HALO NTB — LOMBOK TENGAH, Sorotan dunia selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, tidak hanya tertuju pada persaingan para pembalap di lintasan. Di balik berlangsungnya ajang MotoGP pada 9–11 Oktober 2026, terdapat pekerjaan infrastruktur yang menuntut kesiapan tinggi, termasuk memastikan pasokan listrik tetap andal sepanjang kegiatan.
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) berhasil menuntaskan dukungan kelistrikan untuk ajang tersebut. Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Mandalika Grand Prix Association (MGPA), InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), dan InJourney.
Dukungan tersebut memperlihatkan bahwa infrastruktur energi merupakan bagian penting dari ekosistem pariwisata modern. Ketika sebuah daerah menjadi tuan rumah kegiatan olahraga internasional, kesiapan tidak hanya diukur dari keberadaan sirkuit atau kemampuan menyelenggarakan perlombaan, tetapi juga dari dukungan infrastruktur yang memungkinkan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai kebutuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam konteks Mandalika, keandalan listrik menjadi salah satu unsur pendukung penyelenggaraan. Pasokan energi dibutuhkan untuk menunjang berbagai fasilitas dan perangkat operasional yang bekerja selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Karena itu, kesiapan PLN memiliki arti lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan daya. Keandalan layanan kelistrikan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan infrastruktur yang mendukung penyelenggaraan ajang internasional di NTB.
Kebutuhan daya meningkat, kesiapan sistem diperkuat
PLN mencatat kebutuhan daya listrik pada MotoGP Mandalika 2026 mencapai 3.070 kVA. Angka tersebut meningkat sekitar 5 persen dibandingkan kebutuhan daya pada 2025 yang mencapai 2.925 kVA.
Kenaikan sebesar 145 kVA itu menunjukkan bertambahnya kebutuhan daya yang harus diperhitungkan dalam perencanaan dan pengamanan sistem kelistrikan. Di tengah aktivitas penyelenggaraan yang berlangsung secara bersamaan, kesiapan pasokan harus didukung pengelolaan operasional yang terukur.
Untuk itu, PLN UIW NTB mengoptimalkan kesiapan infrastruktur dan menerapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis. Ratusan personel disiagakan di 17 titik strategis, dengan dukungan sistem suplai listrik langsung dari jaringan utama atau grid yang menjadi karakteristik kelistrikan Sirkuit Mandalika.
PLN juga melakukan pemantauan dan pengendalian operasional guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama penyelenggaraan berlangsung.
Rangkaian persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan pasokan di tengah meningkatnya kebutuhan daya. Pada kegiatan internasional, kesiapan seperti ini penting karena berbagai aktivitas operasional bergantung pada dukungan infrastruktur yang bekerja secara konsisten.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, menyebut keberhasilan tersebut sebagai hasil persiapan menyeluruh, penguatan sistem kelistrikan, serta koordinasi seluruh personel yang bertugas.
“Kami bersyukur dapat mendukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 dengan menjaga keandalan pasokan listrik di tengah peningkatan kebutuhan daya. Ini merupakan wujud komitmen PLN untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang andal dan berkualitas, sekaligus mendukung NTB sebagai destinasi penyelenggaraan ajang olahraga berkelas dunia,” ujar Yondri.
Apresiasi penyelenggara menegaskan pentingnya kolaborasi
Keberhasilan dukungan kelistrikan PLN mendapat tanggapan positif dari sejumlah pimpinan lembaga yang terlibat dalam penyelenggaraan dan pengembangan kawasan Mandalika.
Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola Soeprapto, menyampaikan terima kasih atas dukungan kelistrikan PLN selama MotoGP Mandalika 2026.
Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, mengapresiasi kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran penyelenggaraan, termasuk kontribusi PLN dalam memastikan keandalan pasokan listrik.
Sementara itu, Direktur Utama InJourney, Maya Watono, turut menyampaikan terima kasih atas layanan kelistrikan berstandar kelas dunia yang dihadirkan PLN untuk mendukung ajang tersebut.
Apresiasi dari para pemangku kepentingan ini memperlihatkan bahwa penyelenggaraan MotoGP membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Pengelolaan sirkuit, pengembangan kawasan, infrastruktur energi, serta berbagai layanan pendukung harus saling menunjang agar kegiatan dapat berlangsung sesuai rencana.
Bagi Mandalika, kolaborasi tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kesiapan kawasan sebagai destinasi penyelenggaraan kegiatan berskala internasional.
Menjaga daya saing pariwisata NTB
MotoGP Mandalika merupakan bagian dari upaya menempatkan NTB dalam peta destinasi olahraga dan pariwisata internasional. Dalam persaingan antardestinasi, penyelenggaraan kegiatan besar membutuhkan lebih dari sekadar daya tarik alam dan fasilitas utama. Kualitas infrastruktur serta kesiapan pelayanan pendukung juga menjadi bagian dari penilaian terhadap kemampuan sebuah kawasan menyelenggarakan kegiatan berskala dunia.
Dari sisi pembangunan daerah, infrastruktur energi yang andal dapat mendukung kegiatan pariwisata dan aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara. Namun, besarnya dampak ekonomi tetap bergantung pada berbagai faktor, termasuk tingkat kunjungan, lama tinggal wisatawan, belanja pengunjung, keterlibatan pelaku usaha lokal, dan keberlanjutan kegiatan setelah acara berakhir.
Karena itu, keberhasilan dukungan kelistrikan perlu ditempatkan sebagai salah satu fondasi pendukung, bukan satu-satunya penentu keberhasilan pembangunan pariwisata.
Tantangan berikutnya adalah menjaga kesinambungan kualitas infrastruktur, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan memastikan kesiapan layanan dapat mengikuti kebutuhan kawasan yang terus berkembang.
PLN UIW NTB menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan berkualitas guna mendukung pertumbuhan pariwisata, penguatan ekonomi daerah, serta posisi NTB sebagai destinasi olahraga dan pariwisata kelas dunia.
Keberhasilan menyelesaikan dukungan kelistrikan MotoGP Mandalika 2026 menjadi salah satu pengalaman operasional yang dapat menjadi dasar evaluasi dan penguatan layanan ke depan. Di balik kemeriahan balapan, kesiapan infrastruktur seperti inilah yang ikut menentukan kemampuan Mandalika dan NTB mempertahankan kepercayaan sebagai tuan rumah kegiatan internasional.









