Tak Sekadar Bicara Listrik, PLN UIW NTB Bangun Kesadaran Generasi Muda Lawan Kekerasan Seksual Lewat Srikandi Goes to Campus

- Wartawan

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Srikandi PLN UIW NTB bersama narasumber dari DP3A Kota Bima menggelar program Srikandi Goes to Campus di STIE Bima sebagai upaya mengedukasi mahasiswa tentang pencegahan kekerasan seksual, pentingnya keberanian melapor, serta membangun budaya kampus yang aman, inklusif, dan bebas diskriminasi. (Dok. PLN)

Srikandi PLN UIW NTB bersama narasumber dari DP3A Kota Bima menggelar program Srikandi Goes to Campus di STIE Bima sebagai upaya mengedukasi mahasiswa tentang pencegahan kekerasan seksual, pentingnya keberanian melapor, serta membangun budaya kampus yang aman, inklusif, dan bebas diskriminasi. (Dok. PLN)

Bima, Halontb.com – Kampus sejatinya menjadi ruang yang melahirkan gagasan, membentuk karakter, sekaligus menyiapkan generasi muda menjadi pemimpin masa depan. Namun, ruang pendidikan yang ideal hanya dapat terwujud apabila setiap mahasiswa merasa aman, dihargai, dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual. Kesadaran inilah yang kini terus diperkuat melalui berbagai kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan dunia usaha dalam menghadirkan edukasi yang menyentuh persoalan sosial yang semakin kompleks.

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memandang bahwa pembangunan tidak semata diukur dari keberhasilan menyediakan energi listrik yang andal bagi masyarakat. Di balik peran tersebut, PLN juga memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Komitmen itu kembali diwujudkan melalui komunitas Srikandi PLN yang menggelar Srikandi Goes to Campus di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima. Mengangkat tema “Pencegahan Sexual Harassment di Lingkungan Kampus dan Kerja”, kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus ajakan kepada generasi muda untuk bersama-sama menciptakan budaya saling menghormati, menjaga martabat sesama, dan berani melawan segala bentuk kekerasan seksual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa, mahasiswi, serta dosen mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Sejak awal hingga akhir acara, suasana diskusi berlangsung dinamis. Berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari bagaimana mengenali bentuk-bentuk pelecehan seksual yang sering dianggap sepele, langkah yang harus dilakukan ketika menjadi korban maupun saksi, hingga pentingnya membangun sistem perlindungan yang berpihak kepada korban.

Untuk memastikan materi yang disampaikan memiliki perspektif yang utuh, PLN menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima. Peserta diajak memahami bahwa pelecehan seksual tidak hanya berbentuk tindakan fisik, tetapi juga dapat muncul melalui ucapan, gestur, komunikasi digital, maupun perilaku lain yang merendahkan martabat seseorang.

Dalam pemaparannya, narasumber juga menekankan pentingnya membangun keberanian untuk berbicara, melapor, dan memberikan dukungan kepada korban. Budaya diam terhadap kekerasan seksual dinilai hanya akan memperpanjang rantai kekerasan dan menghambat terciptanya lingkungan yang aman.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan bahwa kehadiran Srikandi PLN merupakan bagian dari semangat perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, perempuan-perempuan PLN tidak hanya berkontribusi dalam mendukung operasional perusahaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi agen perubahan melalui kegiatan sosial dan edukasi.

“Melalui Srikandi Goes to Campus, kami ingin membangun kesadaran bahwa menciptakan lingkungan kampus dan tempat kerja yang aman merupakan tanggung jawab bersama. PLN percaya bahwa pendidikan menjadi fondasi penting dalam membentuk budaya saling menghormati, menjunjung kesetaraan, serta berani mencegah dan melaporkan setiap bentuk kekerasan seksual. Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan pemahaman yang bermanfaat bagi generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan,” ujar Sri Heny Purwanti.

Menurutnya, mahasiswa hari ini merupakan pemimpin Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, pembentukan karakter yang menjunjung tinggi integritas, etika, empati, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia harus dimulai sejak berada di bangku kuliah.

