Skandal Poltekkes Mataram: Gedung Tak Layak, Tapi Sudah PHO, Siapa Bermain ?

- Wartawan

Kamis, 6 Maret 2025 - 10:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan gedung yang masih berlangsung diduga sudah melewati proses PHO. Forum Rakyat NTB menyoroti potensi ketidaksesuaian antara kondisi fisik di lapangan dan laporan administrasi. (Foto: Istimewa)

Pembangunan gedung yang masih berlangsung diduga sudah melewati proses PHO. Forum Rakyat NTB menyoroti potensi ketidaksesuaian antara kondisi fisik di lapangan dan laporan administrasi. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Dugaan praktik curang dalam proyek pembangunan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Mataram semakin mencuat. Forum Rakyat NTB menemukan fakta mencengangkan bahwa bangunan yang belum selesai dan cacat secara struktural telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO).

Padahal, di lapangan, proyek ini masih jauh dari kata rampung. Beberapa bagian bangunan rusak, pilar tampak tidak kokoh, bahkan indikasi pengurangan kualitas material semakin jelas terlihat.

Ketua Forum Rakyat NTB, Hendrawan Saputra, SH, mengecam keras praktik ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagaimana mungkin PHO dilakukan ketika proyek belum selesai? Ini jelas permainan oknum yang ingin mempercepat pencairan dana tanpa memastikan mutu konstruksi. Kami akan pastikan kasus ini diusut hingga tuntas!” ujarnya.

Ada Unsur Kesengajaan?

Mengacu pada Perpres Nomor 16 Tahun 2018, PHO hanya bisa dilakukan jika proyek telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam kontrak. Jika dilakukan dalam kondisi proyek belum selesai, maka ada dugaan:

•Manipulasi administrasi untuk mempercepat pencairan dana.

•Pengabaian standar konstruksi yang bisa berakibat pada ketahanan bangunan dalam jangka panjang.

•Penyalahgunaan anggaran yang berpotensi merugikan negara dan masuk dalam kategori tindak pidana korupsi.

Perwakilan Forum Rakyat NTB dan pihak terkait mendatangi lokasi proyek untuk memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan laporan administrasi. (Foto: Istimewa)

Bahkan, dalam investigasi Forum Rakyat NTB, terdapat indikasi bahwa ada oknum yang sengaja mengatur PHO ini meskipun proyek masih bermasalah.

Pihak Terkait Menghindar, Semakin Mencurigakan

Saat Forum Rakyat NTB berusaha meminta klarifikasi, baik dari kontraktor maupun pihak terkait lainnya, justru yang terjadi adalah sikap bungkam.

Hearing yang dijadwalkan pun tak dihadiri oleh Direktur Utama pihak terkait. Bahkan, saat tim Forum Rakyat NTB mencoba mengabadikan kondisi bangunan sebagai bukti, mereka dihalangi oleh petugas keamanan.

“Jika memang proyek ini transparan dan tidak ada masalah, mengapa harus ada upaya untuk menghalangi akses informasi? Ini semakin memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan!” ujar Lukman, Sekretaris Forum Rakyat NTB.

Siap Lapor ke Kejati, Tuntut Tindakan Tegas!

Forum Rakyat NTB menegaskan bahwa mereka akan segera melaporkan dugaan pelanggaran ini ke Kejaksaan Tinggi NTB. Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan, mereka telah menyiapkan aksi demonstrasi besar-besaran untuk menuntut kejelasan atas skandal ini.

“Kami ingin penegakan hukum yang adil. Jika proyek ini benar-benar bermasalah, harus ada konsekuensi bagi pihak yang terlibat. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena ulah segelintir oknum!” pungkas Hendrawan.

Masyarakat kini menunggu, apakah aparat penegak hukum akan segera bertindak atau justru membiarkan skandal ini menguap begitu saja.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Patroli Jalur Logistik di Pelabuhan Lembar
LPA Mataram Ungkap Dugaan Modus Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, Korban Diduga Bertambah
Polda NTB Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran PT Energi Selaparang ke Tahap Penyidikan
Lapas Lombok Barat Gandeng TNI-Polri dan BNN, Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine
Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Pembakaran Dapur MBG di Lombok Tengah
Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Jasad di Sekotong, Bara Divonis 20 Tahun Penjara
Laka Lantas Turun 15 Persen, Polres Lombok Barat Perketat Penindakan dan Edukasi Pengendara
Polres Lombok Barat Amankan Pemuda Bawa Sajam dan 29 Motor Diduga untuk Balap Liar

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Di Balik Gemerlap MotoGP Mandalika, PLN Kawal Enam Titik yang Tak Boleh Kehilangan Daya

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:41 WITA

Bukan Hanya Menjaga Listrik MotoGP, PLN Hadir Berbagi untuk Warga Mandalika

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:37 WITA

Ratusan Petugas PLN Jadi Garda Terdepan Kelistrikan MotoGP Mandalika 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:59 WITA

ASDP Lembar Perkuat Kesiapan Jelang MotoGP, 17 Kapal Siap Dioperasikan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:22 WITA

Mandalika Kembali Jadi Panggung Dunia, PLN Perkuat Kesiapan Kelistrikan Jelang MotoGP 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Tak Sekadar Soal Listrik, PLN UP3 Bima Ikut Merawat Pesisir Kota Bima

Rabu, 30 September 2026 - 13:15 WITA

11 Hari Menuju MotoGP Mandalika 2026, PLN Mulai ‘Stress Test’ Peralatan Kelistrikan

Rabu, 30 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Rp1 Investasi Sosial Menghasilkan Rp2,56 Manfaat, Pelajaran dari Desa Berdaya Medana

Berita Terbaru