Hal ini diakibatkan oleh kebutuhan masyarakat akan cabai terus meningkat termasuk permintaan di off session. Karena itu implementasi teknologi pascapanen harus dipelajari dan diterapkan mulai dari tingkat petani.
Mayadi juga mengharapkan melalui Bimtek ini nantinya mendapatkan solusi dalam permasalahan pada saat terjadinya penurunan harga cabai di Provinsi NTB.
Salah satu solusinya adalah dengan melakukan diversifikasi produk olahan cabe yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berdaya simpan panjang, berupa saus cabai, bubuk cabai, cabai kering hingga minyak cabai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita berharap para penyuluh pertanian yang dikirim untuk mengikuti Bimtek pengelolaan pasca panen cabai ini dapat membawa ilmu yang mereka dapatkan serta diterapkan kepada kelompok-kelompok tani di masing-masing wilayah binaan,” kata Mayadi.
Sementara, Kepala Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan NTB, H. Hendro Yulistiono, SP.,M.Si menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya Bimtek Pengelolaan Panen dan Pasca Panen Cabai bagi Penyuluh IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program) adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang akan dikembangkan di masing-masing wilayah binaan untuk meningkatkan produktivitas.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


































