“Adanya bimtek ini diharapkan para penyuluh pertanian dapat memperdalam pengetahuan dan wawasan dalam mengawal kelompok-kelompok tani di NTB,” kata Hendro Yulistiono.
Hendro menerangkan, Bimtek dilaksanakan dengan menerapkan metode pelatihan partisipatif yang dikombinasikan dengan metode-metode lainnya seperti ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasan serta praktik lapangan.
“Berhubung pelaksanaan pelatihan masih dalam masa pandemi Covid-19, untuk menjaga kesehatan maka setiap peserta bimtek wajib memakai masker dan mencuci tangan,” kata Hendro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bimtek Pengelolaan Panen dan Pasca Panen Cabai bagi Penyuluh IPDMIP ini juga melakukan field trip ke Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah untuk mengunjungi UD. Azahri, milik Hj. Zaenab yang sudah memproduksi beberapa produk olahan cabai. Salah satunya Sambal Cengeh merk TaponA Food. Sambal Cengeh tersebut telah dipasarkan ke supermarket di Pulau Lombok hingga dikirim ke beberapa daerah di Indonesia.(Bayu)


































