LOMBOK TIMUR, Halontb.com — Kabupaten Lombok Timur dipastikan menjadi salah satu dari 30 daerah di Indonesia yang mendapatkan program Local Service Delivery Project (LSDP). Lebih membanggakan lagi, Lombok Timur berhasil menempati peringkat pertama dalam penilaian untuk program nasional yang digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Bappenas, dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia tersebut.
Program LSDP dirancang untuk meningkatkan layanan infrastruktur dan tata kelola persampahan di daerah. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program ini juga diharapkan mampu mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus menggerakkan roda ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin yang akrab disapa H. Iron, menyambut hangat capaian ini. Ia mengaku sangat bersemangat menjadikan Lombok Timur sebagai daerah yang benar-benar bersih dari sampah, dan menegaskan bahwa persoalan kebersihan menjadi salah satu prioritas utama kepemimpinannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sangat bersemangat untuk bagaimana Lombok Timur ini bersih, Pak. Sangat saya idam-idamkan itu. Dan rasanya kita tidak akan pernah tenang berhenti jadi Bupati kalau tetap dia kotor,” tegasnya.
Sejalan dengan semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen penuh memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan agar program LSDP dapat segera direalisasikan di daerahnya, baik dari sisi kelembagaan maupun dukungan anggaran melalui APBD.
Bagi H. Iron, program LSDP bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan momentum untuk mengubah paradigma masyarakat dalam memandang sampah. Selama ini, sampah kerap dianggap sebagai barang kotor yang tidak memiliki nilai apa pun. Padahal, jika dikelola dengan tepat, sampah dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata.
“Hal-hal positif yang dapat kita tarik dari sampah ini juga bisa kita hadirkan. Tidak seperti prinsip sekarang ini, sampah adalah barang kotor yang tidak ada harganya,” harapnya.
Baca juga: Nelayan Hilang di Perairan Bangko-Bangko Lombok Barat Ditemukan Selamat
Ia optimistis, kehadiran LSDP akan membawa perubahan besar dalam cara masyarakat memperlakukan sampah di lingkungan masing-masing.
“Tentu lewat LSDP ini semua itu akan berubah. Orang mengatakan itu tidak bermanfaat, insyaallah dengan program ini akan menjadi bermanfaat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati H. Iron juga berharap agar kunjungan tim LSDP dalam rangka verifikasi lapangan dapat memberikan masukan dan koreksi yang konstruktif terhadap berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki, sehingga pelaksanaan program nantinya benar-benar sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan.
Capaian gemilang Lombok Timur ini turut mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ketua Lembaga Pengelola Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat (LP3M) Muara Kasih Lombok Timur, Awaluddin, yang akrab disapa Bang Ilham Jaya.

“Kami sangat mengapresiasi keberhasilan Lombok Timur menjadi peringkat pertama dalam penilaian program LSDP. Ini menunjukkan bahwa daerah kita memiliki komitmen kuat untuk memperbaiki pengelolaan sampah,” ungkapnya.
Baca juga: Putri Mahkota Swedia Victoria ke Lombok, NTB Siapkan Cerita Lokal untuk Dibawa ke Panggung Dunia
Bang Ilham juga menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Bupati H. Iron dalam mewujudkan Lombok Timur yang lebih bersih.
“Kami mendukung penuh langkah Bupati H. Iron untuk menjadikan Lombok Timur lebih bersih. Sampah memang harus dikelola dengan baik, bukan hanya dibuang, tetapi bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya menjadi prestasi pemerintah daerah semata, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh masyarakat Lombok Timur.
“Ini bukan hanya prestasi pemerintah daerah, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Lombok Timur. Kami berharap kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangun sistem persampahan yang lebih modern dan berkelanjutan,” tambahnya.
Baca juga: Kantor Desa Kebon Ayu Kembali Disegel, Pelayanan Publik Terganggu, Kades Kasim Tempuh Jalur Hukum
Di sisi lain, Bang Ilham juga menitipkan harapan agar program LSDP tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mampu menyentuh perubahan perilaku masyarakat sehari-hari, khususnya dalam hal memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga.
“Kami berharap program LSDP tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mampu mengubah kebiasaan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah,” ujarnya.
Ia menutup dengan harapan besar agar program ini benar-benar membawa dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Lombok Timur.
“Semoga program LSDP benar-benar membawa perubahan. Sampah yang selama ini dianggap sebagai masalah harus bisa diubah menjadi peluang ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan terpilihnya Lombok Timur sebagai daerah peringkat pertama penerima program LSDP, harapan besar kini tertumpu pada sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewujudkan Lombok Timur yang bersih, tertata, dan mandiri dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.










