Proyek DAK NTB Sarat Masalah: Kejati Selidiki Dugaan Fee Haram dan Pekerjaan Mangkrak

- Wartawan

Selasa, 25 Februari 2025 - 14:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Asisten Pidana Khusus Kejati NTB, Ely Rahmawati. (Foto: Istimewa)

Plt. Asisten Pidana Khusus Kejati NTB, Ely Rahmawati. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Dana Alokasi Khusus (DAK) yang seharusnya menjadi pendorong peningkatan kualitas pendidikan di NTB kini justru beraroma busuk. Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) tengah menyelidiki dugaan penyimpangan dalam pengelolaan DAK tahun 2023 dan 2024, mulai dari pemotongan anggaran hingga dugaan penarikan komisi (fee) dari pihak pelaksana proyek.

Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Pidana Khusus Kejati NTB, Ely Rahmawati, mengatakan bahwa penyelidikan dilakukan setelah menerima laporan dari masyarakat yang mencurigai adanya kejanggalan dalam alokasi dana di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB. “Kami masih melakukan telaah terhadap laporan ini untuk melihat indikasi pidananya,” kata Ely, Selasa (25/2).

Salah satu dugaan penyimpangan yang tengah diselidiki adalah terkait DAK 2023 yang mencapai Rp42 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan alat peraga serta pembangunan ruang praktik siswa (RPS) di berbagai SMK. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa dari 24 SMK penerima manfaat, hanya dua yang telah mencapai tahap serah terima atau Provisional Hand Over (PHO) sebelum batas akhir pekerjaan pada 31 Desember 2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih parahnya, sejumlah SMK hingga kini belum menerima hibah peralatan yang seharusnya mereka terima. Padahal, Surat Perintah Membayar (SPM) untuk salah satu rekanan sudah terbit sejak 1 Desember 2023. Kejanggalan ini menimbulkan pertanyaan besar: ke mana larinya dana tersebut?

Tak hanya itu, dalam laporan LPSE NTB, ditemukan bahwa DAK tahun 2023 juga digunakan untuk proyek pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) di SLBN 3 Mataram dengan total anggaran Rp8,64 miliar. Proyek perencanaan dimenangkan oleh PT Vertexindo Konsultan dengan harga penawaran Rp180 juta, sementara pembangunan fisiknya dimenangkan oleh CV Mahkota Indah dengan nilai kontrak Rp8,05 miliar.

Meskipun proyek sudah berjalan, kejaksaan masih menemukan indikasi penyimpangan. Salah satunya adalah pembayaran yang diduga dilakukan sebelum barang atau pekerjaan selesai, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya permainan antara pejabat terkait dan rekanan proyek.

Lebih jauh, sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkap bahwa ada praktik pemotongan anggaran dan pemberian fee dari pihak pelaksana proyek kepada oknum-oknum tertentu di Dikbud NTB. Jika dugaan ini terbukti, maka ini bukan hanya kasus kelalaian dalam administrasi, melainkan indikasi korupsi sistematis yang merugikan dunia pendidikan di NTB.

Kejati NTB kini berjanji untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk memanggil pihak-pihak yang terlibat untuk dimintai klarifikasi. Jika indikasi pidana semakin kuat, maka kasus ini akan naik ke tahap penyidikan dan menyeret pihak-pihak yang bertanggung jawab ke meja hijau.

Apakah kasus ini hanya puncak gunung es dari praktik korupsi yang lebih besar? Publik kini menunggu langkah tegas Kejati NTB dalam membongkar skandal ini hingga ke akarnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Patroli Jalur Logistik di Pelabuhan Lembar
LPA Mataram Ungkap Dugaan Modus Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, Korban Diduga Bertambah
Polda NTB Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran PT Energi Selaparang ke Tahap Penyidikan
Lapas Lombok Barat Gandeng TNI-Polri dan BNN, Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine
Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Pembakaran Dapur MBG di Lombok Tengah
Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Jasad di Sekotong, Bara Divonis 20 Tahun Penjara
Laka Lantas Turun 15 Persen, Polres Lombok Barat Perketat Penindakan dan Edukasi Pengendara
Polres Lombok Barat Amankan Pemuda Bawa Sajam dan 29 Motor Diduga untuk Balap Liar

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Di Balik Gemerlap MotoGP Mandalika, PLN Kawal Enam Titik yang Tak Boleh Kehilangan Daya

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:41 WITA

Bukan Hanya Menjaga Listrik MotoGP, PLN Hadir Berbagi untuk Warga Mandalika

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:37 WITA

Ratusan Petugas PLN Jadi Garda Terdepan Kelistrikan MotoGP Mandalika 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:59 WITA

ASDP Lembar Perkuat Kesiapan Jelang MotoGP, 17 Kapal Siap Dioperasikan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:22 WITA

Mandalika Kembali Jadi Panggung Dunia, PLN Perkuat Kesiapan Kelistrikan Jelang MotoGP 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Tak Sekadar Soal Listrik, PLN UP3 Bima Ikut Merawat Pesisir Kota Bima

Rabu, 30 September 2026 - 13:15 WITA

11 Hari Menuju MotoGP Mandalika 2026, PLN Mulai ‘Stress Test’ Peralatan Kelistrikan

Rabu, 30 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Rp1 Investasi Sosial Menghasilkan Rp2,56 Manfaat, Pelajaran dari Desa Berdaya Medana

Berita Terbaru