Pihak STIE Bima menyambut positif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kampus menilai kolaborasi dengan PLN menghadirkan perspektif baru bahwa dunia usaha tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan karakter generasi muda melalui pendidikan sosial yang relevan dengan kondisi saat ini.

Materi yang disampaikan dinilai mampu memperkaya wawasan sivitas akademika mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, bebas diskriminasi, serta memberikan perlindungan yang setara bagi seluruh warga kampus tanpa memandang latar belakang maupun gender.

Lebih jauh, kegiatan ini menunjukkan bahwa upaya mencegah kekerasan seksual memerlukan sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Masing-masing memiliki peran strategis dalam membangun budaya yang tidak mentoleransi segala bentuk pelecehan dan kekerasan.

Bagi PLN UIW NTB, edukasi seperti ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus diperkuat dalam setiap aktivitas perusahaan. Selain menghadirkan listrik yang andal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, PLN juga berupaya menghadirkan nilai tambah melalui program-program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.

Melalui Srikandi Goes to Campus, PLN ingin memastikan bahwa transformasi perusahaan berjalan beriringan dengan pembangunan kualitas manusia. Sebab, keberhasilan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi dan infrastruktur, tetapi juga oleh hadirnya generasi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menghargai perbedaan, dan memiliki keberanian menjaga ruang publik tetap aman bagi semua.

Dengan memperkuat kolaborasi bersama institusi pendidikan dan pemerintah daerah, PLN UIW NTB optimistis gerakan edukasi seperti ini akan melahirkan semakin banyak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, integritas, serta komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan kampus dan dunia kerja yang bebas dari kekerasan seksual. Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun Indonesia yang lebih inklusif, berkeadilan, dan beradab.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Berita Terkait

Kopihyang Corner Buka Cabang Ketiga di Gerung, Rangkaian Grand Opening Diwarnai Aksi Sosial Santun Anak Yatim
Edukasi Keselamatan Kelistrikan Jadi Prioritas, PLN UIW NTB Gandeng Pemkab Lombok Barat Bangun Budaya Zero Accident
PLN Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik di NTB, 51 SPKLU Beroperasi dan Media Diajak Kawal Transformasi Energi
Sentuh Ujung Lombok Barat, Gerakan Pangan Murah Pemprov NTB Sukses Tekan Harga Sembako
Keselamatan Jadi Prioritas, PLN UP3 Selaparang Satukan Langkah Seluruh Personel Perkuat Budaya K3
Perkuat Literasi Digital Pelanggan, Srikandi PLN Selaparang Gencarkan Sosialisasi PLN Mobile di Lombok Timur
Keandalan Listrik Dimulai dari Sistem Pengawasan, PLN Rawat Peralatan Monitoring Gardu Induk Mantang
Tak Sekadar Menyalurkan Zakat, YBM PLN UP3 Sumbawa Investasikan Harapan bagi Pendidikan Santri Dhuafa

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:20 WITA

Kapolda NTB Beri Santunan Korban Tersulut Api di Ponpes di Lombok Tengah, Tersangka Segera Diumumkan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 02:04 WITA

Brigjen LMI Jadi Tersangka Dugaan Korupsi MBG, Lurah Dasan Geres Ungkap Sosoknya yang Aktif Berkurban dan Peduli Sosial

Senin, 29 Juni 2026 - 08:30 WITA

Polda NTB Tetapkan Pengelola LPK Ilegal jadi Tersangka TPPO, Raup Rp95 Juta dari Calon PMII

Senin, 29 Juni 2026 - 06:55 WITA

Polda NTB Ungkap 163 Kasus 3C, Ditreskrimum Kembalikan Motor Curian ke Pemilik

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:19 WITA

Diduga Peras Guru Terpencil hingga Ratusan Juta, Oknum Kabid Dikbudpora Bima Resmi Diserahkan ke Kejaksaan

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:00 WITA

Polda NTB Ungkap 442 Kasus Narkoba dalam Enam Bulan, Kapolda Tegaskan War On Drugs

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:14 WITA

GWO NTB Desak Polisi Usut Pemilik Akun Facebook “Mbk Mona” Terkait Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:01 WITA

Polisi Tetapkan Kakek 70 Tahun di Kuripan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Persetubuhan Anak

Berita Terbaru