Halontb.com – Ketika rakyat Dompu memilih Bambang Firdaus, SE sebagai Bupati mereka, yang mereka angkat bukan sekadar pemimpin administratif. Mereka melahirkan sebuah harapan baru, seorang anak kampung yang telah dewasa dalam peluh dan perjuangan rakyat, untuk memimpin dan mensejahterakan lebih dari 200 ribu jiwa yang menggantungkan masa depannya pada perubahan nyata.
Anak Lorong Dompu yang Tumbuh Bersama Masyarakat
Lahir tahun 1975 di Dompu, Bambang Firdaus adalah simbol dari generasi rakyat yang tidak dilahirkan dari istana politik, tapi dari lorong-lorong kecil kehidupan. Ia menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Dompu dan melanjutkan hingga meraih gelar Sarjana Ekonomi dari STIE Kota Bima tahun 2022. Perjalanan pendidikannya tidak mudah, namun itu justru menjadikannya dekat dengan realita, dan membuatnya matang memahami denyut ekonomi akar rumput.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di komunitas Trail Motor Community (TMC) Dompu yang ia dirikan, Bambang dikenal bukan sebagai tokoh, melainkan sebagai sahabat. Di situlah ia membangun jejaring sosialnya, memahami suara anak muda, dan mulai menabur benih kepemimpinan partisipatif.
Kemenangan dari Rakyat, untuk Rakyat
Pada Pilkada 2024, Bambang yang diusung Partai Gerindra bersama pasangannya Syirajuddin, menang dengan 53,02% suara. Ia tidak datang dengan pencitraan, tapi dengan rekam jejak sosial, keberanian menyapa rakyat tanpa sekat, dan gagasan-gagasan realistik. Usai dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, ia menyampaikan pernyataan yang mencengangkan:
“Kalau hanya untuk mengurus keluarga dan tetangga, saya tidak perlu jadi bupati. Tapi jika ingin hidup saya bermakna untuk banyak orang, inilah jalan pengabdian.”
Visi: Dompu Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan
Visi Bambang Firdaus jelas: “Mewujudkan Kabupaten Dompu yang Maju, Sejahtera, Religius, Berkeadilan, dan Berbudaya di Tahun 2030.”
- Ia kemudian merumuskannya ke dalam langkah-langkah konkret:
- Pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak miskin.
- Layanan kesehatan adil dan merata di seluruh puskesmas dan RSUD.
- Bantuan Rp 15 miliar per tahun untuk petani dan nelayan.
- Pembangunan jalan tani, irigasi, dan fasilitas ekonomi rakyat.
- Diversifikasi pertanian, termasuk jagung dan ternak sebagai sektor unggulan.
100 Hari Kerja: Membangun Harapan, Menggugah Asa
Dalam 100 hari pertamanya, Bambang mengguncang Dompu dengan langkah-langkah progresif. Ia menciptakan sistem pelayanan satu pintu, mempercepat distribusi pupuk dan bantuan usaha rakyat, menata ulang alokasi anggaran berbasis data kemiskinan riil, serta membentuk Program Akselerasi Ekonomi Rakyat yang langsung menyasar UMKM dan buruh tani.
Ia menjadikan RPJMD bukan sekadar dokumen, tapi alat kerja nyata. Dalam kurun waktu singkat, geliat ekonomi rakyat mulai terasa: pengusaha kecil diberi akses modal lunak, nelayan mendapatkan alat tangkap modern, dan anak-anak di pelosok menerima beasiswa dan perlengkapan sekolah.
Pemimpin Religius yang Tak Melupakan Budaya
Sebagai sosok religius, Bambang aktif dalam kegiatan keagamaan dan rutin hadir dalam momen spiritual masyarakat. Ia percaya bahwa pembangunan harus dimulai dari jiwa masyarakat, bukan hanya dari bangunan fisik. Ia juga tengah mendorong pengembangan Pantai Lakey sebagai ikon wisata dan tuan rumah ajang selancar dunia di PON 2028.
Transparansi dan Kemitraan dengan Rakyat
Salah satu kekuatan Bambang adalah transparansi. Ia membentuk Tim Pengawas Program Prioritas Rakyat (TPPPR) yang terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi, dan aktivis untuk mengawasi langsung anggaran dan proyek. Ia menghapuskan ‘kultur basa-basi’ dalam birokrasi dan menghidupkan ‘meja pengaduan rakyat’ di kantor bupati yang dibuka setiap hari Jumat.
Editor : reza






