Ritual Berkedok Religi Diduga Jadi Alat Kekerasan, BKBH Unram Kawal Laporan Santriwati ke Polisi

- Wartawan

Minggu, 18 Januari 2026 - 16:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

3. Joko Jumadi menegaskan komitmen pendampingan hukum dan psikologis bagi santriwati korban dugaan kekerasan di lingkungan pondok pesantren Lombok Tengah.(Foto: Istimewa)

3. Joko Jumadi menegaskan komitmen pendampingan hukum dan psikologis bagi santriwati korban dugaan kekerasan di lingkungan pondok pesantren Lombok Tengah.(Foto: Istimewa)

Halontb.com – Dunia pesantren di Lombok Tengah diguncang pengakuan mengejutkan dari sejumlah santriwati yang melaporkan pimpinan pondok pesantren ke Polres Lombok Tengah. Para korban mengungkap dugaan kekerasan psikis dan seksual yang dilakukan melalui modus ritual keagamaan.

Laporan resmi itu disampaikan dengan pendampingan Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas Mataram. Ketua BKBH Unram, Joko Jumadi, menyatakan pihaknya berkomitmen mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

“Awalnya para korban melapor terkait tekanan psikis. Namun setelah kami dalami, terdapat dugaan kekerasan seksual serius yang tidak bisa diabaikan,” ungkap Joko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para santriwati mengaku diminta mengikuti sumpah “Nyatoq”, sebuah ritual yang dipercaya memiliki kekuatan spiritual. Dalam prosesi itu, korban meminum air putih yang telah dicampur tanah makam dan didoakan oleh pimpinan pondok.

Ritual tersebut disebut menjadi sarana manipulasi dan kontrol psikologis. Setelahnya, para korban diduga mengalami berbagai bentuk pelecehan seksual. Ketakutan akan ancaman sumpah membuat korban lama bungkam.

Enam santriwati kini telah diperiksa sebagai pelapor. Selain pendampingan hukum, BKBH Unram bersama Lembaga Perlindungan Anak Mataram juga menghadirkan psikolog untuk membantu pemulihan mental korban.

Kasus ini semakin terang setelah muncul rekaman yang melibatkan seorang ustazah pengajar di ponpes tersebut. Ustazah itu disebut pernah mengalami kejadian serupa dan kini mendukung langkah hukum para santriwati. Rekaman tersebut telah disertakan sebagai barang bukti.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Punguan Hutahean memastikan pihaknya tengah mendalami laporan tersebut. “Kami masih fokus pada klarifikasi saksi dan penguatan alat bukti,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polda NTB Selamatkan Rp2,8 Miliar Uang Negara dari Korupsi Mebel SMK, Kasus Resmi Dilimpahkan ke Jaksa
Hakim Vonis Bebas Eks Pejabat BPN Lobar dalam Kasus Dugaan Korupsi Aset Pemkab
Sempat Kabur ke Bali, Tersangka Pemerkosaan di Gili Trawangan Berhasil Dibekuk Polisi
“Kado Pahit” HUT ke-68 Lombok Barat, DPP KASTA NTB Laporkan Tiga Dugaan Korupsi ke Kejati NTB
Polsek Kuripan Ringkus Pemuda Terduga Pencuri Motor Tetangga di Lombok Barat
Aksi Bejat di Lombok Barat: Remaja Jadi Korban Pemerkosaan, Identitas Pelaku Terkuak Usai Bayi Lahir
Hasil Identifikasi Polres Lombok Barat: Kematian Pria di Banyumulek Murni Bunuh Diri
Polda NTB Ungkap 3 Kasus Prostitusi di Kota Mataram Selama Operasi Pekat Rinjani 2026

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:33 WITA

Perkuat Karakter dan Kesejahteraan Guru, Gubernur NTB: Jadilah Teladan yang Dicintai Murid

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:01 WITA

NIP dan Gaji Puluhan PPPK Paruh Waktu Lobar Macet, DPRD Desak BKD Segera Tuntaskan Administrasi

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:49 WITA

Nasib 1.632 Guru Honorer Lobar di Ujung Tanduk, Sasaka Nusantara Siapkan ‘Perang’ Advokasi hingga ke Pusat

Senin, 27 April 2026 - 08:28 WITA

Inspiratif! Kepala MAN Lobar Beri Apresiasi dan Penghargaan bagi Dua Atlet Pencak Silat Peraih Medali

Senin, 27 April 2026 - 08:25 WITA

Siswa MAN Lombok Barat Sabet Dua Medali di Mataram Open Pencak Silat Tournament 2026

Kamis, 16 April 2026 - 05:16 WITA

Sentuh Hati Ratusan Siswa di Mataram, Mendes PDT: Doa Orang Tua Adalah ‘Jalan Tol’ Menuju Sukses

Selasa, 14 April 2026 - 09:31 WITA

Sekolah Rakyat di NTB, Hadirkan Pendidikan Aman, Ramah bagi Anak dan Kelompok Rentan

Senin, 13 April 2026 - 17:06 WITA

Dari Proyek ke Dampak, Satker Prasarana Strategis NTB Ubah Arah Pembangunan Lebih Berorientasi Publik

Berita Terbaru