Sumbawa, Halontb.com – Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, kepedulian berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan mereka tetap memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak. Atas dasar itulah, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Sumbawa kembali menunjukkan komitmennya dengan menyalurkan dana zakat kepada santri dhuafa di Pondok Pesantren Hidayatullah, Dusun Bangkong, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa.
Program yang dilaksanakan pada Minggu (15/6/2026) tersebut menyasar lima santri dhuafa yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren. Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp500 ribu, sehingga total dana zakat yang disalurkan mencapai Rp2,5 juta.
Meski nominal bantuan tidak besar, makna yang dibawa jauh melampaui angka tersebut. Bagi para santri, bantuan itu menjadi dukungan nyata untuk memenuhi kebutuhan pendidikan maupun kebutuhan sehari-hari, sehingga mereka dapat tetap fokus menuntut ilmu tanpa harus dibayangi persoalan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyaluran zakat tersebut juga menjadi bukti bahwa dana yang dihimpun melalui zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara produktif dan tepat sasaran. Tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari investasi sosial dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Manager PLN UP3 Sumbawa, Firman Sulistyawan, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi yang mampu membawa perubahan bagi bangsa. Karena itu, YBM PLN berupaya menghadirkan manfaat nyata melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Melalui penyaluran dana zakat ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi para santri dhuafa yang sedang berjuang menuntut ilmu. Pendidikan merupakan investasi terbaik untuk masa depan bangsa, dan kami ingin hadir memberikan dukungan agar para santri dapat terus belajar dengan semangat serta mencapai cita-cita mereka. Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi para penerima maupun para muzaki yang telah menunaikan zakatnya melalui YBM PLN,” ujar Firman.
Komitmen yang sama juga ditegaskan General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat, Sri Heny Purwanti. Menurutnya, PLN tidak hanya memiliki tanggung jawab menghadirkan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan sosial melalui berbagai program kemanfaatan.
Ia menjelaskan, YBM PLN menjadi sarana untuk menyalurkan amanah zakat para pegawai kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di sektor pendidikan. Dengan demikian, manfaat zakat tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi juga mampu membuka jalan bagi lahirnya generasi yang lebih berdaya saing.
Sri Heny berharap bantuan tersebut menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar, memperluas wawasan, mengembangkan potensi diri, serta kelak menjadi pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
Program penyaluran zakat kepada santri dhuafa ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan tidak semata diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana kesempatan belajar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Dukungan terhadap pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
Ke depan, YBM PLN UP3 Sumbawa berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program sosial yang menyentuh bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, PLN berharap manfaatnya semakin luas serta memperkuat peran perusahaan sebagai mitra pembangunan yang tidak hanya menghadirkan energi listrik, tetapi juga menyalakan harapan dan masa depan masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Editor : Reza











