Home / NTB

KNPI NTB Nyatakan Sikap Tolak Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Tuntut Stabilitas Harga

- Wartawan

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD KNPI NTB bersama jajaran pengurus saat menyampaikan pernyataan sikap penolakan kenaikan BBM non-subsidi dalam konferensi pers di Gerung, Lombok Barat.(Foto.Istimewa)

Ketua DPD KNPI NTB bersama jajaran pengurus saat menyampaikan pernyataan sikap penolakan kenaikan BBM non-subsidi dalam konferensi pers di Gerung, Lombok Barat.(Foto.Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menyatakan sikap menolak kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Ketua DPD KNPI NTB, Daud Azhari, dalam konferensi pers yang digelar di Gerung, Lombok Barat, Jumat (1/5/2026).

Daud Gerung (sapaan akrabnya), yang didampingi oleh jajaran Ketua DPD II KNPI kabupaten/kota se-NTB, menegaskan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama memicu lonjakan harga kebutuhan pokok.

Dalam pernyataan sikapnya, KNPI NTB menggarisbawahi lima poin utama sebagai bentuk desakan kepada pemerintah:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Tinjau Ulang Kebijakan: Meminta pemerintah segera mengevaluasi kembali kenaikan harga BBM non-subsidi.
2. Stabilitas Harga: Menuntut jaminan stabilitas harga kebutuhan pokok pasca-penyesuaian harga BBM.
3. Transparansi Energi: Mendorong transparansi kebijakan energi nasional yang lebih berpihak pada rakyat kecil.
4. Tolak Beban Ekonomi: Menolak segala bentuk kebijakan yang menambah beban ekonomi masyarakat di tengah situasi transisi.
5. Keadilan Ekonomi: Mengingatkan pemerintah bahwa setiap warga negara berhak atas keadilan dan kesejahteraan ekonomi.

“Jangan sampai rakyat di bawah menjadi korban atas kebijakan ini. Kami mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis guna menstabilkan harga bahan pokok,” ujar Daud Azhari di hadapan awak media.

Kemudian terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai rencana aksi massa, Daud Gerung mengonfirmasi bahwa pihaknya memutuskan untuk menunda turun ke jalan pada hari ini. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap aparat penegak hukum dan situasi kondusif di wilayah NTB, mengingat hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).

“Kami menghargai rekan-rekan aparat penegak hukum. Hari ini banyak kegiatan mengatasnamakan May Day, sehingga kami memilih untuk menunda aksi yang sebelumnya telah direncanakan melalui flyer dan surat yang beredar,” jelasnya.

Meski melakukan penundaan, Daud menegaskan bahwa perjuangan KNPI NTB tidak berhenti pada pernyataan tertulis. Ia memberikan tenggat waktu (ultimatum) selama satu minggu bagi pemerintah untuk merespons tuntutan mereka.

Jika dalam kurun waktu tersebut tidak ada langkah konkret dari pemerintah, KNPI NTB mengancam akan mengerahkan massa dalam jumlah besar untuk menggelar aksi demonstrasi.

“Kami tunggu sampai seminggu ini. Jika tidak segera ditanggapi, kami akan melanjutkan gerakan dengan turun ke jalan. Titik fokus aksi kami adalah Depo Pertamina Ampenan, Mataram,” tegas Daud.

Saat ini, KNPI NTB terus melakukan konsolidasi internal dan koordinasi dengan seluruh elemen pemuda di 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat untuk mempersiapkan langkah selanjutnya jika tuntutan mereka tetap diabaikan.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Sumber Berita : Taufik Nagata

Berita Terkait

BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Sukses Gelar Pelepasan 203 Siswa Terbaiknya di UIN Mataram, MAN Lobar Buktikan Kualitas Madrasah Unggulan
Jalan Rusak di Teluk Gok Tak Kunjung Diperbaiki: Anak Sekolah Kesulitan, Jenazah Ditandu hingga Warga Sakit Harus Naik Perahu
Sentuhan Kasih PLN untuk Anak Negeri, 56 Anak Yatim Desa Teros Terima Santunan Penuh Haru
Hingga Hari ke-17, 4.709 Jemaah dan Petugas Haji NTB Telah Tiba di Arab Saudi
Pemprov NTB–BBPOM Mataram Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Era Digital
Resmi! Komdigi Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pemprov NTB Siap Kawal

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:14 WITA

GWO NTB Desak Polisi Usut Pemilik Akun Facebook “Mbk Mona” Terkait Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:53 WITA

Rizka Sintiyani Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Brigadir Esco

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:03 WITA

Pemkab Buleleng Layangkan SP-2, Pembangunan Tower di Bongancina Diminta Dihentikan

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:45 WITA

Tok! Radiet Divonis 6 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Mahasiswi Unram di Pantai Nipah

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:10 WITA

Brigadir Rizka Dituntut 14 Tahun Penjara atas Kematian Suaminya Brigadir Esco

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:36 WITA

Kejari Lombok Tengah Tahan 4 Tersangka Korupsi Proyek Truk Sampah Senilai Rp5,1 Miliar

Senin, 1 Juni 2026 - 06:00 WITA

Bongkar Jaringan Lintas Provinsi, Tim Puma Jatanras Polda NTB Ringkus 8 Pelaku Curanmor

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:49 WITA

Kapolda NTB Pimpin Patroli Rinjani Presisi, 868 Personel Sisir Lokasi Rawan Kriminalitas

Berita Terbaru