Polemik Ikon Giri Menang Park: Dinas PUPR Sebut Penataan Ulang, Masyarakat Pertanyakan Kualitas Konstruksi

- Wartawan

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi ornamen berbentuk daun di kawasan Giri Menang Park Lombok Barat yang menjadi sorotan publik.(Foto istimewa)

Kondisi ornamen berbentuk daun di kawasan Giri Menang Park Lombok Barat yang menjadi sorotan publik.(Foto istimewa)

LOMBOK BARAT Halontb.com – Proyek pembangunan ikon kawasan Giri Menang Park yang digagas Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sebagai wajah baru ruang publik, belakangan menjadi sorotan masyarakat. Hal ini menyusul beredarnya informasi dan gambar terkait salah satu ornamen berbentuk daun atau sayap yang disebut-sebut roboh.

Isu tersebut cepat menyebar dan memicu beragam tanggapan dari publik. Sejumlah warga mempertanyakan kualitas konstruksi proyek, mengingat ikon tersebut dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit dan direncanakan untuk penggunaan jangka panjang.

Beberapa warga bahkan menduga material yang digunakan kurang berkualitas serta tidak memperhitungkan faktor ketahanan terhadap kondisi cuaca, seperti angin kencang. Mereka menilai, sebagai proyek strategis yang menjadi representasi daerah, pembangunan seharusnya tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga kekuatan dan ketahanan struktur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau hanya bagus dilihat tapi tidak kuat, tentu menjadi pertanyaan. Ini kan menggunakan uang rakyat, harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujar salah satu warga.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR PKP Lombok Barat, Lalu Ratnawi, memberikan klarifikasi bahwa informasi mengenai ornamen yang roboh tidak benar.

Ia menjelaskan bahwa kondisi ornamen tersebut merupakan bagian dari proses penataan ulang dan penyempurnaan desain, bukan akibat kegagalan konstruksi.

“Bukan roboh, itu memang sengaja kami turunkan untuk diperbaiki agar tampilannya lebih simetris. Sekalian kami perkuat pondasinya dan menyesuaikan jaringan listrik untuk lampu ornamen,” jelasnya, Minggu (29/3/2026).

Menurut Ratnawi, langkah tersebut diambil karena ditemukan ketidakseimbangan visual pada susunan ornamen. Perbaikan dilakukan untuk memastikan tampilan ikon lebih proporsional sekaligus meningkatkan kekuatan struktur.

Ia juga menepis anggapan adanya kerusakan serius pada ornamen tersebut. “Kalau memang roboh, tentu kondisinya tidak seperti itu. Ini hanya kita turunkan, kemudian kita lakukan pengecatan ulang di bagian dalam, dari sebelumnya abu-abu menjadi putih dengan list warna emas,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proyek Giri Menang Park masih berada dalam masa pemeliharaan. Dalam tahap ini, penyesuaian desain maupun penguatan konstruksi merupakan hal yang wajar dilakukan oleh pihak pelaksana.

“Karena masih masa pemeliharaan, kita manfaatkan untuk penyempurnaan, baik dari sisi warna maupun posisi agar lebih simetris,” tambahnya.

Meski demikian, klarifikasi tersebut belum sepenuhnya meredam pertanyaan publik. Sejumlah masyarakat mengaku masih meragukan penjelasan tersebut setelah melihat langsung kondisi di lapangan.

Mereka menyoroti adanya serpihan material yang berserakan, bagian ornamen yang tampak pecah tidak beraturan, serta rangka dalam yang terlihat terbuka. Kondisi tersebut dinilai lebih menyerupai kerusakan akibat jatuh atau terlepas, bukan proses pembongkaran yang rapi dan terencana.

“Kalau ini memang dibongkar, seharusnya terlihat rapi dan sistematis. Tapi yang terlihat justru seperti pecah,” ungkap warga lainnya.

Publik menilai, perbedaan antara penjelasan resmi dan kondisi visual di lapangan menjadi celah yang memunculkan persepsi beragam. Dalam konteks ini, masyarakat menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan bentuk kepedulian terhadap kualitas pembangunan.

Istilah “masa pemeliharaan” yang disampaikan pemerintah juga dinilai perlu dijelaskan secara lebih transparan, agar tidak menimbulkan asumsi adanya kekurangan sejak awal pengerjaan proyek.

Sebagai proyek strategis yang diharapkan menjadi ikon baru sekaligus daya tarik kawasan, Giri Menang Park dinilai harus mencerminkan standar kualitas tinggi, baik dari sisi estetika maupun kekuatan konstruksi.

Publik menilai, polemik ini pada akhirnya bukan sekadar soal perbedaan istilah antara “roboh” dan “dibongkar”, melainkan menyangkut kepercayaan publik terhadap pelaksanaan proyek pemerintah.

Dengan adanya sorotan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat diharapkan terus mengedepankan transparansi serta memastikan setiap proyek infrastruktur yang dibangun tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar mutu, keamanan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.

Facebook Comments Box

Editor : reza

Sumber Berita : Taufik Natanagara

Berita Terkait

Wabup UNA di HUT ke-81 RI: Evaluasi Diri, Benahi Birokrasi, Kembalikan APBD untuk Rakyat
Kick Off MotoGP Mandalika 2026: NTB Perkuat Sinergi, Infrastruktur dan Pariwisata
Kunjungi Pelabuhan Lembar, Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Keamanan dan Penambahan Dermaga
DPRD Lobar Ungkap Dugaan Pola Pergeseran Anggaran, 90 Persen Proyek Temuan KPK Tak Pernah Dibahas di Paripurna
Jalur Administratif Buntu, DPRD dan Pemkab Lobar Tempuh Jalur Politik ke DPR RI Perjuangkan Nasib 31 Honorer
Asak Datu Desak Pemkab Lombok Barat Bekukan Aplikasi BANTU-IN, Soroti Serapan Anggaran dan Dasar Hukumnya
12 Tuntutan Forum FBI Warnai Hearing Akbar Bersama Seluruh Komisi DPRD Lombok Barat
Pemkab Lombok Barat Targetkan Kemiskinan Turun 1 Persen, Fokus Tangani 4.000 KK Miskin Ekstrem

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:16 WITA

3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:32 WITA

Polda NTB Bongkar Jaringan Curanmor di Sekotong, Tiga Unit Motor Diamankan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:15 WITA

Perkuat Toleransi di NTB, PMB LP2M UIN Mataram Gelar Moderation Connect Ke-3

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:58 WITA

Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:03 WITA

Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:03 WITA

SK Tahunan Dipersoalkan, Ribuan Guru PPPK Lombok Barat Desak Kepastian Masa Kerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:49 WITA

Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Berita Terbaru