MATARAM Halontb.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Republik Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan kesiapan penuh penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi melalui Embarkasi Lombok. Sebanyak 5.846 orang, terdiri dari jemaah dan petugas, dijadwalkan mulai memasuki Asrama Haji pada Selasa, 21 April 2026.
Kepala Kanwil Kemenhaj NTB, Lalu Muhammad Amin, menyampaikan seluruh tahapan persiapan telah diselesaikan secara menyeluruh, mulai dari administrasi hingga teknis operasional di lapangan.
“Jumlah jemaah berdasarkan kuota sebanyak 5.798 orang, ditambah 80 petugas. Sehingga total yang diberangkatkan melalui Embarkasi Lombok mencapai 5.846 orang,” ujarnya dalam konferensi pers di Mataram, Senin (20/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Embarkasi Lombok tahun ini terbagi dalam 15 kelompok terbang (kloter). Kloter pertama yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur akan menjadi pembuka rangkaian keberangkatan.
Jemaah dijadwalkan masuk asrama pada 21 April 2026 pukul 06.00 WITA, dan akan diterbangkan menuju Tanah Suci pada 22 April 2026 dini hari. Kloter perdana tersebut berjumlah sekitar 387 jemaah.
Pihak Kemenhaj menegaskan, meskipun terdapat laporan jemaah yang wafat menjelang keberangkatan, kuota haji NTB tetap terjaga. Proses penggantian akan mengikuti mekanisme yang berlaku guna menghindari kekosongan kursi (overseat).
Penyelenggaraan haji tahun ini mengusung tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan bagi kelompok rentan.
Sebanyak 190 jemaah lansia masuk dalam kuota prioritas, meskipun secara umum mayoritas jemaah NTB tahun ini berada pada rentang usia di atas 65 tahun.
Untuk menunjang pelayanan tersebut, Embarkasi Lombok menerapkan sistem one stop service yang mempermudah proses penerimaan jemaah sejak tiba di asrama.
“Jemaah lansia dan disabilitas akan mendapatkan layanan prioritas, mulai dari penempatan kamar yang mudah diakses, distribusi konsumsi lebih awal, hingga pendampingan khusus, termasuk bagi pengguna kursi roda,” jelas Lalu Muhammad Amin.
Sementara itu, data jemaah dengan kategori risiko tinggi (risti) masih terus diperbarui melalui koordinasi dengan dinas kesehatan guna memastikan pelayanan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Dari sisi transportasi udara, Garuda Indonesia memastikan kesiapan hampir 100 persen untuk melayani penerbangan haji Embarkasi Lombok.
Mataram Brand Manager Garuda Indonesia, Chairul Fajar Harahap, menyebutkan bahwa armada yang digunakan adalah pesawat berbadan lebar tipe Airbus A330-900 Neo dengan kapasitas sekitar 390 penumpang.
“Seluruh persiapan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun perlengkapan, telah kami lakukan. Kami optimistis pelayanan haji tahun ini dapat berjalan lebih optimal dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.
Penerbangan perdana dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026 dengan estimasi jumlah penumpang sekitar 393 jemaah.
Di sektor kesehatan, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram, Herman Nugraha, memastikan pengawasan dilakukan secara berlapis dan berkelanjutan.
Pemeriksaan kesehatan jemaah dilakukan melalui tiga tahap, yakni di Puskesmas, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, dan tahap akhir di asrama haji. Selain itu, petugas kesehatan disiagakan selama 24 jam.
“Kami juga melakukan pengawasan kualitas lingkungan asrama, termasuk disinfeksi ruangan serta pengawasan katering jemaah untuk mencegah gangguan kesehatan seperti kelelahan atau keracunan makanan,” jelasnya.
Hingga saat ini, belum terdapat laporan penundaan keberangkatan akibat faktor kesehatan. Seluruh jemaah kloter pertama dipastikan siap memasuki asrama dalam kondisi sehat.
Kesiapan Embarkasi Lombok tidak lepas dari koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, TNI/Polri, Dinas Perhubungan, maskapai penerbangan, serta instansi kesehatan.
Seluruh aspek teknis, mulai dari alur pergerakan jemaah, sistem keamanan, hingga proses pelepasan telah diuji dan dipastikan siap digunakan.
“Berdasarkan seluruh mitigasi dan persiapan yang telah dilakukan, kami menyatakan penyelenggaraan haji Embarkasi Lombok tahun 2026 dalam kondisi siap,” tegas Lalu Muhammad Amin.
Dengan kesiapan menyeluruh tersebut, pemerintah berharap proses pemberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar, aman, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah, khususnya kelompok prioritas.
Editor : Reza
Sumber Berita : Taufik Natanagara










