Home / NTB

Merawat Tradisi, Menguatkan Persatuan: PCNU Sumbawa Barat Hidupkan Kembali Lailatul Ijtima sebagai Simbol Sinergi Ulama dan Pemerintah

- Wartawan

Minggu, 8 Maret 2026 - 06:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PCNU Sumbawa Barat, H.W. Musyafirin, memberikan sambutan dalam kegiatan Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan Istighosah dan penguatan tradisi Lailatul Ijtima.(Foto istimewa)

Ketua PCNU Sumbawa Barat, H.W. Musyafirin, memberikan sambutan dalam kegiatan Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan Istighosah dan penguatan tradisi Lailatul Ijtima.(Foto istimewa)

SUMBAWA BARAT,Halontb.com – Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumbawa Barat memilih kembali meneguhkan akar tradisi. Melalui agenda Lailatul Ijtima yang dihidupkan kembali dalam rangkaian Safari Ramadhan 1447 H, NU Sumbawa Barat ingin memastikan bahwa hubungan harmonis antara ulama, masyarakat, dan pemerintah tetap terjaga kuat.

Kegiatan yang digelar di Central HWM Center, Sabtu (7/3/2026), tidak sekadar menjadi forum ibadah bersama. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang konsolidasi moral, sosial, dan spiritual warga Nahdliyin di Bumi Pariri Lema Bariri.

Ketua PCNU Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M., menegaskan bahwa tradisi Istighosah dan Lailatul Ijtima merupakan warisan para ulama yang selama puluhan tahun menjadi perekat hubungan antar warga sekaligus jembatan komunikasi antara ulama dan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Manfaat utamanya adalah silaturahmi. Melalui Istighosah dan Lailatul Ijtima, PCNU dapat menyatu dengan seluruh ranting hingga tingkat paling bawah. Kita tidak hanya berkumpul untuk berdoa, tetapi juga memperkuat ikatan kemanusiaan dan persaudaraan,” ujar Musyafirin di hadapan jamaah.

Menurutnya, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, ruang-ruang kebersamaan seperti ini menjadi semakin penting. Tradisi keagamaan yang diwariskan para ulama tidak hanya berfungsi sebagai amaliah spiritual, tetapi juga sebagai benteng sosial agar masyarakat tetap berada dalam harmoni.

Musyafirin menilai, salah satu dampak paling nyata dari kegiatan istighosah rutin adalah terciptanya hubungan yang sehat dan saling menguatkan antara pemerintah dan ulama.

“Selama komunikasi dijaga melalui forum seperti ini, tidak akan ada jarak antara pemerintah dan ulama. Semua berjalan beriringan dalam semangat membangun daerah,” tegasnya.

Karena itu, ia mengimbau seluruh pengurus NU, mulai dari tingkat cabang hingga ranting di setiap kecamatan, untuk kembali menghidupkan tradisi Lailatul Ijtima yang selama ini menjadi ciri khas amaliah Nahdliyin.

Ia mengakui, dalam beberapa tahun terakhir masih terdapat sejumlah wilayah yang belum aktif melaksanakan kegiatan tersebut. Padahal, menurutnya, Lailatul Ijtima bukan sekadar agenda rutin, melainkan identitas organisasi yang harus terus dijaga.

“Mari kita hidupkan kembali Lailatul Ijtima dengan istighosah, pembacaan yasin, tahlil, hingga selawat. Ini bukan hanya tradisi, tetapi identitas kita sebagai warga Nahdlatul Ulama,” serunya.

Lebih jauh, Safari Ramadhan PCNU Sumbawa Barat tahun ini juga membawa misi strategis yang lebih luas. Selain memperkuat spiritualitas warga, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun kaderisasi yang kokoh sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga NU.

Melalui momentum Ramadhan, jamaah diajak memahami bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesadaran bahwa setiap perilaku manusia berada dalam pengawasan Allah SWT.

Kesadaran spiritual tersebut, menurut Musyafirin, menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter religius sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan.

“Ketika amaliah NU tetap hidup, maka nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan cinta tanah air juga akan terus tumbuh. Dari sinilah fondasi karakter masyarakat yang kuat akan lahir,” ujarnya.

Dengan menghidupkan kembali Lailatul Ijtima, PCNU Sumbawa Barat berharap tradisi ulama tetap lestari, persaudaraan antarwarga semakin kokoh, dan sinergi antara ulama serta pemerintah terus terjaga demi kemajuan daerah.

Facebook Comments Box

Sumber Berita : Agus Sofyan Ghosy

Berita Terkait

Hingga Hari ke-17, 4.709 Jemaah dan Petugas Haji NTB Telah Tiba di Arab Saudi
Pemprov NTB–BBPOM Mataram Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Era Digital
Resmi! Komdigi Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pemprov NTB Siap Kawal
Menjelang Idul Adha, 30 Ribu Hewan Ternak NTB Tembus Pasar Nasional, Karantina Pastikan Bebas PMK
Pedagang Cilok Asal Gerung Lombok Barat Berangkat Haji Setelah 34 Tahun Menabung
393 Jemaah Haji Kloter 10 Asal Mataram Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci
Baru Saja Tiba, Seorang Jemaah Haji Kloter 5 Asal Mataram Dideportasi oleh Otoritas Arab Saudi
KNPI NTB Nyatakan Sikap Tolak Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Tuntut Stabilitas Harga

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:55 WITA

Hingga Hari ke-17, 4.709 Jemaah dan Petugas Haji NTB Telah Tiba di Arab Saudi

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:05 WITA

Resmi! Komdigi Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pemprov NTB Siap Kawal

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:26 WITA

Menjelang Idul Adha, 30 Ribu Hewan Ternak NTB Tembus Pasar Nasional, Karantina Pastikan Bebas PMK

Senin, 4 Mei 2026 - 08:06 WITA

Pedagang Cilok Asal Gerung Lombok Barat Berangkat Haji Setelah 34 Tahun Menabung

Senin, 4 Mei 2026 - 04:55 WITA

393 Jemaah Haji Kloter 10 Asal Mataram Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:59 WITA

Baru Saja Tiba, Seorang Jemaah Haji Kloter 5 Asal Mataram Dideportasi oleh Otoritas Arab Saudi

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:53 WITA

KNPI NTB Nyatakan Sikap Tolak Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Tuntut Stabilitas Harga

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:45 WITA

Peringatan May Day 2026: Gubernur Iqbal Tegaskan Serikat Buruh Adalah Mitra Strategis Kebijakan NTB.

Berita Terbaru