Home / NTB

Bulog NTB Terima Aspirasi Massa, Tegaskan Transparansi serta Dukung Penegakan Hukum Kasus Beras Oplosan

- Wartawan

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Pimpinan Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB), Rizal P. Sukmaadijaya.(Foto: Istimewa).

Wakil Pimpinan Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB), Rizal P. Sukmaadijaya.(Foto: Istimewa).

MATARAM, Halontb.com – Manajemen Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya angkat bicara terkait isu dugaan pengoplosan beras yang kembali disuarakan oleh elemen masyarakat. Pihak Bulog menegaskan bahwa seluruh kasus yang sempat mencuat di masa lalu telah diproses secara hukum dan pelakunya bukanlah bagian dari internal perusahaan.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, Rizal P. Sukmaadijaya, menyusul aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh massa yang mengatasnamakan Laskar Pemuda Sasak di depan Kantor Wilayah Bulog NTB, Jumat (26/6/2026).

Rizal menjelaskan, dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan terkait dua kasus dugaan pengoplosan beras yang pernah terjadi di Lombok Barat dan Lombok Timur. Ia meluruskan bahwa kedua kasus tersebut telah ditangani oleh aparat kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terkait kasus di Lombok Barat yang terjadi pada Juni 2025, pelakunya adalah oknum di luar Bulog. Kasus itu sudah diproses hukum dan yang bersangkutan sudah ditahan. Jadi, sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan internal Bulog,” tegas Rizal kepada awak media.

Sementara untuk kasus di Lombok Timur yang terjadi pada Oktober 2025, Rizal menyebut bahwa keterlibatan pihak luar kembali menjadi sorotan. “Kasus di Lombok Timur melibatkan oknum mitra kerja. Saat ini proses hukumnya sedang berjalan di Polres Lombok Timur. Kami menghormati dan mendukung penuh proses penegakan hukum yang dilakukan aparat,” tambahnya.

Meski sempat terjadi penolakan dari massa untuk masuk ke dalam kantor guna berdialog, Rizal menyatakan bahwa pihak manajemen telah berupaya melayani dengan baik. Menurutnya, Bulog NTB selalu membuka ruang dialog bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi akurat terkait penyaluran beras.

“Prinsipnya, Bulog sangat terbuka kepada semua pihak dan stakeholder. Kami terbuka terkait kegiatan pengadaan maupun penyaluran. Kami sangat welcome menerima masukan, kritik, bahkan tuntutan sekalipun sebagai bahan evaluasi untuk menjaga ketahanan pangan di NTB,” ujar Rizal.

Selain memberikan klarifikasi hukum, Rizal juga memberikan informasi update terkait ketersediaan stok pangan pemerintah di wilayah NTB. Ia memastikan bahwa kondisi stok saat ini dalam keadaan sangat aman dan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Saat ini stok beras yang dikuasai Bulog NTB sangat mencukupi, bahkan bisa dikatakan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Bulog NTB. Kami bahkan harus menyewa gudang tambahan untuk menampung stok yang ada,” ungkapnya.

Baca juga: Sentuh Ujung Lombok Barat, Gerakan Pangan Murah Pemprov NTB Sukses Tekan Harga Sembako

Bahkan, lanjut Rizal, selain menjaga kecukupan stok di NTB, Bulog NTB juga turut menyuplai kebutuhan pangan untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini, Bulog juga tengah fokus pada penyaluran bantuan pangan yang ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026.

Guna mencegah terulangnya insiden serupa, Bulog NTB terus memperkuat sinergi dengan Satgas Pangan untuk melakukan pengawasan rutin dan insidental. Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan kepada seluruh mitra kerja guna memastikan standar operasional prosedur (SOP) penyaluran beras tetap terjaga.

“Kami terus memperketat pengawasan bersama Satgas Pangan. Jika di kemudian hari terbukti ada oknum internal yang terlibat dalam pelanggaran, tentu kami akan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutup Rizal.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit tersebut berjalan dengan tertib dan kondusif hingga massa membubarkan diri.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Sukses Gelar Pelepasan 203 Siswa Terbaiknya di UIN Mataram, MAN Lobar Buktikan Kualitas Madrasah Unggulan
Jalan Rusak di Teluk Gok Tak Kunjung Diperbaiki: Anak Sekolah Kesulitan, Jenazah Ditandu hingga Warga Sakit Harus Naik Perahu
Sentuhan Kasih PLN untuk Anak Negeri, 56 Anak Yatim Desa Teros Terima Santunan Penuh Haru
Hingga Hari ke-17, 4.709 Jemaah dan Petugas Haji NTB Telah Tiba di Arab Saudi
Pemprov NTB–BBPOM Mataram Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Era Digital
Resmi! Komdigi Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pemprov NTB Siap Kawal

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:46 WITA

Viral Gedung Nifas RSUD Tripat Disorot Netizen, Begini Klarifikasi dan Langkah Manajemen

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:07 WITA

Lombok Tengah Sabet Juara Umum MTQ XXXI NTB 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 06:26 WITA

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Pemprov NTB Salurkan Dana Kompensasi 8 Desa Lingkar TPA

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:00 WITA

Kantor Kemenag NTB Dikepung Massa Saat Rakor Pencegahan Kekerasan, BARA Desak Audit Total Ponpes

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:31 WITA

Padukan Syiar Islam dan Harmoni Budaya, MTQ NTB 2026 Siap Jadi Perhelatan Termegah Tahun Ini

Senin, 25 Mei 2026 - 23:42 WITA

Jembatan Sekotong Amblas: Akses Utama 4 Desa Terancam, Kades Desak Pemerintah Segera Bertindak

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:42 WITA

Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WITA

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Berita Terbaru

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membuka Rekrutmen Pegawai Tahun 2026.

Informasi Lomwongan Kerja

BPKH Resmi Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Sediakan 9 Posisi Strategi untuk Talenta Terbaik

Jumat, 26 Jun 2026 - 05:03 WITA