LOMBOK BARAT, Halontb.com – Warga Teluk Gok Dusun Medang, Desa Sekotong Barat , Kecamatan Sekotong, kembali meluapkan kekecewaan terhadap kondisi akses jalan utama menuju wilayah mereka yang hingga kini rusak parah dan dinilai tak pernah mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Tokoh masyarakat Teluk Gok, Marzuki, menegaskan kerusakan jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer itu telah berlangsung puluhan tahun dan menjadi penderitaan berkepanjangan bagi masyarakat karena merupakan satu-satunya akses utama warga untuk pendidikan, kesehatan hingga aktivitas ekonomi.
“Selama ini masyarakat hanya bisa berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Jalan kami tetap rusak dan semakin memprihatinkan, terutama saat musim hujan,” tegas Marzuki, Minggu, 17 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengungkapkan, masyarakat sempat menaruh harapan besar ketika pihak terkait melakukan pengukuran jalan beberapa tahun lalu. Namun hingga kini pembangunan yang dijanjikan belum juga terealisasi.
“Masyarakat sempat yakin jalan ini akan dibangun karena sudah ada pengukuran dari pihak terkait. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujarnya.
Menurutnya, sekitar 150 kepala keluarga terdampak langsung akibat buruknya akses jalan tersebut. Anak-anak sekolah bahkan harus berangkat sejak pagi buta dan menempuh perjalanan panjang demi bisa tiba di sekolah tepat waktu.
“Anak-anak berangkat sekolah dari jam 06.00 pagi dan baru sampai sekitar jam 08.00 karena kondisi jalan sangat sulit dilalui,” katanya.
Marzuki juga mengungkapkan tragedi memilukan yang dialaminya akibat buruknya akses kesehatan di wilayah tersebut. Ia mengaku kehilangan istri dan dua anaknya karena terlambat mendapatkan penanganan medis akibat sulitnya akses menuju rumah sakit.
“Istri saya meninggal saat melahirkan karena terlambat dibawa ke rumah sakit akibat akses jalan yang rusak. Dua anak saya juga tidak tertolong karena terlambat mendapatkan penanganan medis karena harus menggunakan perahu sebagai akses. Bahkan ada juga warga yang melahirkan di atas perahu sebelum sampai ke puskesmas,” ungkapnya.
Sementara itu, warga lainnya, Ruminah, menyebut kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sejak tahun 1987 dan hingga kini nyaris tidak pernah tersentuh pembangunan berarti dari pemerintah.
“Sudah puluhan tahun masyarakat hidup dengan kondisi jalan seperti ini,” ujarnya.
Menurutnya, warga selama ini terpaksa bergotong royong dan patungan membeli semen untuk memperbaiki jalan secara swadaya agar tetap bisa dilalui masyarakat.
Ia juga menyoroti sulitnya akses layanan kesehatan bagi warga Teluk Gok. Ketika ada warga sakit, masyarakat terpaksa menempuh jalur laut karena ambulans tidak bisa masuk akibat jalan yang rusak parah.
“Kalau ada warga sakit harus lewat jalur laut menuju Menyongar Sekotong Tengah, lalu lanjut ke Puskesmas Sekotong hingga ke Puskesmas Pelangan. Kalau ditotal perjalanan bisa sampai empat jam,” jelasnya.
Ruminah juga mengungkapkan, saat ada warga meninggal dunia, mobil ambulans tidak mampu masuk ke lokasi akibat kondisi jalan yang hancur. Akibatnya, jenazah terpaksa dipikul menggunakan tandu oleh warga secara bergotong royong hingga sampai ke rumah duka.
“Kalau ada warga meninggal, ambulans tidak bisa masuk karena jalannya rusak parah. Jadi warga terpaksa gotong jenazah pakai tandu sampai ke rumah korban,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan kondisi tiang listrik di wilayah tersebut yang disebut nyaris tumbang dan membahayakan keselamatan masyarakat. Namun keluhan warga disebut tidak pernah mendapat respons serius meski sudah dilaporkan ke pihak terkait.
“Tiang listrik juga mau tumbang dan ini sangat membahayakan bagi kami. Tidak hanya jalan yang tidak diurus, tiang listrik juga tidak pernah diperhatikan meski kondisinya sudah mengkhawatirkan. Kami sudah konfirmasi ke pihak PLN terdekat tapi tidak pernah direspons,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sekotong Barat, Saharudin, membenarkan kondisi jalan menuju Dusun Medang dan Teluk Gok memang sudah lama rusak parah dan sangat memprihatinkan, terutama saat musim hujan.
“Jalan di Dusun Medang menuju Teluk Gok memang sudah lama rusak parah. Kami sebagai pemerintah desa sangat kasihan melihat warga kami. Kalau musim hujan, anak-anak kadang tidak bisa sekolah. Kalau ada warga sakit, ada juga yang meninggal karena tidak sempat dibawa ke puskesmas atau rumah sakit,” ujar Saharudin.
Ia mengatakan pemerintah desa selama ini terus mengusulkan pembangunan jalan tersebut ke Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Bahkan usulan itu disebut sudah masuk dalam pembahasan Musyawarah Kabupaten.
“Memang sudah kami usulkan. Kemarin juga sempat dibahas di kabupaten dan jalan ini masuk dalam usulan tahun 2027,” katanya.
Menurut Saharudin, sebelumnya masyarakat juga pernah dijanjikan pembangunan bahkan sempat dilakukan pengukuran jalan dan survei jaringan listrik. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah.
“Dulu pernah dijanjikan, bahkan jalannya sudah diukur. Tiang listrik juga sempat dicek, tapi sampai sekarang belum ada respons,” ujarnya.
Ia menegaskan akses jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur darat yang digunakan masyarakat. Jika kondisi jalan tidak memungkinkan, warga terpaksa menggunakan jalur laut.
“Kalau jalur darat memang hanya itu satu-satunya akses warga. Kalau jalan rusak parah, masyarakat terpaksa lewat laut,” katanya.
Saharudin juga mengaku selama ini pemerintah desa hanya mampu melakukan perbaikan seadanya menggunakan anggaran desa dan swadaya masyarakat karena keterbatasan anggaran.
“Dari pemerintah daerah belum pernah ada perbaikan. Kami dari desa hanya semampunya menimbun jalan yang rusak. Bahkan secara pribadi kami juga sering membantu gotong royong masyarakat dengan semen dan material,” ungkapnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Barat segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut karena masyarakat sudah terlalu lama menunggu.
“Harapan kami atas nama masyarakat, khususnya warga Teluk Gok Dusun Medang, semoga jalan ini segera diperbaiki. Kasihan anak-anak sekolah dan warga kami yang sakit. Sudah terlalu lama masyarakat menunggu,” tegasnya.
Saharudin memastikan pemerintah desa akan terus mengawal usulan pembangunan jalan tersebut hingga benar-benar direalisasikan.
“Kami akan terus mengawal sampai jalan ini benar-benar terlaksana. Masyarakat maunya jalan ini dibangun secara total, bukan hanya ditimbun sementara. Karena kalau hanya diratakan, begitu hujan turun pasti rusak lagi,” tutupnya.
Editor : Reza
Sumber Berita : Taufik Nagata











