Mundur dari DPRD, Tapi Masih Kantongi Gaji: Akheruddin Dicibir Sebagai Calon Pemimpin Tanpa Etika

- Wartawan

Jumat, 11 Oktober 2024 - 06:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukti Kuitansi: Akheruddin, meski sudah mundur sebagai anggota DPRD Sumbawa Barat untuk maju Pilkada 2024, masih menerima gaji Rp 41,6 juta di bulan Oktober 2024. (Foto: Istimewa)

Bukti Kuitansi: Akheruddin, meski sudah mundur sebagai anggota DPRD Sumbawa Barat untuk maju Pilkada 2024, masih menerima gaji Rp 41,6 juta di bulan Oktober 2024. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Akheruddin, anggota DPRD Sumbawa Barat yang telah resmi mundur untuk mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) di Pilkada 2024, kini terseret dalam pusaran kritik tajam. Meskipun sudah menyatakan mundur, Akheruddin diduga masih menerima gaji dan tunjangan sebagai anggota dewan, menuai kecaman keras dari masyarakat.

“Ini jelas tidak etis! Mundur kok masih ambil gaji? Apalagi sudah mencalonkan diri sebagai wakil bupati. Pemimpin seperti ini akan mencederai kepercayaan publik!” kata Herlan Ambo, aktivis lokal yang lantang mengkritik langkah politik Akheruddin.

Menurut Ambo, tindakan Akheruddin yang mengambil gaji saat seharusnya sudah lepas dari jabatan dewan, mencerminkan ketidakberanian dalam mengambil sikap. “Ini bukan soal aturan semata, ini soal moralitas. Jika takut kehilangan fasilitas, lebih baik tidak maju! Pemimpin tanpa etika akan menciptakan daerah yang tidak bersih,” tambahnya dengan tajam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, bagian Tata Usaha dan Keuangan DPRD Sumbawa Barat mengonfirmasi bahwa Akheruddin tetap menerima gaji sebesar Rp 41,6 juta, meski telah mengajukan pengunduran diri. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang integritas dan komitmen Akheruddin sebagai calon pemimpin.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD Soroti Ironi Kuripan: Jadi Penyangga, tapi Jalan Masih Tanah dan Puskesmas Tanpa Rawat Inap
Pengusaha Lokal Tersingkir dari Proyek Smelter: DPRD KSB Siap Gugat Ketimpangan Ekonomi di Tanah Sendiri
Atlet PON NTB Menanti Bonus yang Tak Kunjung Datang, DPRD: Jangan Permainkan Hak Mereka!
Skandal Keuangan RSUD Lombok Barat? DPRD Soroti Utang Besar di Tengah Pendapatan Rp 150 Miliar!
Megawati Lestari Diduga Melecehkan Masyarakat Sumbawa, Desakan Sanksi Meningkat
Kecelakaan Maut di Tambang AMNT: DPRD NTB Murka, Tuntut Penghentian Operasi dan Evaluasi Total!
RSUP NTB Terancam Krisis Keuangan, DPRD Bongkar Dugaan Permainan Anggaran dan Utang Fantastis
Sidang AKD DPRD KSB Memanas, Nama Aherudin Sidik Picu Penundaan Paripurna

Berita Terkait

Minggu, 2 November 2025 - 14:03 WITA

Ketika Tanah Negara ‘Disulap’ Jadi Milik Pribadi: Praperadilan Mantan Pejabat BPN Ambruk di Mataram

Senin, 27 Oktober 2025 - 23:25 WITA

“Baju Seragam, Tangan Bercincin, dan Pitingan Maut” Dua Polisi Diperkarakan atas Kematian Rekan Sendiri

Rabu, 22 Oktober 2025 - 12:36 WITA

Di Balik Nama Pembangunan: Dugaan Korupsi Lahan MXGP Samota Menganga

Selasa, 21 Oktober 2025 - 06:45 WITA

Lapas Lombok Barat Tegaskan Komitmen Berantas Halinar Lewat Deklarasi Nasional Imipas 2025

Jumat, 17 Oktober 2025 - 00:43 WITA

Istri Polisi Tersangka Pembunuhan, Tekanan Ekonomi Jadi Akar Tragedi Lembar

Jumat, 17 Oktober 2025 - 00:40 WITA

Dana Siluman Pokir: Ketika Uang Kembali, Tapi Keadilan Tak Pernah Datang

Jumat, 17 Oktober 2025 - 00:36 WITA

Kasus Brigadir Esco: Briptu RS dan 4 Tersangka Terancam Hukuman Berat Pasal 340 KUHP

Kamis, 16 Oktober 2025 - 10:53 WITA

Kuripan Berduka: Tubuh Roni Gantung Kaku, Pagi Bersuara Sunyi

Berita Terbaru