“Ini merupakan tantangan bagaimana mengenalkan olahan cabai yang bisa dinikmati tanpa mengurangi rasa cabai yang ada. Bagaimana menghasilkan olahan cabai yang masih sama atau sedikit berbeda dengan cabai segar,” tuturnya.
Mayadi menegaskan bahwa teknologi pengolahan cabai diperlukan jika pasokan cabai sedang melimpah seperti panen raya atau harga cabai sedang jatuh.
“Di masyarakat itu kalau sudah panen cabai, kadang-kadang harganya murah. Terutama di Lombok Timur, Lombok Tengah, sebagian di Bima dan Dompu,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Daripada kita menjual cabai dengan harga yang murah, lebih baik diolah dulu menjadi produk yang nilai jualnya lebih tinggi. Ini tentunya akan menambah pendapatan para petani cabai,” imbuh Mayadi.
Seperti ketahui, cabai merupakan komoditas hortikultura yang harganya fluktuatif. Ketika musim panen tiba harganya relatif rendah dan ketika off session harganya bisa melambung tinggi.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


































