APKLI Audiensi dengan DPRD Lombok Barat: Siap Jadi Role Model Penataan PKL Nasional

- Wartawan

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana usai hearing di DPRD Lombok Barat, Kamis (9/7/2026). Anggota Komisi II DPRD Lombok Barat, H. Syukur (tengah), tampak berfoto bersama jajaran pengurus APKLI NTB setelah membahas aspirasi terkait.(Foto: Istimewa)

Suasana usai hearing di DPRD Lombok Barat, Kamis (9/7/2026). Anggota Komisi II DPRD Lombok Barat, H. Syukur (tengah), tampak berfoto bersama jajaran pengurus APKLI NTB setelah membahas aspirasi terkait.(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupaten Lombok Barat melakukan audiensi strategis dengan Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Barat, Kamis (9/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di Aula Fraksi DPRD tersebut menandai langkah konkret dalam membangun sinergisitas antara organisasi pedagang dengan pemerintah daerah untuk penguatan ekonomi kerakyatan.

Dalam audiensi tersebut, APKLI menegaskan komitmennya untuk mentransformasi tata kelola sektor informal di Lombok Barat. Kabupaten ini diproyeksikan menjadi role model atau percontohan nasional dalam hal pembinaan, penataan, dan pemberdayaan pedagang kaki lima (PKL).

Baca juga: Kapolda NTB Kunjungi Polres Lombok Barat, Tegaskan Komitmen “Polri untuk Masyarakat”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua APKLI NTB, Muhammad Irwan Prasetya, menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan di Lombok Barat merupakan yang pertama di Nusa Tenggara Barat pasca-restrukturisasi APKLI tingkat nasional. Ia menekankan bahwa kehadiran organisasi ini adalah untuk mengubah paradigma PKL dari sektor yang kerap dianggap tidak teratur menjadi mitra strategis pembangunan ekonomi.

“Lombok Barat akan kami jadikan role model bagaimana menata, melindungi, membina, dan memberdayakan PKL. Kami ingin pedagang kaki lima memiliki legalitas organisasi, mendapat pengakuan pemerintah, dan tidak lagi dipandang sebelah mata,” ujar Irwan.

Baca juga: Resmi Dilantik, Kades Banyu Urip Minta Dua Kasi Baru Prioritaskan Kepentingan Masyarkat

Salah satu langkah mendesak yang tengah dilakukan APKLI adalah pendataan berbasis data (by data) yang mencakup seluruh spektrum usaha informal, mulai dari pedagang menetap di luar pasar, pedagang asongan, hingga pelaku jasa seperti tukang jahit dan tambal ban di pinggir jalan.

Anggota Komisi II DPRD Lombok Barat, H. Syukur, menyambut positif inisiatif tersebut. Pihaknya menyatakan dukungan penuh selama APKLI mampu menjalankan fungsi pembinaan secara konsisten demi memajukan ekonomi masyarakat.

“Kami mendukung kolaborasi ini. Harapan kami, APKLI mampu merangkul seluruh pedagang hingga ke tingkat desa. Sinergisitas ini penting agar sektor UKM kita semakin maju,” ungkap politisi Partai Nasdem tersebut.

Baca juga: BAZNAS Lombok Barat Klarifikasi Dugaan Pungli, Tegaskan Program Edukasi dan Transformasi Mustahik

Lebih lanjut, H. Syukur menekankan pentingnya peran APKLI sebagai mediator proaktif dalam menjaga ketertiban. Ia berharap organisasi dapat mengambil peran edukatif bagi anggota sebelum pihak aparat, seperti Satpol PP, harus melakukan tindakan penegakan aturan.

“Kami berharap pengurus tidak menunggu pemerintah bertindak. Jika ada pedagang yang melanggar aturan, penguruslah yang harus membina terlebih dahulu. Ini penting agar tercipta ketertiban tanpa harus memicu gesekan di lapangan,” tambahnya.

Baca juga: Kapolda NTB Beri Santunan Korban Tersulut Api di Ponpes di Lombok Tengah, Tersangka Segera Diumumkan

Selain penataan, audiensi juga menyoroti kendala klasik yang dihadapi pelaku usaha mikro, yakni akses permodalan. APKLI berkomitmen untuk memfasilitasi komunikasi antara pedagang dengan lembaga keuangan daerah, seperti Bank NTB dan BPR, agar syarat-syarat kredit menjadi lebih aksesibel.

Hingga saat ini, APKLI Lombok Barat telah mencatat sekitar 200 pedagang yang bergabung. Organisasi ini menargetkan jangkauan yang jauh lebih luas hingga mampu merangkul 50.000 pelaku usaha mikro di seluruh wilayah NTB.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran anggota Komisi II DPRD Lombok Barat, perwakilan Dinas Perdagangan, bagian Aset, serta Satpol PP Kabupaten Lombok Barat. Sinergi ini diharapkan menjadi titik balik bagi para pelaku usaha kecil di Lombok Barat untuk mendapatkan perlindungan dan peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih layak di masa depan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PLN UIW NTB Jadikan Semangat Kemerdekaan Sebagai Energi Pemberdayaan UMKM Perempuan di Kota Bima
Maknai Kemerdekaan dengan Aksi Nyata, PLN UIW NTB Bangun Masa Depan Anak Bangsa Lewat Bantuan Pendidikan YBM PLN
Kolaborasi PLN dan BPBD Berbuah Manis, Desa Gerimak Indah Naik Status Jadi Destana Pratama Berkat Penguatan Perempuan
Listrik Andal Jadi Wujud Pengabdian di Hari Kemerdekaan, PLN UIW NTB Pastikan Seluruh Sistem Siap Operasi
PLN NTB Pilih Rawat Jaringan Tanpa Memadamkan Listrik, Strategi Modern Jaga Kepercayaan Pelanggan
Semangat Kemerdekaan Tak Hanya Dikibarkan, PLN dan TNI Wujudkan Lewat Kolaborasi Menjaga Terangnya Lombok Timur
Dari Listrik Andal Menuju Sumbawa Maju, PLN Siapkan Energi untuk Menopang Investasi dan Pariwisata KEK Samota
Momentum Hari Kebaya Nasional, PLN NTB Tampilkan Wajah Baru Pelayanan: Humanis, Digital, dan Dipimpin Semangat Srikandi

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 05:50 WITA

Jalur Administratif Buntu, DPRD dan Pemkab Lobar Tempuh Jalur Politik ke DPR RI Perjuangkan Nasib 31 Honorer

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:24 WITA

Asak Datu Desak Pemkab Lombok Barat Bekukan Aplikasi BANTU-IN, Soroti Serapan Anggaran dan Dasar Hukumnya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:25 WITA

12 Tuntutan Forum FBI Warnai Hearing Akbar Bersama Seluruh Komisi DPRD Lombok Barat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:21 WITA

Pemkab Lombok Barat Targetkan Kemiskinan Turun 1 Persen, Fokus Tangani 4.000 KK Miskin Ekstrem

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:45 WITA

NasDem Bantah Dugaan Aliran Dana di Balik Sikap Terima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Lombok Barat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:35 WITA

Tenggang Waktu Menipis, DPRD Lombok Barat Desak Pemda Tuntaskan Status 31 Honorer Sebelum Desember

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:59 WITA

Dewas RSUD Tripat Disorot, DPRD Lombok Barat Desak Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:40 WITA

Sebelum Kena OTT KPK, LAZ Disebut Diam-diam Lobi Kursi Ketua Gerindra NTB saat Masih Pimpin PAN

Berita Terbaru