LOMBOK BARAT, Halontb.com – Sebanyak 393 jemaah haji asal Kabupaten Lombok Barat dipastikan siap diberangkatkan menuju Tanah Suci dalam kelompok terbang (kloter) 3 Embarkasi Lombok (LOP) pada Kamis (23/4/2026). Seluruh aspek kesiapan, mulai dari administrasi, logistik, hingga layanan kesehatan, telah dinyatakan rampung.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lombok Barat, H. Suparlan, menegaskan bahwa seluruh jemaah beserta petugas telah menyelesaikan tahapan persiapan akhir menjelang keberangkatan.
“Kloter 3 LOP yang berangkat besok terdiri dari 393 jemaah dengan tujuh orang petugas. Alhamdulillah, seluruh persiapan sudah fix, baik dokumen maupun perlengkapan. Hari ini koper besar jemaah juga sudah kami terima untuk selanjutnya diberangkatkan ke asrama haji,” ujar Suparlan saat ditemui, Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, pendataan kondisi jemaah telah dilakukan secara menyeluruh, termasuk identifikasi jemaah lanjut usia (lansia), berisiko tinggi (risti), serta pengguna kursi roda. Langkah ini menjadi bagian dari optimalisasi pelayanan berbasis kebutuhan jemaah.
“Kami sudah memetakan jemaah yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk pengguna kursi roda dan lansia. Tim khusus juga telah disiapkan untuk memberikan pendampingan selama proses keberangkatan,” katanya.
Sesuai jadwal, jemaah akan mulai berkumpul di Kantor Bupati Lombok Barat di Bencingah pada pukul 09.00 WITA. Prosesi pelepasan dijadwalkan berlangsung pada pukul 10.40 WITA dan akan dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Barat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh masyarakat.
“Jemaah akan diarahkan oleh panitia setibanya di lokasi. Setelah prosesi pelepasan, mereka akan diberangkatkan menuju asrama haji dan diperkirakan tiba sekitar pukul 13.30 WITA,” jelasnya.
Dari sisi kesehatan, seluruh jemaah telah melalui pemeriksaan dan pendampingan oleh Dinas Kesehatan. Obat-obatan bagi jemaah yang membutuhkan telah disiapkan, termasuk fasilitas kursi roda di titik-titik keberangkatan.
“Untuk jemaah yang membutuhkan obat, sudah kami siapkan. Demikian juga kursi roda, baik selama proses keberangkatan maupun di titik penurunan. Semua sudah teridentifikasi dan dibagi penanganannya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan haji tahun 2026 mengusung tagline layanan Ramah Lansia, Ramah Disabilitas, dan Ramah Perempuan, sehingga kelompok rentan menjadi prioritas utama dalam pelayanan.
Dalam kloter ini, jemaah tertua tercatat atas nama Senah (89) asal Desa Langko, Kecamatan Lingsar. Sementara jemaah termuda adalah Astrina Wahyuni (22) dari Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, yang berangkat melalui mekanisme pelimpahan porsi dari orang tuanya yang telah meninggal dunia.
Menjelang keberangkatan, Suparlan mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan mematuhi jadwal yang telah ditentukan. Ia menekankan pentingnya disiplin sebagai kunci kelancaran perjalanan ibadah haji.
“Jemaah diharapkan cukup istirahat sebelum berangkat, menyiapkan obat-obatan pribadi, serta memastikan dokumen lengkap. Disiplin waktu sangat penting, karena seluruh proses perjalanan dilakukan secara terkoordinasi,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa ketentuan terkait barang bawaan, termasuk batasan uang dan isi koper, telah disosialisasikan kepada seluruh jemaah.
“Semua aturan barang bawaan sudah kami sampaikan secara jelas. Jemaah diharapkan mematuhi ketentuan tersebut agar tidak mengalami kendala saat proses keberangkatan,” pungkasnya.
Dengan kesiapan yang matang dan dukungan lintas sektor, keberangkatan kloter 3 LOP Lombok Barat diharapkan berjalan lancar serta memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah dalam menunaikan ibadah haji tahun ini.
Editor : Reza
Sumber Berita : Taufik Natanagara











