Nasib 1.632 Guru Honorer Lobar di Ujung Tanduk, Sasaka Nusantara Siapkan ‘Perang’ Advokasi hingga ke Pusat

- Wartawan

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Sasaka Nusantara bersama perwakilan Forum Guru Honorer Lombok Barat mengabadikan momen usai penyerahan berkas aduan dan tuntutan di Markas Besar Praya, Lombok Tengah, Rabu (6/5). (Foto: istimewa)

Ketua Umum Sasaka Nusantara bersama perwakilan Forum Guru Honorer Lombok Barat mengabadikan momen usai penyerahan berkas aduan dan tuntutan di Markas Besar Praya, Lombok Tengah, Rabu (6/5). (Foto: istimewa)

Lombok Tengah, Halontb.com — Gejolak ketidakpastian nasib tenaga pendidik honorer di Kabupaten Lombok Barat memasuki babak baru. Lembaga Sasaka Nusantara menyatakan turun tangan penuh setelah menerima berkas aduan dari 1.632 guru honorer non-ASN yang terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pada akhir 2025.

Penyerahan dokumen tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum Sasaka Nusantara, Lalu Ibnu Hajar, di markas organisasi di Praya. Langkah ini menandai eskalasi persoalan daerah menuju isu kebijakan nasional yang lebih luas.

Berkas yang diserahkan memuat data rinci guru honorer non-database dengan masa pengabdian lebih dari 10 tahun yang terancam kehilangan pekerjaan per 31 Desember 2025. Kondisi ini memperlihatkan kerentanan struktural dalam tata kelola tenaga pendidik, khususnya di daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para guru menuntut kejelasan status melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu sebagai solusi transisi. Skema ini dinilai menjadi satu-satunya jalan realistis untuk menjaga keberlanjutan pengabdian sekaligus memberikan kepastian hukum.

“Guru adalah tongkat komando peradaban. Jika mereka diabaikan, maka masa depan daerah ini yang sedang dipertaruhkan. Sasaka Nusantara tidak akan tinggal diam melihat pengabdian belasan tahun dibalas dengan ketidakpastian,” tegas Lalu Ibnu Hajar, Rabu, (6/5).

Sasaka Nusantara menyiapkan strategi advokasi berlapis guna memastikan tuntutan para guru mendapat respons konkret dari pemerintah.

Pertama adalah jalur hukum melalui pendampingan litigasi, termasuk opsi gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) apabila terjadi PHK sepihak oleh pemerintah daerah.

Kedua berupa lobi kebijakan di tingkat pusat. Sasaka Nusantara berencana membawa langsung berkas aduan ke sejumlah institusi strategis, seperti Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Kepegawaian Negara, Ombudsman Republik Indonesia, serta Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui Komisi X.

Ketiga adalah tekanan konstitusional melalui aksi damai apabila jalur dialog tidak menghasilkan solusi yang berpihak pada guru honorer.

Sasaka Nusantara mendesak pemerintah pusat, khususnya BKN dan KemenPAN-RB, untuk memberikan diskresi khusus bagi guru honorer dengan masa kerja di atas satu dekade agar dapat masuk dalam database nasional sebagai dasar pengangkatan PPPK.

Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat diminta menghentikan wacana PHK massal dan membuka ruang dialog yang inklusif dengan perwakilan guru. Selain itu, Komisi X DPR RI didorong untuk memanggil pemerintah daerah guna mengevaluasi kebijakan serta alokasi anggaran pendidikan.

Di tengah meningkatnya tensi advokasi, Sasaka Nusantara mengimbau para guru honorer tetap menjalankan tugas secara profesional demi menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar.

“Para guru tetap fokus mendidik. Biarkan kami yang bekerja di ranah advokasi dan kebijakan. Perjuangan ini akan ditempuh secara konstitusional tanpa mengorbankan hak belajar siswa,” ujarnya.

Dalam tujuh hari ke depan, Sasaka Nusantara menjadwalkan serangkaian langkah taktis, mulai dari pengiriman surat resmi ke kementerian dan lembaga terkait, audiensi dengan Ombudsman perwakilan daerah, hingga konferensi pers nasional untuk menggalang dukungan publik.

Organisasi ini juga membuka posko pengaduan 24 jam melalui lembaga bantuan hukum dan sekretariat sebagai bentuk komitmen pendampingan berkelanjutan.

Jika tidak ada respons signifikan dari pemangku kebijakan dalam waktu dekat, ribuan guru honorer disebut siap menempuh aksi damai sebagai bentuk tekanan terakhir.

Kasus ini kini menjadi sorotan luas karena menyangkut keberlangsungan ribuan tenaga pendidik yang selama ini menjadi tulang punggung layanan pendidikan di daerah. Lebih dari sekadar persoalan administratif, isu ini mencerminkan tantangan besar dalam reformasi birokrasi dan perlindungan tenaga honorer di Indonesia.

Dengan masuknya berbagai lembaga negara dalam pusaran advokasi, polemik guru honorer di Lombok Barat berpotensi menjadi preseden penting dalam arah kebijakan pendidikan nasional ke depan.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Sumber Berita : Taufik Nagata

Berita Terkait

Inspiratif! Kepala MAN Lobar Beri Apresiasi dan Penghargaan bagi Dua Atlet Pencak Silat Peraih Medali
Siswa MAN Lombok Barat Sabet Dua Medali di Mataram Open Pencak Silat Tournament 2026
Sentuh Hati Ratusan Siswa di Mataram, Mendes PDT: Doa Orang Tua Adalah ‘Jalan Tol’ Menuju Sukses
Sekolah Rakyat di NTB, Hadirkan Pendidikan Aman, Ramah bagi Anak dan Kelompok Rentan
Dari Proyek ke Dampak, Satker Prasarana Strategis NTB Ubah Arah Pembangunan Lebih Berorientasi Publik
Pemprov NTB dan IOA Gelar Malam Amal, Penguatan Kapasitas Guru Tak Bisa Ditunda
MAN Lombok Barat Ukir Prestasi Gemilang: 8 Siswa Tembus PTN Jalur SNBP 2026, Satu Lolos Kedokteran Unram
Tembus Kedokteran Unram Jalur SNBP 2026, Jasmine Elmira Hakim Harumkan Nama MAN Lombok Barat

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:05 WITA

Resmi! Komdigi Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pemprov NTB Siap Kawal

Senin, 4 Mei 2026 - 08:06 WITA

Pedagang Cilok Asal Gerung Lombok Barat Berangkat Haji Setelah 34 Tahun Menabung

Senin, 4 Mei 2026 - 04:55 WITA

393 Jemaah Haji Kloter 10 Asal Mataram Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:59 WITA

Baru Saja Tiba, Seorang Jemaah Haji Kloter 5 Asal Mataram Dideportasi oleh Otoritas Arab Saudi

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:53 WITA

KNPI NTB Nyatakan Sikap Tolak Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Tuntut Stabilitas Harga

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:45 WITA

Peringatan May Day 2026: Gubernur Iqbal Tegaskan Serikat Buruh Adalah Mitra Strategis Kebijakan NTB.

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:31 WITA

Proyek Optimalisasi SPAM Semongkat Sumbawa Resmi Dikontrak, PT Duta Abadi Kantongi Rp19,3 Miliar untuk Layani 12 Ribu SR

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:37 WITA

Hilang Saat Berenang, WNA Asal India Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Gili Air

Berita Terbaru