Home / NTB

Dari Ka’bah ke Ketidakpastian: Jamaah Umroh NTB Jadi Korban, Negara Ditantang Bertindak

- Wartawan

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di balik senyum jamaah di tanah suci, tersimpan kisah pahit: ditinggalkan tanpa kepastian, bertahan hidup hingga biaya pulang ditanggung sendiri. (Foto istimewa)

Di balik senyum jamaah di tanah suci, tersimpan kisah pahit: ditinggalkan tanpa kepastian, bertahan hidup hingga biaya pulang ditanggung sendiri. (Foto istimewa)

Halontb.com – Tak ada yang lebih menyayat daripada melihat ibadah suci berubah menjadi ujian yang tak seharusnya ada. Puluhan jamaah umroh asal NTB kini merasakan itu terlantar di Mekkah, tanpa kepastian pulang, tanpa perlindungan yang layak.

Berangkat dengan harapan, pulang dengan kecemasan. Itulah realitas pahit yang dialami jamaah yang sebagian besar berasal dari kampung dan berusia lanjut.

Mereka berangkat pada 22 Februari, namun perjalanan sudah bermasalah sejak awal. Enam hari “terjebak” di Jakarta tanpa fasilitas, lalu diberangkatkan ke tanah suci dengan durasi ibadah yang dipangkas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun puncak masalah terjadi saat kepulangan. Tiket yang seharusnya mengantar mereka kembali ke tanah air justru tidak pernah jelas keberadaannya.

Jamaah tidak memegang tiket. Tidak punya akses. Tidak tahu harus mengadu ke siapa.

Ketika uang habis, mereka diusir dari hotel.

Ketika sakit, mereka tidak tahu harus berobat ke mana.

Ketika berharap, yang datang justru janji kosong.

Dari 41 jamaah, kini tersisa 17 orang yang masih bertahan di Mekkah. Untuk pulang, mereka harus merogoh kocek hingga Rp15 juta per orang beban yang sepenuhnya ditanggung keluarga.

Ironinya, ini semua terjadi dalam perjalanan yang sejak awal dijual sebagai paket “include” berangkat dan pulang.

Realitas ini menelanjangi satu hal: ada praktik yang tidak sehat dalam penyelenggaraan umroh, dan korbannya adalah masyarakat kecil yang hanya ingin beribadah.

Lebih dari itu, kasus ini menguji keberpihakan pemerintah daerah dan pusat. Apakah mereka akan hadir sebagai pelindung, atau sekadar penonton yang menunggu prosedur selesai?

Publik kini menanti langkah konkret dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB.

Bukan sekadar klarifikasi. Bukan sekadar imbauan.

Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata: memulangkan jamaah, memastikan keselamatan mereka, dan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab.

Karena jika negara tidak hadir hari ini, maka pesan yang sampai ke rakyat sederhana, berangkatlah sendiri, dan jika terlantar, selamatkan dirimu sendiri.

Dan itu adalah kegagalan yang tidak boleh dibiarkan.

Facebook Comments Box

Editor : reza

Berita Terkait

BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Sukses Gelar Pelepasan 203 Siswa Terbaiknya di UIN Mataram, MAN Lobar Buktikan Kualitas Madrasah Unggulan
Jalan Rusak di Teluk Gok Tak Kunjung Diperbaiki: Anak Sekolah Kesulitan, Jenazah Ditandu hingga Warga Sakit Harus Naik Perahu
Sentuhan Kasih PLN untuk Anak Negeri, 56 Anak Yatim Desa Teros Terima Santunan Penuh Haru
Hingga Hari ke-17, 4.709 Jemaah dan Petugas Haji NTB Telah Tiba di Arab Saudi
Pemprov NTB–BBPOM Mataram Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Era Digital
Resmi! Komdigi Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pemprov NTB Siap Kawal

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:14 WITA

GWO NTB Desak Polisi Usut Pemilik Akun Facebook “Mbk Mona” Terkait Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:53 WITA

Rizka Sintiyani Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Brigadir Esco

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:03 WITA

Pemkab Buleleng Layangkan SP-2, Pembangunan Tower di Bongancina Diminta Dihentikan

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:45 WITA

Tok! Radiet Divonis 6 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Mahasiswi Unram di Pantai Nipah

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:10 WITA

Brigadir Rizka Dituntut 14 Tahun Penjara atas Kematian Suaminya Brigadir Esco

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:36 WITA

Kejari Lombok Tengah Tahan 4 Tersangka Korupsi Proyek Truk Sampah Senilai Rp5,1 Miliar

Senin, 1 Juni 2026 - 06:00 WITA

Bongkar Jaringan Lintas Provinsi, Tim Puma Jatanras Polda NTB Ringkus 8 Pelaku Curanmor

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:49 WITA

Kapolda NTB Pimpin Patroli Rinjani Presisi, 868 Personel Sisir Lokasi Rawan Kriminalitas

Berita Terbaru