Dituduh Mark-Up Dana Perpustakaan, Kepsek SMAN 1 Narmada Balik Bertanya: “Sudah Periksa SIPlah Belum ?”

- Wartawan

Jumat, 8 Agustus 2025 - 00:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SMAN 1 Narmada, Hilwani (tengah), didampingi Ketua Komite H. L. M. Supriadi (kanan) dan Sekretaris Komite L. Satrya Adriansyah (kiri), menyampaikan klarifikasi resmi atas somasi ALARAM-NTB pada Kamis (7/8/2025). (Foto: Istimewa)

Kepala SMAN 1 Narmada, Hilwani (tengah), didampingi Ketua Komite H. L. M. Supriadi (kanan) dan Sekretaris Komite L. Satrya Adriansyah (kiri), menyampaikan klarifikasi resmi atas somasi ALARAM-NTB pada Kamis (7/8/2025). (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Sebuah surat somasi yang dikirim atas nama Aliansi Rakyat Menggugat (ALARAM-NTB) mendadak menggegerkan lingkungan SMA Negeri 1 Narmada. Namun alih-alih gentar, Kepala Sekolah Hilwani, S.Pd., M.Pd. justru mempertanyakan niat dan kredibilitas di balik surat tersebut yang menuding pengelolaan dana perpustakaan sekolah penuh penyimpangan.

“Kami sangat terbuka pada kritik, tapi surat ini tak layak disebut somasi. Tidak mencantumkan struktur organisasi yang jelas, apalagi nomor kontak pun tak aktif. Ini seperti surat anonim yang mencoba menciptakan isu tanpa dasar,” ungkap Hilwani saat ditemui wartawan, Kamis (7/8/2025).

Hilwani menyebut langkah yang dilakukan pengirim surat tidak lebih dari upaya “tembak isu” yang tidak punya pijakan fakta. Bahkan, sejumlah aktivis LSM yang biasa mendampingi sektor pendidikan di Lombok Barat ikut menyatakan bahwa mereka tak mengenal nama-nama yang tercantum dalam surat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dana Dikelola via SIPlah, Semua Terlacak Digital

Menjawab tuduhan soal mark-up anggaran, Hilwani menegaskan bahwa seluruh belanja sekolah termasuk pengadaan buku perpustakaan dilakukan melalui SIPlah, platform digital resmi pemerintah yang mencatat semua aktivitas belanja sekolah secara transparan.

“Tidak mungkin kami bisa ‘main-main’. Sistem kami terkunci oleh mekanisme yang ketat. Kami punya dokumentasi dan bukti semua transaksi. Kalau mau periksa, ayo, kami siap buka semuanya. Tapi jangan datang bawa surat gelap yang tidak bisa diverifikasi,” tegasnya.

Kebutuhan Besar, Dana Terbatas

SMA Negeri 1 Narmada menampung lebih dari 2.100 siswa, terdiri dari siswa reguler dan peserta didik di sekolah terbuka. Dengan beban operasional yang besar, Hilwani justru menyebut bahwa dana BOS yang diterima masih belum bisa sepenuhnya mengakomodasi semua kebutuhan.

“Kami tidak pernah main mark-up. Yang ada malah, kami sering harus menyesuaikan program karena anggaran yang minim. Kalau tidak dikelola ketat, bisa ambruk. Tapi kami tetap berkomitmen menjaga integritas pengelolaan dana pendidikan,” jelasnya.

Klarifikasi Dipersilakan, Asal Lewat Jalur Resmi

Hilwani mengaku tidak menolak kritik, bahkan menyambutnya. Namun ia mengingatkan bahwa penyampaian kritik pun punya etika dan tata cara.

“Kalau niatnya baik, mari datang secara resmi. Ada Inspektorat, ada Dinas Pendidikan, ada mekanisme audit. Jangan menuduh lalu menghilang begitu saja, apalagi dengan narasi di media sosial yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Sekolah Bukan Sasaran Politisasi

Ia juga mengingatkan bahwa sekolah bukan tempat untuk adu strategi politik atau pencitraan LSM semu. Menurutnya, dunia pendidikan harus steril dari motif-motif lain di luar kepentingan siswa.

“Kami ini pejuang pendidikan, bukan pemain panggung politik. Kalau ada yang mau bantu, mari turun langsung. Tapi jangan rusak nama baik sekolah hanya demi eksistensi semu,” tutupnya dengan nada kecewa namun tegas.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perkuat Karakter Religius, MAN Lobar Terapkan Program “One Day One Khatmul Quran” Selama Ramadhan
Lebih dari Sekadar Hibah, Fuso Fighter Jadi Investasi Kompetensi Generasi Mekanik NTB
Sempat Jadi Sorotan Publik, Ini Penjelasan Kepala MAN Lobar Soal Aturan ‘Lock the Gate’
Kritik Aturan “Lock the Gate”, Sujirman: Siswa Terlambat Lebih Aman Dibina di Dalam Sekolah
Komisi IV Desak Pemkab Lobar Segera Revitalisasi Sekolah Terdampak Banjir Demi Selamatkan IPM
Dituding Jual Beli Beasiswa KIP: UNBIM Buka Suara, Begini Faktanya!
Inovasi KKN UNRAM di Tirtanadi: Limbah Kotoran Sapi Disulap Jadi Pupuk Kompos Bernilai Ekonomi
Pemprov NTB Segarkan Kepemimpinan SMA/SMK, Wagub Tekankan Integritas dan Keadilan PPDB

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:04 WITA

Dari Bima ke Tanjung Balai: Jejak Pelarian Koko Erwin Terhenti, Skandal Narkoba dan Dugaan “Setoran” Aparat Kian Terbuka

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:51 WITA

Breaking News: Buronan Interpol WNA Kazakhstan Ditangkap di Lombok!

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:19 WITA

Fantastis! Polda NTB Sita Uang Tunai Rp3 Miliar Lebih dan 2,5 Kg Sabu dari Hasil Pengungkapan Kasus Narkoba

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:48 WITA

Dari Sawah ke Halaman Pribadi? Skandal Pokir Combine Harvester KSB Dibongkar, Rp11,25 Miliar Dipertaruhkan

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:38 WITA

Polemik Penonaktifan BUMDes Leseng, Ada Apa di Balik Kebijakan Kades?

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:52 WITA

Grebek Mafia Beras di Kediri! Satgas Pangan NTB Amankan Terduga Pelaku Pengoplos Beras Subsidi

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:29 WITA

Polisi Tetapkan Tersangka Kasus dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Lotim, Terancam 12 Tahun Penjara

Rabu, 18 Februari 2026 - 05:44 WITA

“Jangan Hanya Sapu Halaman Warga!” LH Sumbawa Desak Bersih-Bersih Internal, Tantang Transparansi Pemberantasan Narkoba

Berita Terbaru