Halontb.com – Ketegangan politik internal Partai Golkar NTB kian terasa, terlebih setelah Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar NTB yang semula dijadwalkan pada 24 Mei 2025 resmi ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Penundaan ini disampaikan sebagai bagian dari arahan DPP Partai Golkar, yang menekankan pentingnya pelaksanaan Musda sesuai dengan regulasi dan mekanisme organisasi yang berlaku.
Meski agenda Musda tertunda, semangat perubahan justru semakin menguat. Salah satu tokoh senior Golkar NTB, H.L Heri Prihatin, menyatakan bahwa penundaan tersebut tidak menyurutkan niat dan komitmennya untuk maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar NTB periode 2025–2030. Dalam konferensi pers yang digelar di Mataram, Rabu (21/5), Heri tampil percaya diri membawa visi besar untuk membenahi Golkar NTB dari dalam.
“Penundaan Musda ini harus kita sikapi dengan bijak. Justru ini momentum untuk melakukan konsolidasi gagasan secara lebih matang. Saya tetap siap. Ini bukan tentang siapa cepat dia dapat, tapi siapa yang paling siap melayani partai dan kadernya,” ujar Heri dengan nada tenang namun tegas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, penundaan ini menjadi cermin bahwa DPP Partai Golkar ingin memastikan Musda berjalan dengan semangat demokrasi yang sehat dan menjunjung tinggi aturan internal partai. “Saya percaya DPP ingin yang terbaik. Kita semua harus menanggalkan ego, kembali pada semangat kaderisasi dan pengabdian,” tambahnya.
Heri menegaskan bahwa dirinya hadir bukan untuk menjadi pemecah belah atau merebut kekuasaan, melainkan untuk merawat dan melayani rumah besar Golkar. Ia mengaku terpanggil karena melihat banyak kader potensial yang selama ini terpinggirkan dan merasa kehilangan arah.
“Komunikasi internal tersumbat, loyalitas makin tipis. Ini bukan sekadar stagnasi organisasi, tapi krisis moral. Golkar butuh penyegaran dan pemulihan dari dalam,” katanya.
Dalam visi yang ia usung, Heri bertekad membuka ruang selebar-lebarnya bagi partisipasi kader, termasuk kaum muda yang selama ini hanya menjadi pelengkap. Ia ingin membangun Golkar dari akar rumput, bukan dari menara gading.
“Kalau saya diberi amanah, saya pastikan kader muda diberi panggung. Kita akan bentuk struktur yang inklusif, dari desa hingga provinsi. Golkar harus kembali pada jati dirinya sebagai partai kader,” ucap Heri.
Menanggapi isu pengkondisian suara yang kerap membayangi Musda Golkar, Heri memberikan pernyataan keras. “Kalau kita bicara demokrasi, mari kita jalankan secara fair. Jangan ada upaya-upaya pembelokan suara. Itu penghianatan terhadap semangat reformasi di tubuh partai,” ujarnya lantang.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada tokoh-tokoh Golkar NTB seperti Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana. Namun, Heri menyarankan keduanya untuk lebih fokus pada tugas pemerintahan dan pembangunan daerah.
“Bu Dinda dan Pak Mohan punya tanggung jawab besar di daerah masing-masing. Biarlah kepemimpinan Golkar NTB dipegang oleh figur yang bisa fokus penuh membesarkan partai. Saya siap jadi penghubung semua kekuatan,” tandasnya.
Di akhir pernyataannya, Heri menyuarakan harapan kepada para kader muda: “Jangan kehilangan harapan. Ini bukan hanya soal Musda, ini soal masa depan kita bersama. Saya hadir bukan untuk menguasai, tapi untuk melayani. Saya ingin Golkar NTB dipimpin oleh sosok yang kredibel, akuntabel, dan berintegritas. Dan saya siap mengemban amanah itu.”
Dengan Musda yang kini ditunda, publik dan kader Golkar NTB hanya bisa menunggu kejelasan jadwal dari DPP. Namun satu hal yang pasti, semangat perubahan yang diusung oleh HL Heri Prihatin telah memantik kembali harapan akan hadirnya demokrasi internal yang sehat dan kepemimpinan yang berpihak pada kader.






