Mengenal Mohammad Deif: Arsitek Serangan Hamas yang Selalu Lolos dari Maut

- Wartawan

Jumat, 16 Agustus 2024 - 07:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mohammed Deif (tengah), komandan Brigade Izzudin Al-Qassam Hamas yang diburu Zionis Israel. (Foto: Istimewa)

Mohammed Deif (tengah), komandan Brigade Izzudin Al-Qassam Hamas yang diburu Zionis Israel. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Mohammad Deif, sosok legendaris yang dikenal sebagai pemimpin sayap militer Hamas, kembali menjadi sorotan setelah kabar kematiannya akibat serangan udara Israel pada 13 Juli 2024 terbantahkan. Meski sempat dinyatakan tewas, beberapa sumber di Gaza mengungkapkan bahwa Deif masih hidup, melanjutkan perannya dalam memimpin Al-Qassam Brigades, sayap militer Hamas.

Deif, yang sering disebut sebagai “manusia dengan sembilan nyawa,” telah berkali-kali menjadi target operasi militer Israel. Selama tiga dekade terakhir, ia telah beberapa kali terluka parah dalam upaya pembunuhan oleh Israel, namun selalu berhasil bertahan. Keahliannya dalam taktik perang gerilya, termasuk pengembangan jaringan terowongan bawah tanah di Gaza, membuatnya menjadi ancaman terbesar bagi Israel. Deif dianggap sebagai otak di balik berbagai serangan terhadap Israel, termasuk serangan besar pada 7 Oktober 2024, yang memicu konflik berkepanjangan di Gaza.

Israel telah lama memburu Deif, yang bertanggung jawab atas serangkaian bom bunuh diri dan serangan mematikan lainnya yang telah menewaskan puluhan warga Israel. Namun, meski menjadi buronan utama selama puluhan tahun, Deif tetap berhasil menghindari maut, menambah mistik di sekeliling dirinya sebagai pemimpin militer yang tak terkalahkan
Hingga saat ini, keberadaan Mohammad Deif masih menjadi misteri, dengan Hamas memilih untuk tetap diam terkait status terbarunya. Ketangguhan dan keahliannya dalam bertahan hidup telah menjadikannya simbol perlawanan yang kuat di mata pendukungnya, sekaligus musuh bebuyutan Israel yang paling ditakuti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Iwan Slenk Tegaskan Gubernur NTB Tak Terkait Unsur Gratifikasi, Desakan Pemanggilan Dinilai Prematur
Jelang Ramadan, PLN Perkuat Sistem Kelistrikan Sumbawa dan Siagakan Ratusan Personel
Vonis 8 Tahun untuk Rosiady, Penasihat Hukum: “Tidak Ada Satu Rupiah Pun Uang Negara Keluar”
Gibran ke Lombok Tengah: Sambangi Pesantren, Nikmati Makan Siang Bareng Santri dan Tuan Guru
Ketua Liga NWDI: Indonesia Jangan Bungkam, Saatnya Prabowo Pimpin Gerakan Perdamaian Global
Swasembada Pangan Prioritas Pembangunan Nasional
Disangka Sarang Narkoba, Wisma NTB Justru Tunjukkan Keteladanan: Kooperatif, Transparan, dan Bebas dari Pelanggaran
Publik Diminta Tak Risaukan Kembalinya Dwifungsi ABRI, Rachmat Hidayat: Revisi UU TNI Sama Sekali Tak Memberi Celah

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:01 WITA

Polisi Tetapkan Kakek 70 Tahun di Kuripan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Persetubuhan Anak

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:53 WITA

Rizka Sintiyani Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Brigadir Esco

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:03 WITA

Pemkab Buleleng Layangkan SP-2, Pembangunan Tower di Bongancina Diminta Dihentikan

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:45 WITA

Tok! Radiet Divonis 6 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Mahasiswi Unram di Pantai Nipah

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:10 WITA

Brigadir Rizka Dituntut 14 Tahun Penjara atas Kematian Suaminya Brigadir Esco

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:36 WITA

Kejari Lombok Tengah Tahan 4 Tersangka Korupsi Proyek Truk Sampah Senilai Rp5,1 Miliar

Senin, 1 Juni 2026 - 06:00 WITA

Bongkar Jaringan Lintas Provinsi, Tim Puma Jatanras Polda NTB Ringkus 8 Pelaku Curanmor

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:49 WITA

Kapolda NTB Pimpin Patroli Rinjani Presisi, 868 Personel Sisir Lokasi Rawan Kriminalitas

Berita Terbaru