Lapas Lobar Dorong Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Padi 1,3 Hektare, Libatkan Warga Binaan

- Wartawan

Rabu, 9 September 2026 - 06:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTB, Ketut Akbar Herry Achjar, bersama Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Dadang Rais Saputro, dan jajaran pemasyarakatan mengangkat hasil panen padi saat kegiatan Panen Raya Padi di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Rabu (9/9/2026).(Foto: Istimewa)

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTB, Ketut Akbar Herry Achjar, bersama Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Dadang Rais Saputro, dan jajaran pemasyarakatan mengangkat hasil panen padi saat kegiatan Panen Raya Padi di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Rabu (9/9/2026).(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat menggelar panen raya padi di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Rabu (9/9/2026). Panen ini menjadi bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Kegiatan panen raya tersebut dipimpin Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Nusa Tenggara Barat (NTB), Ketut Akbar Herry Achjar, didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Dadang Rais Saputro, bersama jajaran pemasyarakatan.

Lahan yang dipanen memiliki luas sekitar 1,3 hektare. Dalam pengelolaannya, Lapas Lombok Barat melibatkan enam warga binaan yang mengikuti seluruh proses budidaya, mulai dari pembibitan, perawatan tanaman hingga panen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: 3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas

Kakanwil Ditjenpas NTB, Ketut Akbar Herry Achjar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi jajaran pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjalankan program pembinaan bagi warga binaan.

“Dalam rangka Asta Cita Bapak Presiden Prabowo untuk ketahanan pangan dan 15 Program Aksi Menteri Imipas, di Lapas Lombok Barat bisa dilaksanakan kegiatan ketahanan pangan dengan memberdayakan warga binaan,” katanya saat panen raya.

Dari lahan seluas 1,3 hektare tersebut, hasil panen diproyeksikan mencapai sekitar 7 ton padi. Menurut Ketut, capaian tersebut menunjukkan lahan SAE dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat ganda, baik dari sisi ketahanan pangan maupun pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Dadang Rais Saputro (tengah), bersama jajaran pemasyarakatan saat sesi wawancara usai kegiatan Panen Raya Padi.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Dadang Rais Saputro, mengatakan program ketahanan pangan di Lapas Lombok Barat akan terus dikembangkan secara berkelanjutan. Selain tanaman padi, pihaknya menyiapkan pengembangan komoditas hortikultura, termasuk sayuran, yang disesuaikan dengan kondisi lahan.

“Untuk kegiatan ketahanan pangan khususnya padi, kami rutin. Karena melihat kontur tanah yang cocok, sehingga lebih memungkinkan untuk ditanami padi,” ujar Dadang.

Baca juga: Hari Pelanggan Nasional, ASDP Lembar Sapa Penumpang Lewat Aksi Sosial dan Perkuat Layanan

Ia menjelaskan, enam warga binaan yang terlibat dalam program tersebut mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola lahan pertanian.

“Untuk kegiatan ketahanan pangan khususnya persawahan, kami memberdayakan sekitar enam orang warga binaan. Kami kawal untuk melaksanakan kegiatan dari pembibitan, kemudian perawatan, sampai dengan panen,” katanya.

Menurut Dadang, program tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian. Keterlibatan warga binaan diharapkan dapat membentuk keterampilan, kedisiplinan, pengalaman kerja, dan kemandirian yang dapat menjadi bekal setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Panen raya padi di lahan SAE Lapas Lombok Barat pun menjadi bagian dari upaya menjadikan pembinaan warga binaan lebih produktif, sekaligus memperkuat kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemprov NTB Cari Jalan Keluar Krisis Air Bersih Gili
Warga Labuapi Tolak Pembangunan Akses Jalan Perumahan, Petani Persoalkan Pemindahan Saluran Irigasi
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Terjual 50%, Pemprov NTB Genjot Infrastruktur dan Layanan Inklusif
Korban KMP Putri Yasmin Meninggal setelah Delapan Hari Dirawat, Keluarga Pertanyakan Tanggung Jawab Perusahaan
Hari Ketiga Pencarian KMP Putri Yasmin, Satu Penumpang Selamat, 4 Orang Masih Dicari
Wabup UNA Bersama Menhub dan Gubernur NTB Jenguk Korban KMP Putri Yasmin di RSUD Tripat
Jelang Maulid, Disdag Lobar Intensifkan Sidak Harga dan Siapkan Pasar Murah Antisipasi Lonjakan Sembako
Setahun Lebih Rusak Parah Tanpa Perbaikan, Warga Terpaksa Melintas di Jembatan Bakong

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 10:39 WITA

Dari Layanan Listrik hingga Kepedulian Lingkungan, PLN UP3 Bima Tegaskan Diri sebagai Mitra Daerah

Jumat, 4 September 2026 - 06:03 WITA

Diklat Advokasi Nasional SP PLN di NTB, Perkuat Garda Terdepan Perlindungan Hak Pekerja

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:00 WITA

Dari NTB untuk Generasi Masa Depan, Bank NTB Syariah Sabet Penghargaan KEJAR Terbaik di Kawasan Timur Indonesia

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:55 WITA

Dari Hotel ke Destinasi Wisata, Kolaborasi PLN-Lombok Garden Hotel Bangun Ekosistem EV di Pulau Lombok

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:29 WITA

Bank NTB Syariah dan UNIZAR Satukan Kekuatan, Kolaborasi Pendidikan hingga Pengabdian untuk Kemajuan NTB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:51 WITA

Gilimanuk Jadi Titik Awal Revolusi Energi Surya, Bali Disiapkan Punya 1.000 MWp PLTS

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:19 WITA

Tak Sekedar Menyalurkan Bantuan, Bank NTB Syariah Kawal Kebutuhan Warga Terdampak Kebakaran Sade

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:46 WITA

Dari Keandalan Listrik hingga Kepedulian Sosial, PLN UP3 Sumbawa Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Berita Terbaru