telah dimulai jauh sebelum H-1.
PLN UIW NTB sebelumnya telah melakukan pengujian terhadap berbagai perangkat pendukung, termasuk Uninterruptible Power Supply (UPS), Unit Gardu Bergerak (UGB), panel kontrol dan gardu hubung.
Tiga titik inlet UGB di kawasan sirkuit juga telah selesai dipasang.
Kehadiran peralatan tersebut memperkuat skema pengamanan pasokan listrik, sehingga ketika kebutuhan meningkat atau terjadi perubahan kondisi, petugas memiliki dukungan perangkat yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Memasuki masa siaga, posko PLN terus diaktifkan. Monitoring dilakukan secara berkala dan komunikasi antarpersonel dijaga secara berkelanjutan.
General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan pihaknya memastikan seluruh unsur yang berkaitan dengan dukungan kelistrikan telah berada dalam kondisi siap.
“Satu hari menjelang pelaksanaan, kami memastikan seluruh personel, peralatan, posko, dan sistem operasi berada dalam kondisi siap,” ujar Yondri.
Ia mengatakan monitoring terhadap parameter kelistrikan terus dilakukan, khususnya pada titik-titik utama di kawasan sirkuit.
Menurut Yondri, kesiapan PLN juga tidak berdiri sendiri. Dukungan dan koordinasi dilakukan bersama PLN Unit Induk Kelistrikan Dwipantara, ITDC serta pihak penyelenggara MotoGP.
Koordinasi tersebut diperlukan agar kebutuhan kelistrikan dapat diterjemahkan secara tepat ke dalam kesiapan sistem di lapangan.
“Dengan dukungan ratusan personel dan koordinasi bersama seluruh stakeholder, PLN UIW NTB siap memberikan dukungan kelistrikan yang andal untuk menyukseskan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026,” katanya.
Kini, Mandalika tinggal menunggu satu tahap terakhir: balapan dimulai.
Saat para pembalap bersiap memacu motor dengan kecepatan tinggi, ratusan petugas PLN akan menjalankan pekerjaan yang justru menuntut ketenangan, ketelitian dan kecepatan mengambil keputusan.
Mereka mungkin tidak masuk dalam sorotan utama kamera. Namun, keberadaan mereka menjadi bagian dari rantai panjang yang menjaga agar seluruh aktivitas MotoGP tetap berjalan.
Sebab, dalam event internasional sebesar MotoGP, listrik bukan sekadar kebutuhan pendukung.
Ia adalah infrastruktur yang membuat berbagai sistem dapat bekerja secara bersamaan.
Dan ketika lampu-lampu sirkuit menyala serta mesin-mesin balap mulai meraung, lebih dari 500 personel PLN akan berada di belakangnya siaga memastikan energi tetap mengalir.









